Kompas.com - 02/10/2014, 15:15 WIB
Bupati Bogor Rachmat Yasin ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi setelah menjalani pemeriksaaan selama 28 jam di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (9/5). Rachmat Yasin ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus suap Rp 4,5 miliar dalam proses konversi hutan lindung seluas 2.754 hektar menjadi lahan untuk perumahan milik pengembang PT Bukit Jonggol Asri. KOMPAS/AGUS SUSANTOBupati Bogor Rachmat Yasin ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi setelah menjalani pemeriksaaan selama 28 jam di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (9/5). Rachmat Yasin ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus suap Rp 4,5 miliar dalam proses konversi hutan lindung seluas 2.754 hektar menjadi lahan untuk perumahan milik pengembang PT Bukit Jonggol Asri.
|
EditorCaroline Damanik

BANDUNG, KOMPAS.com
- Enam orang saksi menjalani sidang dengan agenda pemeriksaan saksi di Pengadilan Negeri Bandung, Jalan RE Martadinata, Bandung, Jawa Barat, Kamis, (2/10/2014). Mereka bersaksi dalam kasus dugaan suap tukar lahan kawasan hutan senilai Rp 4,5 miliar di Kabupaten Bogor yang melibatkan mantan Bupati Bogor, Rachmat Yasin, sebagai terdakwa. Rachmat Yasin terlihat tenang sepanjang persidangan.

Majelis Hakim, Barita Lumban Gaol, yang memimpin jalannya sidang memutuskan sidang untuk diberhentikan sementara karena para saksi meminta izin ke kamar mandi. Pertimbangan lainnya adalah karena azan berkumandang tanda waktu shalat Dhuhur tiba.

Para saksi langsung berjalan cepat menuju keluar ruang persidangan. Para hadirin yang memenuhi ruang persidangan berdiri.

Sementara itu, Rachmat yang mengenakan baju batik lengan panjang berwarna coklat tiba-tiba berjalan cepat dari arah depan ruang persidangan ke luar ruangan. Banyak jurnalis yang mengerumininya, tetapi mantan Bupati Bogor itu tak berkomentar.

Di tengah-tengah perjalanan ke luar, Rachmat dicegat sejumlah kerabatnya. Rachmat tersenyum sumringah dan bersalaman dengan sejumlah orang yang ada di situ. Dia pun sempat berbincang-bincang dengan sedikit canda dengan para kerabatnya itu.

Saat melewati pintu keluar ruang sidang, Rachmat dicegat seorang wanita berkerudung yang sedang menggendong balita berkaos warna merah.

"Halo, apa kabar?," kata Rachmat sambil tersenyum.

Dia pun menggendong anak balita tersebut dan memeluknya lalu dikembalikan ke pangkuan wanita berkerudung itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah itu, Rachmat kembali berjalan menuju ruangan bawah sambil terus diikuti oleh awak media. Beberapa pertanyaan sempat terlontar. Namun, hanya sedikit Rachmat menjawab. Salah satu pertanyaan yang dijawabnya adalah soal perasaannya menghadapi proses hukum ini.

"Ya, baik-baik saja, kita ikutin saja ya (prosesnya)," katanya.

"Udah ya," lanjutnya kemudian.

Rachmat lalu masuk ke salah satu ruangan di kantor Pengadilan Negeri Bandung.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Rachmat sebagai tersangka pada Mei 2014 lalu. Ia diduga menerima suap berkaitan dengan pengurusan pemberian ijin tukar-menukar kawasan hutan di Bogor, Jawa Barat seluas 2.754 hektar.

Selain Yasin, KPK juga menetapkan tersangka lain, yakni Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bogor, M Zairin, dan pegawai PT Bukit Jonggol Asri, FX Yohan Yhap.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.