Tak Mau Pasang Bendera Merah Putih, Minimarket di Ngawi Ditutup Warga - Kompas.com

Tak Mau Pasang Bendera Merah Putih, Minimarket di Ngawi Ditutup Warga

Kontributor Madiun, Muhlis Al Alawi
Kompas.com - 15/08/2017, 21:46 WIB
Inilah minimarket yang berada di Jalan Raya PG Soedono Ngawi-Maospati, Desa Geneng, Kecamatan Geneng yang ditutup warga menyusul tidak ada satupun bendera merah putih atau umbul-umbul yang dikibarkan di lokasi untuk memperingati HUT RI ke-72, Selasa ( 15/8/2017). KOMPAS.com/Subandono Inilah minimarket yang berada di Jalan Raya PG Soedono Ngawi-Maospati, Desa Geneng, Kecamatan Geneng yang ditutup warga menyusul tidak ada satupun bendera merah putih atau umbul-umbul yang dikibarkan di lokasi untuk memperingati HUT RI ke-72, Selasa ( 15/8/2017).

NGAWI, KOMPAS.com — Kepala Desa Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Subandono memimpin warganya menutup satu minimarket yang berada di Jalan Raya PG Soedono Ngawi-Maospati, Desa Geneng, Kecamatan Geneng.

Penutupan ini menyusul tidak ada satupun bendera merah putih atau umbul-umbul yang dikibarkan. Padahal, menurut Subandono, memasang bendera merah putih menjelang perayaan HUT RI itu wajib bagi warga negara yang menghormati para pahlawan.

"Ketua RT dan warga sekitar sudah memperingatkan agar minimarket memasang bendera merah putih tapi tidak dihiraukan. Makanya saya pimpin langsung warga untuk menutup minimarket itu" ujar Subandono saat dihubungi Kompas.com, Selasa ( 15/8/2017) malam.

Subandono menyayangkan pemilik minimarket yang enggan memasang bendera merah putih. Kekecewaannya makin memuncak tatkala mengetahui karyawan minimarket itu belum memasang bendera merah putih karena belum ada perintah dari atasannya.

(Baca juga: Jernih Melihat Dunia: Mari Ikuti Upacara Bendera di Halaman Tempat Ibadah)

Sebenarnya, sambung Subandono, imbauan pemasangan bendera merah putih dan umbul-umbul sudah disampaikan jauh hari kepada manajemen minimarket tersebut.

Sesuai edaran Pemkab Ngawi, pemasangan bendera dilakukan sejak 24 Juli 2017 lantaran sekaligus memperingati hari jadi Kabupaten Ngawi.

"Begitu mendapat edaran itu saya beritahukan kepada warga dan mereka langsung membeli bendera dipasang di depan rumah masing-masing. Bahkan warga kami yang tinggal di pelosok karena rasa cinta tanah air juga memasang bendera merah putih, " tuturnya.

Subandono menjelaskan, tidak dipasangnya bendera merah putih menunjukkan pemiliknya tidak memiliki rasa cinta tanah air. Menurutnya, bila pemilik belum memerintahkan memasang bendera merah putih semestinya karyawannya patungan membeli bendera.

(Baca juga: Susur Sungai Bagi-bagi Bendera Merah Putih ke Warga)

"Tadi sempat kami tanya mengapa mereka belum pasang bendera merah putih. Alasannya menunggu pimpinan. Padahal mereka bisa patungan untuk membeli bendera tanpa harus menunggu perintah pimpinannya," kata Subandono.

Setelah ditutup warga, karyawan minimarket itu akhirnya memasang bendera merah putih. Ia mengharapkan peristiwa itu tak terulang lagi ke depannya. 

Sementara itu, Marketing Communication Executive Director PT Indomarco Prismatama, Gondo Sudjoni mengatakan, karyawan toko Indomaret Geneng 2 Ngawi telah memasang bendera Merah Putih di depan toko Indomaret dalam rangka memperingati HUT RI ke-72.

Bendera, sambung Gondo, telah terpasang sejak 1 Agustus 2017. Namun pada 14 Agustus 2017 jam 01.47 sesuai rekaman CCTV toko, bendera yang telah terpasang hilang diambil oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Esok harinya, pada tanggal 15 Agustus, jam 11.40 Indomaret Geneng 2 kedatangan Kepala Desa Geneng dan meminta agar toko ditutup karena tidak memasang bendera Merah Putih," ucapnya dalam rilis yang diterima Kompas.com, Kamis (17/8/2017).

Gondo mengatakan, saat itu karyawan toko telah memberikan penjelasan dan akan memasang lagi, namun pihak Kepala Desa tetap minta toko ditutup.Demi menjaga suasana agar tetap kondusif dan terkendali, toko ditutup sementara.

Permasalahan ini akhirnya diselesaikan dengan mediasi dari pihak kepolisian (polsek setempat), kepala desa, Babinsa, dan perwakilan karyawan Indomaret, sehingga toko kembali beroperasi pukul 12.45 dan langsung memasang bendera kembali.

Kompas TV Ditargetkan, nantinya pada 17 Agustus 2017, jumlah bendera yang terpasang telah mencapai angka 1.001.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisKontributor Madiun, Muhlis Al Alawi
EditorReni Susanti
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM