Ribuan Buruh di Demak Demo, Minta UMK Rp 2,47 Juta

Kompas.com - 19/09/2013, 13:51 WIB
Aksi demo ribuan buruh yang tergabung dalam Gebrak (Gerakan Buruh Demak), tuntut upah minimum kabupaten sebesar Rp.2.476.000, Kamis (19/9/2013) KOMPAS.com (ARI WIDODO)Aksi demo ribuan buruh yang tergabung dalam Gebrak (Gerakan Buruh Demak), tuntut upah minimum kabupaten sebesar Rp.2.476.000, Kamis (19/9/2013)
|
EditorGlori K. Wadrianto
DEMAK, KOMPAS.com — Ribuan buruh di Kota Demak yang tergabung dalam Gerakan Buruh Demak (Gebrak) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Demak, Kamis (19/9/2013).

Mereka menuntut kenaikan upah mininum kabupaten (UMK) menjadi sebesar Rp 2.476.000. Sebelumnya, massa buruh berkonvoi di sepanjang jalur pantura Demak sehingga sempat memacetkan arus lalu lintas Semarang-Demak.

Menurut Agus Makmun, koordinator aksi, upah merupakan kebutuhan dasar bagi semua pekerja atau buruh untuk memenuhi kebutuhan hidup bagi dirinya dan keluarganya.

UMK Demak saat ini sebesar Rp 995.000 dan dinilai tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup, apalagi harga kebutuhan pokok terus naik. "Dari hasil survei KHL 50 persen, UMK Demak yang ideal sebesar Rp 2.476.000. Angka itu sudah harga mati," kata Agus.

Kenaikan upah setiap tahunnya seakan tidak berguna karena nilainya yang terlalu kecil. Maka, sudah saatnya buruh berjuang lebih keras untuk mendapatkan upah yang benar-benar "cukup" untuk memenuhi kebutuhan hidup.

"Kalau tuntutan tidak dipenuhi, kami akan menggelar aksi lebih besar lagi. Bila perlu sweeping agar buruh mogok kerja dan ikut mendukung aksi kita," kata Agus.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gunung Semeru Meletus Keluarkan Awan Panas dan Guguran Lava, Mengarah ke Lumajang

Gunung Semeru Meletus Keluarkan Awan Panas dan Guguran Lava, Mengarah ke Lumajang

Regional
BNPB Minta Warga Waspadai Lahar Dingin Pasca-letusan Gunung Semeru

BNPB Minta Warga Waspadai Lahar Dingin Pasca-letusan Gunung Semeru

Regional
Mantan Pejabat BNN Sumut Jadi Tersangka Dugaan Penggelapan Rp 756 Juta

Mantan Pejabat BNN Sumut Jadi Tersangka Dugaan Penggelapan Rp 756 Juta

Regional
Harga Cabai Rawit Merah di Cianjur Tembus Rp 100.000 Per Kg

Harga Cabai Rawit Merah di Cianjur Tembus Rp 100.000 Per Kg

Regional
Sungai di Manado Meluap, Warga Diminta Mengungsi

Sungai di Manado Meluap, Warga Diminta Mengungsi

Regional
Kronologi Kejar-kejaran Satgas Bea Cukai Vs Kapal Rokok Ilegal, Kapal Satgas Sempat Dilempari Bom Molotov

Kronologi Kejar-kejaran Satgas Bea Cukai Vs Kapal Rokok Ilegal, Kapal Satgas Sempat Dilempari Bom Molotov

Regional
Di Tengah Pandemi, Lapangan Migas di Sumsel Bukukan Kenaikan Produksi

Di Tengah Pandemi, Lapangan Migas di Sumsel Bukukan Kenaikan Produksi

Regional
BPPTKG Rekomendasikan Pengungsi di Luar Daerah Bahaya Letusan Merapi untuk Pulang

BPPTKG Rekomendasikan Pengungsi di Luar Daerah Bahaya Letusan Merapi untuk Pulang

Regional
Marah Tanah Warisan Ayahnya Digarap, Keponakan Aniaya Paman Hingga Tewas

Marah Tanah Warisan Ayahnya Digarap, Keponakan Aniaya Paman Hingga Tewas

Regional
PLN Pasang Telepon Satelit, Perlancar Koordinasi Penanganan Pasca-gempa Sulbar

PLN Pasang Telepon Satelit, Perlancar Koordinasi Penanganan Pasca-gempa Sulbar

Regional
Sumbar Siapkan 5 RS Rujukan bagi Warga yang Alami Efek Samping Vaksinasi

Sumbar Siapkan 5 RS Rujukan bagi Warga yang Alami Efek Samping Vaksinasi

Regional
Gubernur NTB Promosikan Sepeda Listrik Buatan Lokal ke Menpar

Gubernur NTB Promosikan Sepeda Listrik Buatan Lokal ke Menpar

Regional
Pegiat Bahasa Sunda Bersiap Sambut Hari Bahasa Ibu Internasional

Pegiat Bahasa Sunda Bersiap Sambut Hari Bahasa Ibu Internasional

Regional
Kematian Pasien Covid-19 di Atas 50 Tahun di Kulon Progo Terus Bertambah

Kematian Pasien Covid-19 di Atas 50 Tahun di Kulon Progo Terus Bertambah

Regional
Alumni Sekolah dan Komunitas Sosial Gelar Aksi Teaterikal Doakan Rahmania, Korban Sriwijaya Air SJ 182 Asal Kediri

Alumni Sekolah dan Komunitas Sosial Gelar Aksi Teaterikal Doakan Rahmania, Korban Sriwijaya Air SJ 182 Asal Kediri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X