Dapat Rp 100.000 Sehari, Bocah Pengemis Beli Lem untuk Teler

Kompas.com - 12/05/2014, 14:29 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
BENGKULU, KOMPAS.com — CMS (12), warga Pagar Alam, Sumsel; dan Ri (9), warga asal Lahat, yang kesehariannya mengemis di dalam Kota Bengkulu; ditangkap aparat Polres Bengkulu, Senin (12/4/2014), sekitar pukul 10.00 WIB.

Keduanya kedapatan menghisap lem beraroma menyengat, hingga teler. Kedua pengemis bocah ini ditangkap di Kawasan Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu.

Kepala Polres Bengkulu AKBP Iksantyo Bagus Pramono membenarkan adanya penangkapan dua bocah pengemis tersebut. "Kedua pengemis yang ditangkap itu rencananya akan direhabilitasi," kata Iksantyo.

Awalnya, warga memantau kebiasaan kedua bocah ini dan kemudian melaporkannya ke polisi. CMS mengatakan, uang yang ia dapat dari mengemis itulah yang digunakan untuk membeli lem yang ia hisap hingga teler.

"Sisa hasil ngemis untuk makan, biasanya dapat Rp 100.000 sehari," kata CMS.

CMS mengaku, aktivitas tersebut ia lakukan sejak enam bulan lalu karena pengaruh rekan-rekannya sesama pengemis. "Saya tahu ngelem ini saat tiba di Bengkulu, sejak di Bengkulu," ulangnya.

Kedatangannya ke Bengkulu karena tidak tahan dengan kondisi keluarga. Dia pun memilih pindah meninggalkan rumahnya di Lahat, Sumatera Selatan.

"Bapak saya ada dua, bapak tiri dengan bapak kandung di kampung itu. Bapak tiri saya sering marah-marah karena ibu saya kerja di Malaysia," ungkapnya.

Dalam sehari, mereka mengaku menghabiskan tiga kaleng lem.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X