Inilah Tradisi Warga Madura Sebelum dan Sesudah Berhaji

Kompas.com - 27/09/2013, 16:02 WIB
Ilustrasi Kompas/Agus MulyadiIlustrasi
|
EditorFarid Assifa

PAMEKASAN, KOMPAS.com
— Menunaikan ibadah haji ke Mekkah dan Madinah, bagi masyarakat Madura, Jawa Timur, umumnya tidak cukup hanya bermodalkan ongkos naik haji saja. Tetapi harus menyiapkan biaya lainnya yang lebih besar dari ongkos naik haji. Sebab, di Madura ada berbagai macam tradisi yang dilakukan sebelum berangkat haji.

Tradisi itu dilakukan tiga kali, yakni sebelum berangkat, saat haji dan setelah tiba dari naik haji. Sebelum berangkat haji, calon jemaah haji biasanya menggelar pesta atau selamatan dengan mengundang semua sanak famili, tetangga, dan ulama dalam sebuah doa bersama. Kegiatan itu tujuannya sebagai tanda syukur bahwa tidak semua orang, baik yang memiliki harta lebih, kesehatan dan waktu, bisa menunaikan ibadah haji.

“Orang bisa berangkat haji itu harus disyukuri. Sebagai tanda syukur, digelar doa bersama dengan mengundang famili, ulama, dan para tetangga,” ungkap Zainullah, warga Desa Tentenan Timur, Kecamatan, Larangan, Kabupaten Pamekasan, Jumat (27/9/2013).

Biaya selamatan sebelum keberangkatan bisa menghabiskan jutaan rupiah. Hal ini tergantung jumlah udangan yang disebar calon jemaah haji. Kebiasaan orang Madura, udangan selamatan haji di atas 500 orang. Semua sanak famili yang ada di luar daerahnya dundang.

Saat jemaah berangkat haji, diantar oleh ratusan orang dari famili dan tetangga ke tempat dimana jemaah dilepas oleh pemerintah setempat. Ini sifatnya sukarela. Yang mau ikut hanya bermodalkan kendaraan roda empat saja. Keluarga jemaah haji hanya menyiapkan makan sebelum berangkat, dan saat menunggu keberangkatan calon haji.

Ketika seorang calon haji sudah meninggalkan rumah, salah satu anggota keluarganya menabur uang recehan dan kertas pecahan sampai Rp 5.000. Biaya yang dikeluarkan untuk keberangkatan jemaah ini, juga menghabiskan biaya jutaan rupiah.

Selama jemaah berada di Makkah, pihak keluarga yang ditinggalkan di rumahnya menggelar doa bersama dengan membaca Al Quran dan shalawat setiap malam. Warga yang datang bisa mencapai 50 lebih, bahkan sampai ratusan. Sehabis menggelar doa bersama, mereka diberi makan atau kue serta minuman. Kegiatan seperti berlangsung sampai 40 hari atau sampai yang sang haji pulang.

Saat datang dari menunaikan haji, jemaah dijemput dengan meriah. Puluhan kendaraan roda empat dan ratusan kendaraan roda dua mengiringi kedatangan jemaah. Bagi pemilik kendaraan roda empat, hanya diberi makan saja sebelum berangkat menjemput dan setelah tiba di rumah jemaah. Sementara untuk roda dua, selain diberi makan sebelum menjemput dan saat datang dari penjemputan, mereka juga diberi ganti bensin.

Biaya selama kedatangan jemaah ini juga menghabiskan jutaan rupiah. Selama 40 hari, jemaah haji yang sudah selesai menunaikan ibadah dengan baik dan sempurna di Makkah dan Madinah, didatangi oleh sanak kerabat, tetangga, para kenalan dan ulama.

Mereka datang untuk meminta doa keberkahan dari ibadaha haji. Diyakini masyarakat Madura, jemaah haji selama 40 hari dari kedatangannya dari Makkah dan Madinah, do’anya lekas dikabulkan Allah.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Rangga, Mahasiswa S2 Filsafat UGM Seminar Tesis Online, Bergantung Koneksi Internet

Kisah Rangga, Mahasiswa S2 Filsafat UGM Seminar Tesis Online, Bergantung Koneksi Internet

Regional
Duduk Perkara Warga Cianjur Tolak Pemakaman Jenazah PDP Corona

Duduk Perkara Warga Cianjur Tolak Pemakaman Jenazah PDP Corona

Regional
Video Saat Dipukul Nenek Jadi Viral, Kepala Desa Lapor ke Polisi karena Merasa Malu

Video Saat Dipukul Nenek Jadi Viral, Kepala Desa Lapor ke Polisi karena Merasa Malu

Regional
Awal Mula Penangkapan 6 Orang Penyuplai Bahan Makanan dan Amunisi untuk KKB

Awal Mula Penangkapan 6 Orang Penyuplai Bahan Makanan dan Amunisi untuk KKB

Regional
Pasien Positif Corona di Bangka Belitung Bertambah Jadi 3 Orang

Pasien Positif Corona di Bangka Belitung Bertambah Jadi 3 Orang

Regional
Fakta Viral Tenaga Medis Shalat Pakai APD di Ruang Isolasi Pasien Corona

Fakta Viral Tenaga Medis Shalat Pakai APD di Ruang Isolasi Pasien Corona

Regional
Jerit Peternak Ayam di Berbagai Daerah di Tengah Wabah Corona, Harga Anjok hingga Terpaksa Musnahkan Anak Ayam

Jerit Peternak Ayam di Berbagai Daerah di Tengah Wabah Corona, Harga Anjok hingga Terpaksa Musnahkan Anak Ayam

Regional
Duduk Perkara Anggota DPRD Sumbar Diduga Mabuk dan Hampir Tabrak Tentara Berpangkat Kolonel

Duduk Perkara Anggota DPRD Sumbar Diduga Mabuk dan Hampir Tabrak Tentara Berpangkat Kolonel

Regional
Fakta Anggota DPRD Sumbar Diduga Mabuk Sambil Berkendara, Diamankan Aparat TNI dan Minta Maaf

Fakta Anggota DPRD Sumbar Diduga Mabuk Sambil Berkendara, Diamankan Aparat TNI dan Minta Maaf

Regional
Pasien 03 Positif Corona asal Kediri, Bekerja di Jakarta dan 2 Minggu Sekali Pulang Kampung

Pasien 03 Positif Corona asal Kediri, Bekerja di Jakarta dan 2 Minggu Sekali Pulang Kampung

Regional
Pengalaman Pasien Positif Corona yang Sembuh, Kaget Hasil Tes Berbeda dan Tak Merasakan Gejala

Pengalaman Pasien Positif Corona yang Sembuh, Kaget Hasil Tes Berbeda dan Tak Merasakan Gejala

Regional
Panik di Atas KM Lambelu...

Panik di Atas KM Lambelu...

Regional
PHK Karyawan di Sejumlah Daerah Imbas Wabah Corona, Mana Saja?

PHK Karyawan di Sejumlah Daerah Imbas Wabah Corona, Mana Saja?

Regional
Dilema Jam Malam di Tengah Wabah Corona, di Aceh Hanya Bertahan Sepekan

Dilema Jam Malam di Tengah Wabah Corona, di Aceh Hanya Bertahan Sepekan

Regional
Tambang Batu Bara Ilegal di Waduk Samboja Kutai Kartanegara Ancam 960 Jiwa

Tambang Batu Bara Ilegal di Waduk Samboja Kutai Kartanegara Ancam 960 Jiwa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X