Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gara-gara Satu Pemilih Tidak Terdaftar, TPS di Rangkasbitung Gelar PSU

Kompas.com - 21/02/2024, 10:53 WIB
Acep Nazmudin,
Reni Susanti

Tim Redaksi

LEBAK, KOMPAS.com - Satu tempat pemungutan suara (TPS) di Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, mengulang pencoblosan karena kesalahan prosedur.

Pemungutan Suara Ulang (PSU) digelar di TPS 10, Kampung Dukuh, Rangkasbitung Barat, Selasa (20/2/2024).

Koordinator Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Lebak Ade Jurkoni mengatakan, PSU harus dilakukan di TPS ini karena ada pemilih yang tidak terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT) maupun daftar pemilih tambahan (DPTb) untuk mencoblos.

Baca juga: 2 PSU di Kota Serang Banten Diundur gara-gara Logistik Belum Siap

Karena beda domisili, pemilih tersebut sebetulnya tidak memiliki undangan untuk mencoblos di TPS 10. Namun, diduga ada permintaan dari tokoh setempat, sehingga diizinkan petugas.

“Ada kesalahan prosedur dilakukan kawan-kawan, sebetulnya sudah menaati peraturan kami tapi ada beberapa hal dilakukan tanpa kesengajaan,” kata Ade di Rangkasbitung, Rabu (21/2/2024).

PSU kemudian digelar dengan mencoblos empat jenis surat suara yakni Presiden RI, DPR RI, DPD RI, dan DPRD Provinsi Banten.

Baca juga: 4 TPS di Lamongan Gelar PSU Hari Ini

Pelaksanaan PSU tersebut, sambung Ade, berjalan lancar dengan angka partisipasi mencapai 70 persen dari total DPT 188 pemilih.

Ade mengatakan, saat ini ada satu TPS yang menggelar PSU di Kabupaten Lebak. Jumlah tersebut menurun dari Pemilu 2019 lalu di mana terdapat 4 TPS.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

ASDP Catat, 448.514 Penumpang dari Sumatera Belum Kembali ke Jawa

ASDP Catat, 448.514 Penumpang dari Sumatera Belum Kembali ke Jawa

Regional
26.000 Orang Kunjungi Wisata Lawang Sewu Semarang

26.000 Orang Kunjungi Wisata Lawang Sewu Semarang

Regional
Pj Gubernur Banten Terbitkan SE soal WFH Usai Libur Lebaran

Pj Gubernur Banten Terbitkan SE soal WFH Usai Libur Lebaran

Regional
KDRT di Magelang, Istri Dianiaya Suami, 2 Anaknya Histeris

KDRT di Magelang, Istri Dianiaya Suami, 2 Anaknya Histeris

Regional
Identitas Mayat Perempuan dengan Wajah Tertutup Plastik Terungkap, Korban Warga Karanganyar

Identitas Mayat Perempuan dengan Wajah Tertutup Plastik Terungkap, Korban Warga Karanganyar

Regional
Polisi Dalami Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Palembang

Polisi Dalami Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Palembang

Regional
Walhi Bengkulu: Hentikan Rencana Penambangan Emas di Kabupaten Seluma

Walhi Bengkulu: Hentikan Rencana Penambangan Emas di Kabupaten Seluma

Regional
Warga Mukomuko Diancam Bui 3 Bulan jika Lepas Hewan Ternak ke Jalan

Warga Mukomuko Diancam Bui 3 Bulan jika Lepas Hewan Ternak ke Jalan

Regional
Suami, Istri, dan 2 Anaknya Ditemukan Tewas di Mobil Terjebak Lumpur di Jambi

Suami, Istri, dan 2 Anaknya Ditemukan Tewas di Mobil Terjebak Lumpur di Jambi

Regional
TNI AU Sediakan Pesawat Gratis untuk Prajurit AU Kembali ke Perbatasan

TNI AU Sediakan Pesawat Gratis untuk Prajurit AU Kembali ke Perbatasan

Regional
Cerita Penumpang Terpaksa Menginap di Terminal Purwokerto karena Bus Telat akibat Terjebak Macet

Cerita Penumpang Terpaksa Menginap di Terminal Purwokerto karena Bus Telat akibat Terjebak Macet

Regional
Urai Macet Ajibarang, Polisi Terapkan Pengalihan Arus dan 'One Way'

Urai Macet Ajibarang, Polisi Terapkan Pengalihan Arus dan "One Way"

Regional
Puncak Kunjungan Wisatawan di Demak Diprediksi 16 April, Obyek Wisata Religi Jadi Fokus Pengamanan

Puncak Kunjungan Wisatawan di Demak Diprediksi 16 April, Obyek Wisata Religi Jadi Fokus Pengamanan

Regional
Libur Lebaran 2024, 17.000 Wisatawan Melancong ke Sabang

Libur Lebaran 2024, 17.000 Wisatawan Melancong ke Sabang

Regional
Penangkapan Buronan Kasus Pembakaran Rumah, Mobil Polisi Malah Dirusak Warga

Penangkapan Buronan Kasus Pembakaran Rumah, Mobil Polisi Malah Dirusak Warga

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com