Kompas.com - 06/05/2014, 13:10 WIB
Ilustrasi. shutterstockIlustrasi.
EditorCaroline Damanik

BANDUNG, KOMPAS.com - Polisi menyita tiga karung berisi obat palsu senilai Rp 41,8 juta dari tangan Kusyanto (33). Obat palsu ini mengandung Karisoprodol yang telah dicabut izin edarnya oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.

Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat. Penyelidikan berlanjut hingga akhirnya menangkap pelaku di kediamannya di Jalan Babakan Surabaya, Bandung, Sabtu (19/4/2014) lalu.

Kepala Polrestabes Bandung Komisaris Besar Mashudi mengatakan, anggota Sat Res Narkoba melakukan penggeledahan dan menemukan tiga karung plastik berisi 209 bungkus plastik tablet warna putih. Polisi menciduk Kusyanto dan mengejar Warno yang masuk daftar pencarian orang (DPO).

"Barang tersebut dibeli pelaku seharga dua ratus ribu perbungkusnya dari pembuat obat, W. Kini masih dalam pengejaran polisi (DPO). Pelaku beli 209 bungkus. Kalo ditotalkan kali kan saja berapa. Obat palsu ini telah beredar di Kota Bandung kurang lebih selama 3 bulan," ujar Mashudi, Senin (5/5/2014).

Obat berbahan Karisoprodol tersebut, tambah Mashudi, dapat menyebabkan flek pada jatung dan paru-paru. Bila dikonsumsi secara terus menerus akan sangat berbahaya. Kusyanto dijerat Pasal 196 UU RI No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.

Lebih jauh, Mashudi mengungkapkan, pengembangan dari tersangka Kusyanto, polisi berhasil menciduk tiga tersangka lainnya, EBG (20), RIE (33), dan DBS (33) di beberapa tempat berbeda. Khusus DBS, tercatat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Polisi menyita 2 linting ganja dari ketiga tersangka dalam bungkus rokok, satu kantong plastik warna hitam berisi daun ganja kering dan dua bungkus kertas berisi ganja.

Dalam sehari, DBS, salah seorang tersangka mengaku, dapat mengonsumsi satu linting ganja, hal tersebut dilakukannya lantaran depresi melihat anaknya yang selalu sakit.

"Saya enggak beli, saya dapat dari Resna, setiap saya minta dari dia selalu ada. Saya pakai sejak anak saya sakit saja, sebelumnya saya cuman minum (miras) saja," ujar DBS yang tercatat sebagai PNS dan bekerja sebagai Teknisi Utilitas di LIPI.

Ketiga tersangka dijerat pasal 114 Undang-undang RI no, 35 Tentang narkotika. Mereka terancam hukuman penjara diatas lima tahun. (dic)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Golkar Gelar Baksos di Salatiga, Jateng, Warga: Kami Sekarang Kenal Pak Airlangga

Golkar Gelar Baksos di Salatiga, Jateng, Warga: Kami Sekarang Kenal Pak Airlangga

Regional
Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Regional
Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan 'Sentra Padi Subang'

Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan "Sentra Padi Subang"

Regional
Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Regional
Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.