Kompas.com - 08/08/2013, 11:10 WIB
Polisi saat melakukan olah TKP peristiwa penembakan pegawai Lapas Wirogunan KOMPAS.com/Yustinus Wijaya KusumaPolisi saat melakukan olah TKP peristiwa penembakan pegawai Lapas Wirogunan
EditorGlori K. Wadrianto

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X tak bisa memastikan apakah aksi penembakan di rumah dinas yang berada di belakang asrama Lembaga Pemasyarakatan Wirogunan, Yogyakarta, Rabu (7/8/2013) malam kemarin, terkait dengan kasus Lapas Cebongan.

Seperti yang diberitakan, saat malam takbiran tengah dirayakan, sekitar pukul 21.45 WIB, seorang karyawan Lapas, Agus Susatyo (43), ditembak oleh dua orang tak dikenal pada bagian punggung hingga tembus ke dada.

"Saya juga tidak bisa menganalisis apakah terkait dengan Cebongan atau tidak," jawab Sultan seusai mengikuti shalat Id di Alun-alun Utara Yogyakarta, Kamis (8/8/2013) pagi.

Namun, menurut Sultan, kejadian tersebut bukan pula bentuk teror. Sebab, korban berprofesi sebagai juru masak. Artinya, kecil kemungkinan Agus tersangkut dengan masalah keamanan. Sultan menduga Agus memiliki masalah lain.

Kepala Polda DIY Brigjen (Pol) Haka Astana menyatakan, pelaku kemungkinan besar telah mengetahui medan. Pasalnya, tempat kejadian perkara (TKP) termasuk daerah tertutup yang buntu.

Haka juga menyatakan belum perlu menurunkan tim khusus untuk mengungkap kasus tersebut. "Bagaimanapun, mereka melakukan hal yang tidak baik. Jadi semoga akan segera bisa diungkap," harap Haka.

"Senjatanya pistol, tapi bukan revolver, karena selongsongnya keluar. Jadi bisa FN, Baretta, atau lainnya. Tapi saya tidak bisa sebut mereknya," sambung Haka.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Regional
Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Regional
Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Regional
Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Regional
Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X