KPK: Bandung, Kota Pertama yang Teken Komitmen Antigratifikasi

Kompas.com - 05/03/2014, 17:39 WIB
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono menjadi saksi ketika seluruh Kepala Dinas dan Camat di Kota Bandung menandatangani komitmen antigratifikasi bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di ruang serbaguna Pemerintah Kota Bandung, Rabu (5/3/2014).
KOMPAS.com/PUTRA PRIMA PERDANAWali Kota Bandung Ridwan Kamil dan Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono menjadi saksi ketika seluruh Kepala Dinas dan Camat di Kota Bandung menandatangani komitmen antigratifikasi bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di ruang serbaguna Pemerintah Kota Bandung, Rabu (5/3/2014).
|
EditorCaroline Damanik

BANDUNG, KOMPAS.com -
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapuk Pemerintah Kota Bandung sebagai lembaga pemerintahan kota pertama di Indonesia yang menandatangani komitmen antisuap dan gratifikasi dengan melibatkan seluruh SKPD dan camat.

"Untuk level SKPD dan camat ikut tanda tangan, ini pertama di Indonesia," kata Direktur Gratifikasi KPK, Giri Suprapdiono di Balai Kota Bandung, Rabu (5/3/2014).

Giri menambahkan, di masa kepemimpinan Wali Kota yang baru berjalan 5 bulan ini, Kota Bandung bakal menjadi kota yang menjunjung tinggi kreativitas dibawah kepemimpinan Ridwan Kamil. Dia pun berharap Ridwan bisa mambuat terobosan kreatif dalam membasmi praktik suap dan gratifikasi yang kerap terjadi di sektor pelayanan publik.

"Pak Ridwan kan memimpin kota ini dengan cara kreatif dan cukup unik. Saya pikir KPK dalam posisi mendukung perubahan apapun selama itu menjadi lebih baik," ungkap Giri.

Di tempat yang sama, Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, mengatakan, penandatanganan komitmen antigratifikasi tersebut merupakan momen bersejarah dan langkah awal untuk memperbaiki pelayanan publik menjadi lebih baik.

"Ini bagian dari komitmen bersejarah, KPK datang dan Bandung menjadi kota pertama yang menandatangani pakta integritas antigratifikasi. Memang sebelumnya ada lembaga-lembaga lain, tapi kalau Bandung yang pertama," ucap Emil.

Sebelumnya diberitakan, seluruh Kepala Dinas dan Camat di Kota Bandung menandatangani komitmen antigratifikasi bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di ruang serbaguna Pemerintah Kota Bandung, Rabu (5/3/2014). Dalam lembar komitmen yang turut serta ditandatangani oleh Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil dan Direktur Gratifikasi KPK, Giri Suprapdiono, tertulis tiga poin, yaitu:

1. Tidak akan menawarkan atau memberikan suap, gratifikasi dan auang atau pelicin dalam bentuk apa pun kepada lembaga pemerintah, perseorangan atau kelembagaan untuk mendapatkan berbagai bentuk manfaat sebagaimana dilarang oleh perundang-undangan yang berlaku;

2. Tidak akan meminta atau menerima suap, gratifikasi dan uang atau pelicin dalam bentuk apa pun dari perseorangan atau lembaga pemerintah, perusahaan domestik atau perusahaan asing yang terkait dengan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi sebagaimana dilarang oleh perundang-undangan yang berlaku;

3. Bertanggungjawab mencegah dan mengupayakan pencegahan korupsi di lingkungan pemerintah Kota Bandung dengan meningkatkan integritas pengawasan dan perbaikan sistem sesuai tugas dan fungsinya.

"Kalau mereka tidak menjalankan komitmen ini, maka mereka (Kepala Dinas dan Camat) sanggup disanksi dengan perundang-undangan yang berlaku. Suap ada pasalnya, gratifikasi ada pasalnya dan uang pelicin itu bagian dari gratifikasi," kata Giri seusai penandatanganan komitmen.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Stres, Pasien di RSUP Kariadi Semarang Lompat dari Ruang Isolasi

Diduga Stres, Pasien di RSUP Kariadi Semarang Lompat dari Ruang Isolasi

Regional
Dua Jenazah di Salatiga dalam Sehari Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Dua Jenazah di Salatiga dalam Sehari Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Regional
Jalur Ekstrem, Evakuasi Jenazah Multazam dari Gunung Piramid Lewat Tebing Jurang

Jalur Ekstrem, Evakuasi Jenazah Multazam dari Gunung Piramid Lewat Tebing Jurang

Regional
67 Warga Pandeglang Diduga Keracunan Usai Santap Makanan di Acara Khitanan

67 Warga Pandeglang Diduga Keracunan Usai Santap Makanan di Acara Khitanan

Regional
Dua Orangutan Kalimantan Diselamatkan dari Lembaga Konservasi Tak Berizin di Jateng

Dua Orangutan Kalimantan Diselamatkan dari Lembaga Konservasi Tak Berizin di Jateng

Regional
Kasus Karhutla yang Libatkan 2 Perusahaan di Kalbar Segera Disidangkan

Kasus Karhutla yang Libatkan 2 Perusahaan di Kalbar Segera Disidangkan

Regional
Balita Terseret Ombak di Pantai Goa Cemara Belum Ditemukan

Balita Terseret Ombak di Pantai Goa Cemara Belum Ditemukan

Regional
Lima Pegawai Positif Covid-19, Operasional Bank Banten Tetap Berjalan

Lima Pegawai Positif Covid-19, Operasional Bank Banten Tetap Berjalan

Regional
Meninggal di Surabaya, Pasien Positif Covid-19 Dimakamkan di TPU Ngemplak Salatiga

Meninggal di Surabaya, Pasien Positif Covid-19 Dimakamkan di TPU Ngemplak Salatiga

Regional
Tujuh ASN Positif Covid-19, PN Surabaya Kembali Tutup Pelayanan 2 Pekan

Tujuh ASN Positif Covid-19, PN Surabaya Kembali Tutup Pelayanan 2 Pekan

Regional
Ditemukan Telungkup di Jurang Gunung Piramid, Jasad Multazam Berhasil Dievakuasi Tim SAR

Ditemukan Telungkup di Jurang Gunung Piramid, Jasad Multazam Berhasil Dievakuasi Tim SAR

Regional
Kontak dengan Pedagang Pasar Nglames yang Meninggal akibat Covid-19, 131 Orang Jalani Rapid Test

Kontak dengan Pedagang Pasar Nglames yang Meninggal akibat Covid-19, 131 Orang Jalani Rapid Test

Regional
Istri Dirawat di RS karena Keguguran, Pria Ini Cabuli Anak Tirinya

Istri Dirawat di RS karena Keguguran, Pria Ini Cabuli Anak Tirinya

Regional
Video Viral Warga Ciumi Jenazah Berstatus Probable Covid-19 di Malang, Ini Penjelasan Polisi

Video Viral Warga Ciumi Jenazah Berstatus Probable Covid-19 di Malang, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Ratusan Wisatawan Pantai Gunungkidul Tersengat Ubur-ubur

Ratusan Wisatawan Pantai Gunungkidul Tersengat Ubur-ubur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X