Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Empat PNS di Kabupaten Muna Terinfeksi HIV/AIDS

Kompas.com - 01/12/2014, 19:03 WIB
Kontributor Kendari, Kiki Andi Pati

Penulis

KENDARI, KOMPAS.com - Empat pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, terinfeksi HIV/AIDS. Data itu berdasarkan hasil pemantauan Komisi Penanggulan AIDS Provinsi Sultra. 

Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Raha dr Tutut Purwanto, Senin (1/12/2014), menjelaskan, berdasarkan data KPA Sultra, angka penderita HIV/AIDS di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) dari tahun ke tahun semakin meningkat. Tahun 2013, terdapat 17 orang penderita HIV/AIDS. Lalu tahun 2014 jumlahnya meningkat menjadi 26 orang dan empat di antaranya adalah pegawai negeri sipil (PNS).

Lanjut Tutut, Kabupaten Muna menempati urutan kedua tertinggi kasus HIV/AIDS setelah kota Kendari. Jumlah total penderita HIV/AIDS di Muna, kata Tutut, diketahui sejak 2007 mencapai 82 orang. Sebanyak 70 persen dari jumlah tersebut meninggal dunia dan sisanya tengah menjalani pengobatan. Rata-rata mereka berada di usia produktif, antara 20-50 tahun.

Dia menjelaskan, penyakit HIV/AIDS hingga kini belum ditemukan obatnya. Oleh sebab itu, yang bisa dilakukan adalah bentuk pencegahan untuk menghindari penularan virus mematikan tersebut.

"Kita mengingatkan bagi mereka yang sering merantau atau sering keluar daerah, rata-rata pemicu penularan virus HIV/AIDS, melalui hubungan intim dengan pasangan tak resmi (seks bebas) atau penggunaan narkotika," ujarnya saat membagi-bagikan bunga dalam rangka memperingati Hari AIDS sedunia, Senin.

Sementara itu, Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Muna, La Hasari menuturkan, dari total 26 penderita HIV/AIDS yang telah teridentifikasi, paling banyak berada di Kecamatan Lohia.

"Orang dengan penyakit AIDS, bukan untuk dijauhi. Virus HIV/AIDS menular dari hubungan seks, cairan tubuh seperti sperma, vagina dan ASI," tukasnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com