Kompas.com - 11/03/2014, 18:21 WIB
Ilustrasi: Orang hilang SHUTTERSTOCKIlustrasi: Orang hilang
EditorCaroline Damanik

KOMPAS.com — Setelah dijemput anggota Intel Korem 011 Lilawangsa, Sumatera Utara, Dedek Khairudin (30) tidak pulang ke rumahnya sejak 28 November 2013. Staf Divisi Hak Sipil dan Politik Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Alex Argo Hernowo, menyatakan, hingga Selasa (11/3) Dedek belum juga pulang.

Menurut dia, Dedek dijemput Sersan Dua Mardiansyah, anggota Intel Korem Lilawangsa, dan beberapa anggota marinir dari Pangkalan Brandan pada dini hari di rumahnya.

”Berdasarkan keterangan pihak keluarga disebutkan, penjemputan dilakukan karena Dedek Khairudin dianggap mengetahui keberadaan Fendi Tato, tersangka pembacokan terhadap anggota marinir. Fendi membacok anggota marinir berinisial Jul karena diduga berselingkuh dengan istri Fendi Tato,” kata Alex. Argo.

Selanjutnya, Dedek, nelayan warga Dusun I Aman, Desa Perlis, Kecamatan Brandan Barat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, dipaksa ikut rombongan Serda Mardiansyah untuk mencari Fendi Tato.

Akhirnya keluarga memberanikan diri melapor ke Sub Detasemen Polisi Militer (Sub Denpom) Pangkalan Brandan tanggal 31 Desember 2013 karena Dedek tidak kunjung pulang dan telepon genggamnya tidak bisa dihubungi. Namun, lanjut Alex Argo, laporan keluarga ditolak dengan dalih harus menunggu Serda Mardiansyah kembali.

Istri Dedek, Sarrul Bariah, juga sudah mendatangi kesatrian korps marinir setempat. Adapun Fendi Tato yang dicari pihak militer kini sudah ditahan Kepolisian Daerah Sumatera Utara.

Alex Argo menambahkan, ketika melapor ke Polisi Militer, keluarga Dedek tidak mendapat kepastian penanganan kasus. Keluarga nelayan yang sederhana itu justru diminta melengkapi laporan, termasuk di antaranya identitas lengkap dari Mardiansyah beserta pangkat, kesatuan, dan foto Mardiansyah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Upaya mengadukan kasus tersebut ke Jakarta mendapat tanggapan positif dengan adanya penjadwalan audiensi antara Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal (TNI) Budiman dan keluarga Dedek. Namun, hingga saat ini belum dipastikan kapan keluarga Dedek dan Kontras akan diterima KSAD.

Kasus Dedek Khairudin merupakan penghilangan orang secara paksa yang diatur Undang- Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia Pasal 33 Ayat (2) dan Konvensi Internasional tentang Penghilangan Orang secara Paksa yang telah diratifikasi Pemerintah Indonesia tanggal 27 September 2010.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigadir Jenderal (TNI) Andika Perkasa yang dihubungi pekan lalu mengaku belum mendengar laporan dugaan penghilangan paksa Dedek Khairudin oleh anggota intel Korem Lilawangsa.

”Kami belum mendengar detail laporan tersebut. Yang jelas, kalau ada dugaan tentara berbuat macam-macam dan melanggar hukum pasti ditindak. Saat mendapat laporan dugaan tentara menjadi backing preman di Monas pun langsung ditindaklanjuti KSAD,” kata Andika Perkasa.

Menurut dia, TNI AD tidak main-main dalam menegakkan disiplin dan reformasi militer. Dia mencontohkan kasus kekerasan dalam rumah tangga dengan terdakwa Kolonel Yakraman Yagus akan ditindak tegas.

”Dalam waktu dekat yang bersangkutan akan dijatuhi hukuman berat. Itu akan kita sampaikan terbuka kepada publik,” kata Kadispenad yang lama bertugas di Komando Pasukan Khusus TNI AD.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.