Oknum Petugas Rutan Kendari Diduga Terlibat Curanmor

Kompas.com - 03/06/2014, 04:26 WIB
Ilustrasi pencurian ShutterstockIlustrasi pencurian
|
EditorPalupi Annisa Auliani
KENDARI, KOMPAS.com — Seorang oknum pegawai Rumah Tahanan (Rutan) Kendari diduga terlibat dalam kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Dugaan keterlibatan didapat dari penggerebekan tempat kos para tersangka lain kejahatan itu.

"Jadi, waktu melakukan penggerebekan di rumah kos tempat mereka tinggal, kami menemukan satu lembar KTP yang ditunjukkan oleh ibu kos, yang membukakan kos adalah salah satu oknum pegawai rutan," papar Kepala satuan Reserse dan Kriminal Polres Kendari AKP Agung Basuki, Senin (2/6/2014).

"Namun, sejauh mana keterlibatannya, kami masih akan lakukan pengembangan," imbuh Agung. Selain itu, dia mengatakan, dugaan keterlibatan pegawai rutan tersebut diperkuat data dari pemeriksaan para tersangka lain.

Oknum pegawai itu juga diduga beberapa kali menerima sejumlah uang hasil penjualan barang pencurian yang dilakukan residivis kasus pencurian kendaraan bermotor ini. Pada akhir pekan lalu, polisi menangkap lima anggota komplotan pencuri kendaraan bermotor beserta 12 sepeda motor.

Agung mengatakan, modus operandi para pelaku pencurian ini terbilang baru di wilayahnya. "Mereka mendatangi rumah yang terdapat motor terparkir di luar rumah, kemudian merusak kunci motor dengan menggunakan kunci leter T dan memasukkan ke dalam mobil," sebut dia.

Para tersangka yang sudah ditangkap ini terancam jerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman tujuh tahun kurungan penjara. Bila oknum pekerja rutan tersebut terbukti berperan menjadi penadah, dia terancam jerat Pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Ingin Eks Keraton Agung Sejagat Jadi Desa Wisata

Ganjar Ingin Eks Keraton Agung Sejagat Jadi Desa Wisata

Regional
Masih Ada Sistem Noken di Pilkada 2020, Ini Antisipasi Bawaslu Papua

Masih Ada Sistem Noken di Pilkada 2020, Ini Antisipasi Bawaslu Papua

Regional
Dua Siswi Korban Pencabulan Guru Olahraga di Bali Alami Trauma

Dua Siswi Korban Pencabulan Guru Olahraga di Bali Alami Trauma

Regional
Cegah Diskriminasi dan Intoleransi, Ganjar Minta Sekolah Awasi Ekstrakurikuler

Cegah Diskriminasi dan Intoleransi, Ganjar Minta Sekolah Awasi Ekstrakurikuler

Regional
Setor 150 Juta ke MeMiles, Adjie Notonegoro: Kalau Enggak Kembali Diikhlaskan Saja

Setor 150 Juta ke MeMiles, Adjie Notonegoro: Kalau Enggak Kembali Diikhlaskan Saja

Regional
Polisi Sebut Hasil Otopsi Mantan Istri Sule Akan Keluar Satu atau Dua Hari ke Depan

Polisi Sebut Hasil Otopsi Mantan Istri Sule Akan Keluar Satu atau Dua Hari ke Depan

Regional
Demam, 2 Turis China yang Berkunjung ke Bintan Langsung Dilarikan ke RS

Demam, 2 Turis China yang Berkunjung ke Bintan Langsung Dilarikan ke RS

Regional
Suami Kerja, Istri Selingkuh di Sebuah Penginapan

Suami Kerja, Istri Selingkuh di Sebuah Penginapan

Regional
Viral Sumber Air Tercemar Limbah Babi, PDAM Kabupaten Semarang: Kami Jamin Aman

Viral Sumber Air Tercemar Limbah Babi, PDAM Kabupaten Semarang: Kami Jamin Aman

Regional
Dinkes Jatim Mulai Antisipasi Virus Corona di Bandara dan Pelabuhan

Dinkes Jatim Mulai Antisipasi Virus Corona di Bandara dan Pelabuhan

Regional
Kronologi Pasutri Dibacok Tetangga gara-gara Kentut

Kronologi Pasutri Dibacok Tetangga gara-gara Kentut

Regional
Korban Tewas Kecelakaan Bus di Subang Bertambah Jadi 9 Orang

Korban Tewas Kecelakaan Bus di Subang Bertambah Jadi 9 Orang

Regional
Guru Olahraga yang Cabuli Dua Siswi SD di Bali Terancam 20 Tahun Penjara

Guru Olahraga yang Cabuli Dua Siswi SD di Bali Terancam 20 Tahun Penjara

Regional
Sidang Pembunuhan Satu Keluarga di Banyumas, Saksi Mengira Temukan Tengkorak Kucing

Sidang Pembunuhan Satu Keluarga di Banyumas, Saksi Mengira Temukan Tengkorak Kucing

Regional
Kapok Divonis 2 Bulan karena Sisa Getah Karet Seharga Rp 17 Ribu, Kakek Samirin: Tidak Lagi

Kapok Divonis 2 Bulan karena Sisa Getah Karet Seharga Rp 17 Ribu, Kakek Samirin: Tidak Lagi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X