Sultan Yogya Bicara soal Aksi Perusakan Makam Cucu HB VI

Kompas.com - 18/09/2013, 13:59 WIB
Sri Sultan Hamengkubuwono X KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNASri Sultan Hamengkubuwono X
|
EditorGlori K. Wadrianto
YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Sri Sultan Hamengku Buwono X menilai tindakan sekelompok orang yang melakukan perusakan terhadap makam Kiai Ageng Prawiropurbo di Jalan Kusumanegara, Yogyakarta, Senin (16/9/2013) malam, sebagai bentuk pemaksaan kehendak.

Tindakan perusakan tersebut pun, kata Sultan, sangat disayangkan dan tidak menggunakan logika yang sehat. Sebab, jika direnungkan kembali, figur yang dimakamkan di sana tidak mempunyai kesalahan.

"Saya tidak mengerti, dia kan sudah meninggal dan tidak bisa berbuat apa-apa," kata Sultan, Rabu (18/9/2013).

Menurut Sultan, ketika pertimbangan syirik (menduakan Tuhan) yang digunakan oleh para perusak, yang terkait dengan hal itu bukan makamnya. "Bagi saya, tidak ada logika, yang salah bukan yang ada di makam, kan orang-orangnya yang datang sendiri ke sana," ujar Sultan.

Terkait peristiwa itu, Sultan berharap pihak kepolisian dapat segera melakukan penyelidikan dan menjabarkan apa yang sebenarnya terjadi.

Seperti diberitakan sebelumnya, makam Kiai Ageng Prawiropurbo yang merupakan cucu Sri Sultan Hamengku Buwono VI di Jalan Kusumanegara, tepatnya di Desa Tahunan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Senin (16/9/2013), dirusak oleh sekelompok orang.

Meski tak mengalami kerusakan parah, barang-barang yang berada di dalam makam yang dibangun sejak 1933 itu pecah dan rusak. Selain itu, beberapa cungkup (kepala nisan) juga terlihat jatuh tergeletak di lantai.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Regional
Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Regional
Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Regional
Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Regional
Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X