"Jenderal Tato Indonesia" Meninggal Dunia - Kompas.com

"Jenderal Tato Indonesia" Meninggal Dunia

Kompas.com - 16/07/2014, 15:54 WIB
BAYU MARTHEN Tato Mentawai.

PADANG, KOMPAS.com - Peneliti tato di Indonesia, Ady Rosa, meninggal dunia, Rabu (16/7/2014), sekitar pukul 03.00 dini hari. Pria yang dijuluki "Jenderal Tato Indonesia" ini meninggal akibat terserang stroke.

Selain melukis dan menulis, kurator seni ini juga tercatat aktif sebagai tenaga pengajar di Fakultas Bahasa, Satra, dan Seni Universitas Negeri Padang. Almarhum meninggalkan istri, Farida Idrus, dan empat orang anak, Dipa Aditya Rosa, Dibya Prayasitta Somya Rosa, Devi Oktaviani Rosa, serta Iing Rosa.

Sejumlah tokoh dan seniman Sumatera Barat datang melayat ketika jenazah disemayamkan di Rektorat Universitas Negeri Padang. Almarhum akan dikebumikan di kampung halamannya di Buayan, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.

Menjelang akhir hayatnya, Ady tengah menulis buku tentang Mentawai.

"Papi ingin buku ini cepat selesai, agar kita bisa berbagi kepada orang lain," ujar Dibya anak kedua Ady.

Ady Rosa lahir pada tanggal 3 Juli 1953. Sekitar tahun 1992-1993, dalam penelitiannya, Ady menemukan 160 motif tato tradisional Mentawai lalu menuangkannya dalam tesis program pascasarjana di ITB Bandung pada tahun 1994.

Menurut Ady, tato tradisional Mentawai adalah yang tertua di dunia dan sudah ada sejak zaman awal prasejarah (neolitikum) yaitu sekitar 1.500 tahun sampai 500 tahun sebelum masehi pada masa penyebaran bangsa Proto Melayu ke Nusantara yang berasal dari Yunan.

Ady pun kerap menjadi narasumber bagi peneliti tato baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Oleh karena itu, julukan "Jenderal Tato Indonesia" dilekatkan pada dirinya.


EditorCaroline Damanik

Close Ads X