Selasa, 30 September 2014

News / Regional

Ayah Bayi Kembar Parasit Ingin Lihat Anaknya Tersenyum

Selasa, 24 September 2013 | 20:03 WIB
BANDUNG, KOMPAS.com - Aep Supriatna (36) sudah genap satu minggu tidak berjualan es cincau, sejak istrinya pecah air ketuban dan melahirkan bayi dengan kondisi mulut tersumpal bayi lainnya. Aep tidak menafkahi istri dan dua anaknya, karena harus menemani putra ketiganya yang terlahir tidak sempurna itu di ruang perawatan Neonatal Intensife Care Unit (NICU) RSHS Bandung.

"Sejak ada tanda-tanda istri mau melahirkan, saya nggak jualan. Ya, pasti tidak punya uang," kata Aep saat ditemui di ruang tunggu RSHS Bandung, Selasa (24/9/2013).

Untuk saat ini, Aep hanya bergantung dari keluarganya yang memberikan bantuan materi seadanya, untuk menghidupi anak dan istrinya yang menunggu di rumah. Sementara untuk kebutuhannya sehari-hari selama menemani putranya yang diberi nama Ginan Septian Nugraha di RSHS, Aep mengaku terpaksa meminjam sejumlah uang dari tetangga maupun temannya. "Tapi saya bilangnya pinjam dan pasti dikembalikan nanti," ujarnya lirih.

Beruntung, setelah ada pemberitaan tentang anaknya baik di media massa lokal maupun media nasional, Aep mengaku ada beberapa orang yang datang langsung secara sukarela memberikan sejumlah uang kepadanya.

"Tadi juga ada ibu-ibu yang lagi jenguk pasien (di RSHS), katanya dia beli koran, terus habis baca koran langsung minta ditunjukin satpam ke saya. Alhamdulillah masih ada yang peduli," ujar Aep malu-malu.

Pada dasarnya, Aep tidak berharap bantuan berupa materi tersebut diberikan langsung kepadanya. Yang penting, kata Aep, anak ketiganya itu bisa pulang dengan kondisi sehat, agar istrinya yang saat ini masih tergolek lemas akibat pendarahan saat melahirkan, bisa melihat Ginan tersenyum. "Saya ikhlas, yang penting anak saya bisa sehat," ujarnya.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Kontributor Bandung, Putra Prima Perdana
Editor : Farid Assifa