Rachmat Yasin Resmi Mengundurkan Diri sebagai Bupati Bogor

Kompas.com - 24/09/2014, 16:43 WIB
Bupati Bogor Rachmat Yasin saat datang ke Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (29/4/13), untuk dimintai keterangan sebagai saksi terkait kasus proyek olahraga Hambalang. Ia dimintai keterangan untuk tersangka Andi Alifian Mallarangeng, Deddy Kusdinar, dan Teuku Bagus Mohammad Noor.  KOMPAS/ALIF ICHWANBupati Bogor Rachmat Yasin saat datang ke Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (29/4/13), untuk dimintai keterangan sebagai saksi terkait kasus proyek olahraga Hambalang. Ia dimintai keterangan untuk tersangka Andi Alifian Mallarangeng, Deddy Kusdinar, dan Teuku Bagus Mohammad Noor.
|
EditorCaroline Damanik

BOGOR, KOMPAS.com — Tersangka kasus dugaan suap tukar-menukar lahan di Bogor, Rachmat Yasin, resmi mengajukan surat pengunduran diri sebagai Bupati Bogor periode 2013-2018. Dalam surat itu, Yasin menyatakan memilih mundur dari jabatannya demi kelancaran penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

"Pak RY (Rachmat Yasin) ingin segera ada bupati definitif agar roda pemerintahan di Kabupaten Bogor tidak terhambat. Beliau juga berharap Kemendagri sesegera mungkin menerbitkan surat penetapan pemberhentian," ucap Juru Bicara Bupati Bogor, David Rizar Nugroho, Rabu (24/9/2014).

Surat pernyataan pengunduran diri itu, lanjutnya, sudah diserahkan kepada DPRD Kabupaten Bogor hari Senin (22/9/2014) melalui adiknya, Ade Munawaroh Yasin. Politikus Partai Persatuan Pembangunan itu ingin mengundurkan diri lantaran masalah hukum yang sedang dihadapinya.

Sementara itu, kuasa hukum Rachmat Yasin, Sugeng Teguh Santoso, mengatakan, keputusan Yasin untuk mengundurkan diri dari kursi orang nomor satu di Kabupaten Bogor sudah melalui diskusi panjang dan sudah disetujui.

"Keputusan pengunduran diri ini dilakukan untuk memperlancar roda pemerintahan karena ada beberapa kebijakan yang tidak bisa diwakili," kata Sugeng.

Sugeng memaparkan, rencananya surat pengunduran diri itu akan dibahas pada saat paripurna.

"DPRD Kabupaten Bogor berencana membahas surat pengunduran diri Rachmat Yasin saat paripurna," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Sementara DPRD Kabupaten Bogor, Tantowi. Ia membenarkan bahwa surat pernyataan pengunduran diri RY sudah diterima oleh DPRD, dan secepatnya akan diparipurnakan. Namun, kata Tantowi, sebelum diparipurnakan, anggota Dewan akan melakukan konsultasi dahulu dengan Kementerian Dalam Negeri.

"Kita tinggal menunggu keputusan dari Depdagri bagaimana ke depannya," imbuhnya.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Yasin sebagai tersangka pada Mei 2014. Ia diduga menerima suap berkaitan dengan pengurusan rekomendasi tukar-menukar kawasan hutan di Bogor, Jawa Barat. Selain Yasin, KPK juga menetapkan tersangka lain, yakni Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bogor, M Zairin, dan pegawai PT Bukit Jonggol Asri, FX Yohan Yhap.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

15 Jam Mengapung di Lautan Pakai Jeriken, 2 ABK Diselamatkan Tim SAR, Ini Ceritanya

15 Jam Mengapung di Lautan Pakai Jeriken, 2 ABK Diselamatkan Tim SAR, Ini Ceritanya

Regional
Pemuda di Yogyakarta Sulap Saluran Irigasi Jadi Tempat Budi Daya Ikan

Pemuda di Yogyakarta Sulap Saluran Irigasi Jadi Tempat Budi Daya Ikan

Regional
Kisah Perawat Terpapar Covid-19, Isolasi 4 Bulan dan Fitnes Saat Bosan, Sembuh Setelah 11 Kali Test Swab

Kisah Perawat Terpapar Covid-19, Isolasi 4 Bulan dan Fitnes Saat Bosan, Sembuh Setelah 11 Kali Test Swab

Regional
Ayah Cabuli Anak Tiri, Diduga Paksa Korban Menikah Tutupi Aib dan Ancam Ceraikan Istri

Ayah Cabuli Anak Tiri, Diduga Paksa Korban Menikah Tutupi Aib dan Ancam Ceraikan Istri

Regional
Cerita MTs Lubuk Kilangan, Sekolah Gratis yang Luluskan 100 Persen Siswa di SMA Negeri

Cerita MTs Lubuk Kilangan, Sekolah Gratis yang Luluskan 100 Persen Siswa di SMA Negeri

Regional
Puluhan Pengungsi Rohingya Dipindahkan ke BLK Lhokseumawe

Puluhan Pengungsi Rohingya Dipindahkan ke BLK Lhokseumawe

Regional
Fakta 37 Pasangan ABG Terjaring Razia di Hotel, Berawal dari Laporan Masyarakat, Diduga Hendak Pesta Seks

Fakta 37 Pasangan ABG Terjaring Razia di Hotel, Berawal dari Laporan Masyarakat, Diduga Hendak Pesta Seks

Regional
Jenazah Positif Corona Dimakamkan Tanpa Protokol Covid-19, 209 Orang Tes Swab Massal

Jenazah Positif Corona Dimakamkan Tanpa Protokol Covid-19, 209 Orang Tes Swab Massal

Regional
Terombang-ambing 15 Jam, 2 ABK KM Ismail Jaya Ditemukan Selamat

Terombang-ambing 15 Jam, 2 ABK KM Ismail Jaya Ditemukan Selamat

Regional
Cabuli Anak Tiri Selama 2 Tahun, Ayah di Pinrang Nikahkan Korban dengan Penyandang Disabilitas, Ini Motifnya

Cabuli Anak Tiri Selama 2 Tahun, Ayah di Pinrang Nikahkan Korban dengan Penyandang Disabilitas, Ini Motifnya

Regional
Terbawa Arus Sungai Usai Mendaki Gunung Tambusisi, Anggota Mapala Untad Meninggal

Terbawa Arus Sungai Usai Mendaki Gunung Tambusisi, Anggota Mapala Untad Meninggal

Regional
Gadis di Bawah Umur Dicabuli Ayah Tiri 2 Tahun, Lalu Dinikahkan, Diduga untuk Tutupi Aib

Gadis di Bawah Umur Dicabuli Ayah Tiri 2 Tahun, Lalu Dinikahkan, Diduga untuk Tutupi Aib

Regional
Pelaku Pembunuhan Perempuan Muda di Palembang Sempat Cabuli Mayat Korban

Pelaku Pembunuhan Perempuan Muda di Palembang Sempat Cabuli Mayat Korban

Regional
Dinilai Rugikan Pemprov Babel, Erzaldi Rosman Minta UU Minerba Dikaji Lagi

Dinilai Rugikan Pemprov Babel, Erzaldi Rosman Minta UU Minerba Dikaji Lagi

Regional
Kisah Dr Andani, Pahlawan Sumbar Melawan Covid-19: Jihad Melawan Wabah, Swab dan Tracing Cepat Jadi Kuncinya (2)

Kisah Dr Andani, Pahlawan Sumbar Melawan Covid-19: Jihad Melawan Wabah, Swab dan Tracing Cepat Jadi Kuncinya (2)

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X