Kompas.com - 04/07/2014, 08:45 WIB
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

MAGELANG, KOMPAS.com – Di usia senjanya, Ahmad Kastolani (86), tidak terlihat letih menjalani aktivitas ibadahnya di Pondok Pesantren Sepuh Payaman, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. Siang itu, Kamis (3/7/2014), ia bersama ratusan jamaah baru saja mengikuti tausyiah dari seorang imam Masjid Agung Kauman Payaman. Senyumnya senantiasa mengembang ketika Kompas.com mengajaknya berbincang.

“Saya menyadari saya ini sudah tua tapi saya semangat mencari ilmu. Justru di usia saya ini sudah waktunya merenungi diri, berpasrah kepada Tuhan karena tidak ada lagi yang saya cita-citakan di dunia ini,” tutur Mbah Kastolani, sapaannya, Kamis (3/6/2014).

Kastolani menceritakan, setiap bulan Ramadhan, sejak tahun 2006, ia mengikuti kegiatan di pesantren yang dikenal sebagai Pondok Sepuh itu. Kakek 18 cucu itu pun mengaku ikhlas harus jauh dari keluarganya di Desa Cekelan, Kabupaten Temanggung. Ia tidak pernah mengeluh jika selama di pesantren ia harus hidup serba sederhana, mulai makan hingga tidur di lantai masjid dengan beralaskan karpet.

Ia mengisahkan, kegiatan ibadah dimulai pukul 01.00 WIB. Para jamaah harus bangun untuk mengikuti berbagai salat sunah, seperti salat hajat, salat tahajud, salat tasbih, dan mujahadah. Dilanjutkan dengan sahur, berdoa, dan mengikuti salat subuh berjamaah.

Sekitar pukul 06.00 WIB, para jamaah diwajibkan menjalankan salat dhuha dan membaca kitab suci Al Quran. Setelah itu, mereka mengikuti pengajian dari pukul 11.00 WIB sampai salat zuhur. Pukul 15.00 WIB, mereka mengikuti pengajian lagi sampai salat ashar. Seusai buka puasa, mereka kembali melaksanakan mujahadah dan dilanjutkan dengan salat isya dan salat tarawih. Di penghujung malam, para santri sepuh itu mengikuti tadarus sampai pukul 24.00 WIB.

”Ini (Ramadhan) kesempatan kita untuk berserah diri dan mohon ampunan. Memang harus ikhlas, karena Allah akan memberi ganjaran (pahala) yang banyak untuk bekal kita di akhirat,” ucap Kastolani, yang sehari-hari masih bekerja menjadi buruh petani.

Pesantren ini berlangsung hingga Ramadhan hari ke-20. Kastolani tidak sendiri, ia bersama sekitar 400 jamaah yang sebagian besar berusia lansia. Itulah sebabnya kenapa pesantren ini sering disebut Pondok Sepuh.

Dalam bahasa Jawa, sepuh artinya tua atau lanjut usia (lansia) Pesantren ini diasuh oleh KH Asrori Al Havid, KH Mafatikhul Huda, Kiai Ahmad Fauzan dan KH Muhammad Tibyan Abdul Majid. Mereka merupakan generasi keempat KH Anwari Sirajd Bin Abdurrosyid atau Mbah Sirajd Payaman. Mbah Sirajd merupakan pendiri Masjid Agung Payaman dan Ponpes Sepuh pada 1937.

“Dahulu almarhum Mbah Sirajd merupakan tokoh besar yang memiliki peran perjuangan di Magelang. Makamnya di belakang masjid ini. Inilah yang menjadi “magnet” masyarakat untuk ingin menimba ilmu di sini,” papar salah satu pengasuh pondok, KH Muhammad Tibyan Abdul Majid.

Tibyan menuturkan, kegiatan Pondok Pesantren Sepuh yang khusus diselenggarakan pada Ramadhan ini dimulai sejak tahun 1985. Kegiatan ini digagas oleh Kiai Ahmad Fauzan. Awalnya, kegiatan berupa pengajian setiap hari Senin. Kemudian, pada tahun 1990, jamaah semakin banyak. Mereka tidak hanya berasal dari wilayah Kota dan Kabupaten Magelang saja. Namun juga daerah lain seperti Temanggung, Purworejo, Wonosobo, Yogyakarta dan Kebumen.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Regional
Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Regional
Gubenrur Jatim Berikan Bantuan Sambungan Listrik PLN untuk 1.951 Penyintas APG Semeru

Gubenrur Jatim Berikan Bantuan Sambungan Listrik PLN untuk 1.951 Penyintas APG Semeru

Regional
Lumpy Skin Disease Ancam Ketahanan Pangan

Lumpy Skin Disease Ancam Ketahanan Pangan

Regional
Sambut Panen, Gubernur Riau Hadiri Gebyar Makan Durian Bantan 2022

Sambut Panen, Gubernur Riau Hadiri Gebyar Makan Durian Bantan 2022

Regional
Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

Regional
Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Regional
Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Regional
Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Regional
Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Regional
Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Regional
Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Regional
Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Regional
Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Regional
Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.