Tuntut Kenaikan Upah, Buruh Tutup Jalan Diponegoro

Kompas.com - 05/09/2013, 17:16 WIB
Sebanyak 3.000 orang buruh dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jawa Barat dan Konfederasi Serikat pekerja Indonesia (KSPI) melakukan aksi demonstrasi besar-besaran di depan Gedung Sate Jalan Diponegoro Kota Bandung, Kamis (5/9/2013).
KOMPAS.com/Putra Prima PerdanaSebanyak 3.000 orang buruh dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jawa Barat dan Konfederasi Serikat pekerja Indonesia (KSPI) melakukan aksi demonstrasi besar-besaran di depan Gedung Sate Jalan Diponegoro Kota Bandung, Kamis (5/9/2013).
|
EditorKistyarini

BANDUNG, KOMPAS.com — Sekitar 3.000 buruh dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jawa Barat dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) berunjuk rasa di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (5/9/2013).

Dari pantauan Kompas.com di lokasi, aksi ribuan buruh yang sebelumnya mendatangi kantor Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) itu membuat arus lalu lintas tersendat. Oleh karena itu, polisi menutup ruas Jalan Diponegoro yang dipadati buruh.

Dalam aksi tersebut, para buruh dari sejumlah perusahaan di Jawa Barat itu mendesak Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan untuk menolak surat keputusan (SK) penangguhan pemberlakuan upah minimum 2013, seperti yang dituntut sekira 200 perusahaan anggota Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

"Di Banten sudah diputuskan dan menolak ditangguhkan oleh PTUN. Di Jawa Barat, PTUN tinggal memutuskan sesuai dengan Banten karena yurisprudensinya sangat kuat," kata Sekretaris FSPMI Jawa Barat Sabilar Rosyad saat ditemui di sela aksi.

Selain itu, buruh juga menuntut kepada Gubernur Jabar untuk menetapkan kenaikan upah minimum kabupaten/kota (UMK) di semua kabupaten kota di Jawa Barat hingga 50 persen pada tahun 2014 mendatang. Pasalnya, sejak kenaikan harga bahan bakar minyak, daya beli buruh menurun hingga 30 persen. "Kenaikan UMK sebesar 50 persen itu sangat logis. Sejak kenaikan BBM, tidak ada aksi nyata dari pemerintah," imbuhnya.

Terlebih lagi, kata Sabilar, inflasi pada 2014 mendatang diperkirakan lebih dari dua digit. "Gubernur harus merekomendasikan ke Presiden agar menolak Inpres tentang pengaturan UMK. Kalau tidak, upah kita (buruh) akan dibatasi kenaikannya maksimal 10 persen. Padahal, tahun ini saja inflasi sudah 9,8 persen," paparnya.

Jika putusan dari PTUN ataupun Gubernur dirasa tidak sesuai dengan tuntutan para buruh, lanjutnya, FSPMI mengancam akan melakukan aksi mogok massal besar-besaran di seluruh wilayah Jawa Barat yang diberi nama Aksi Mogok Daerah (Modar). "Kita juga akan tutup tol jika keputusannya tidak memihak," ancam Sabilar.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kabar Baik dari Magetan, 8 Pasien Positif Corona Dinyatakan Sembuh

Kabar Baik dari Magetan, 8 Pasien Positif Corona Dinyatakan Sembuh

Regional
Beroperasi Mulai Senin, RS Darurat Corona di Pulau Galang Sediakan 3 Klaster Perawatan

Beroperasi Mulai Senin, RS Darurat Corona di Pulau Galang Sediakan 3 Klaster Perawatan

Regional
Himbau Tidak Mudik, Wali Kota Hendi Yakin Pemerintah Kasih Libur Pengganti Lebaran

Himbau Tidak Mudik, Wali Kota Hendi Yakin Pemerintah Kasih Libur Pengganti Lebaran

Regional
Cegah Corona, Operasional Penerbangan Bandara Ahamd Yani Semarang Dibatasi

Cegah Corona, Operasional Penerbangan Bandara Ahamd Yani Semarang Dibatasi

Regional
Tiga Pasien Positif Corona di RSUD Zainoel Abidin Aceh Sembuh

Tiga Pasien Positif Corona di RSUD Zainoel Abidin Aceh Sembuh

Regional
Kisah Pilu di Balik Longsor Tanah Datar, Anak Tewas Saat Gendong Ibunya yang Lumpuh

Kisah Pilu di Balik Longsor Tanah Datar, Anak Tewas Saat Gendong Ibunya yang Lumpuh

Regional
Isolasi Diri di Hutan Sepulang dari Jakarta, 8 Pemuda Aceh Tidur di Tenda dan Jaring Ikan di Sungai

Isolasi Diri di Hutan Sepulang dari Jakarta, 8 Pemuda Aceh Tidur di Tenda dan Jaring Ikan di Sungai

Regional
Kader PDIP Kota Semarang Serahkan Gajinya untuk Bantu Penanganan Covid-19

Kader PDIP Kota Semarang Serahkan Gajinya untuk Bantu Penanganan Covid-19

Regional
Bertemu Dokter Forensik, Warga Akhirnya Mau Terima Pemakaman Pasien Corona

Bertemu Dokter Forensik, Warga Akhirnya Mau Terima Pemakaman Pasien Corona

Regional
Pandemi Corona, Terminal Tirtonadi Solo Data Pemudik dari Jabotabek

Pandemi Corona, Terminal Tirtonadi Solo Data Pemudik dari Jabotabek

Regional
Tiga Bocah SD di Makassar Sumbang Uang Celengan untuk Beli APD Tenaga Medis

Tiga Bocah SD di Makassar Sumbang Uang Celengan untuk Beli APD Tenaga Medis

Regional
Bayi 4 Bulan yang Positif Covid-19 di Kulonprogo Dinyatakan Sembuh

Bayi 4 Bulan yang Positif Covid-19 di Kulonprogo Dinyatakan Sembuh

Regional
Kronologi Sopir Ambulans Curi Masker Stok Puskesmas dan Dijual Rp 5 Juta Per Dus

Kronologi Sopir Ambulans Curi Masker Stok Puskesmas dan Dijual Rp 5 Juta Per Dus

Regional
Driver Ojol 59 Tahun Tertipu Antarkan Purwokerto-Solo, Penumpang Hanya Tinggalkan Sandal

Driver Ojol 59 Tahun Tertipu Antarkan Purwokerto-Solo, Penumpang Hanya Tinggalkan Sandal

Regional
Hasil Rapid Test, Seorang Dokter di Batang Terindikasi Positif Corona

Hasil Rapid Test, Seorang Dokter di Batang Terindikasi Positif Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X