Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Di Tengah Isu Penyelewengan Dana Covid-19, Direktur RSUD Nunukan Mundur

Kompas.com - 22/02/2024, 04:43 WIB
Ahmad Dzulviqor,
Gloria Setyvani Putri

Tim Redaksi

NUNUKAN, KOMPAS.com - Direktur RSUD Nunukan, Kaltara, dr Dulman Sp.Og, mengundurkan diri dari jabatannya, terhitung 1 Februari 2024.

Pengunduran Dulman, ditindaklanjuti Bupati Nunukan, Asmin Laura Hafid melalui surat perintah Pelaksana Tugas (Plt) dengan nomor P/210/BKPSDM.800 yang keluar 13 Februari 2024.

Di dalam surat itu menunjuk Sabaruddin, Sekretaris Dinas Kesehatan Nunukan untuk sementara menggantikan posisi Dulman.

Baca juga: Kejari Sidik Dugaan Korupsi Dana Covid-19 di RSUD Nunukan, Kerugian Capai Rp 3 Miliar

"Pak Dulman resign karena ingin fokus pada pasiennya. Dia spesialis kandungan dan sangat merepotkan ketika dia harus mengurus rumah sakit dan pasien dalam waktu bersamaan," ujar Kepala Dinas Kesehatan Nunukan, Hj Miskia dikonfirmasi, Selasa (20/2/2024).

Miskia menegaskan, dr.Dulman sudah hampir 10 tahun menjabat sebagai direktur RSUD Nunukan.

Di sisi lain, dengan sikap humble dan jiwa sosialnya yang tinggi, pelayanannya sangat diharapkan para pasien, khususnya ibu ibu hamil.

"Jadi beliau ingin fokus di pelayanan masyarakat. Selain itu, beliau merasa sudah terlalu lama menjabat sebagai direktur juga," ujarnya lagi.

Mundurnya Dulman dari jabatannya, memunculkan opini negatif masyarakat, karena dilakukan saat perkara dugaan penyelewengan dana Covid-19 menjadi agenda pemeriksaan jaksa.

Kendati demikian, Miskia menegaskan, mundurnya Dulman, tidak ada hubungannya dengan perkara dugaan penyelewengan dana Covid-19 sebesar Rp 3 miliar yang bersumber dari BLUD Nunukan tahun anggaran 2021 - 2022.

"Ada juga agenda Pak Dulman mau sekolah spesialis ikut program kementrian kesehatan itu. Jadi alasan alasan beliau resign sama sekali tidak berhubungan dengan kasus yang sedang ramai diberitakan media," tegas Miskia.

Yakin tak terlibat

Apa yang dijelaskan Kadis Kesehatan, Miskia, diamini dr.Dulman. Ia memutuskan mundur dari jabatannya karena sudah merasa cukup lelah, dengan menjabat direktur RSUD Nunukan selama 9 tahun.

Dulman juga sangat yakin dirinya tidak terlibat dalam skandal dugaan penyelewengan dana Covid-19 dan penyalahgunaan wewenang, dengan asumsi kerugian Negara sebesar Rp 3 miliar, yang saat ini sudah masuk tahap penyidikan.

"Mungkin karena dilihat posisi saya direktur, maka ada muncul anggapan demikian. Saya rasa itu murni perbuatan bendahara. Kita selalu berfikiran positif saja, jadi meski secara administrasi uang keluar butuh tanda tangan direktur, tapi kasus yang sedang ramai saat ini beda. Tidak ada keterlibatan saya," tegasnya.

Dulman berharap, Pemda Nunukan segera menerbitkan SK Fungsional, agar ia segera mendapat haknya sebagai dokter spesialis kandungan.

"Saya mau istirahat saja dulu, fokus ke fungsional. Sudah sembilan tahun juga menjabat direktur RSUD. Saya berharap setelah mundur, Pemda menerbitkan SK fungsional agar saya bisa mendapat hak saya sebagai spesialis," kata dia.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Banjir Bandang di Muratara, Satu Warga Dilaporkan Hanyut

Banjir Bandang di Muratara, Satu Warga Dilaporkan Hanyut

Regional
Megawati Serahkan Amicus Curiae Terkait Sengketa Pilpres ke MK, Gibran: Saya Belum Baca

Megawati Serahkan Amicus Curiae Terkait Sengketa Pilpres ke MK, Gibran: Saya Belum Baca

Regional
Prakiraan Cuaca Pekanbaru Hari Ini Rabu 17 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Pekanbaru Hari Ini Rabu 17 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Regional
Ingin Maju Pilkada Sumbawa, Sekretaris PDI-P NTB Mundur dari Partai

Ingin Maju Pilkada Sumbawa, Sekretaris PDI-P NTB Mundur dari Partai

Regional
Dikejar Massa hingga ke Kantor Polisi, Mobil Pelaku Tabrak Lari Dirusak

Dikejar Massa hingga ke Kantor Polisi, Mobil Pelaku Tabrak Lari Dirusak

Regional
Pelaku yang Diduga Menembak Wanita di Kapuas Hulu hingga Tewas Ditangkap

Pelaku yang Diduga Menembak Wanita di Kapuas Hulu hingga Tewas Ditangkap

Regional
Arus Balik Melandai, 656.000 Pemudik dari Sumatera Telah Kembali ke Jawa

Arus Balik Melandai, 656.000 Pemudik dari Sumatera Telah Kembali ke Jawa

Regional
Kecelakaan Adu Banteng 2 Sepeda Motor Vs Pikap di Klaten, 2 Siswi SMA Tak Sadarkan Diri

Kecelakaan Adu Banteng 2 Sepeda Motor Vs Pikap di Klaten, 2 Siswi SMA Tak Sadarkan Diri

Regional
Perampokan Bersenjata Api di Toko Emas Blora, Polda Jateng Turun Tangan

Perampokan Bersenjata Api di Toko Emas Blora, Polda Jateng Turun Tangan

Regional
Ada Diskon Tarif Tol Tangerang-Merak 20 Persen Hari Ini

Ada Diskon Tarif Tol Tangerang-Merak 20 Persen Hari Ini

Regional
Pastikan Layanan Optimal Usai Libur Lebaran, Pj Walkot Tangerang Nurdin Kunjungi Puskesmas Cipondoh

Pastikan Layanan Optimal Usai Libur Lebaran, Pj Walkot Tangerang Nurdin Kunjungi Puskesmas Cipondoh

Regional
Pria Ini Menantang Direktur Narkoba Polda Riau di TikTok, Besoknya Langsung Ditangkap

Pria Ini Menantang Direktur Narkoba Polda Riau di TikTok, Besoknya Langsung Ditangkap

Regional
Erupsi Gunung Ruang, Ketinggian Asap Capai 2.500 Meter dari Puncak

Erupsi Gunung Ruang, Ketinggian Asap Capai 2.500 Meter dari Puncak

Regional
Pengerukan Pasir Laut di Bangka Terkendala Biaya

Pengerukan Pasir Laut di Bangka Terkendala Biaya

Regional
7 Gunungan Ketupat dan Jajanan Simbol Kerukunan Warga Pamot Saat Syawalan

7 Gunungan Ketupat dan Jajanan Simbol Kerukunan Warga Pamot Saat Syawalan

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com