Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dilarang Berhenti di Jalur Merah Erupsi Lewotobi!

Kompas.com - 19/01/2024, 10:52 WIB
Serafinus Sandi Hayon Jehadu,
Aloysius Gonsaga AE

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Polisi mengimbau pengguna jalan yang melintas di ruas jalan trans Flores Larantuka-Maumere tepatnya di Desa Dulipali, Kecamatan Ilebura, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), tidak berhenti dengan alasan apapun.

Kasat Lantas Polres Flores Timur, Iptu Lorensius Dalu Daton, menjelaskan, sesuai rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Desa Dulipali masuk wilayah zona berbahaya dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.

Baca juga: Gunung Lewotobi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 2 Kilometer

PVMBG juga melaporkan awan panas guguran dari gunung api setinggi 1.584 meter dari permukaan laut (mdpl) mengarah ke desa tersebut.

"Desa Dulipali masuk dalam zona berbahaya maka kami mengimbau pengendara roda dua maupun roda empat untuk tidak berhenti di sepanjang jalan tersebut untuk mengambil gambar situasi Gunung Lewotobi," ujar Lorensius di Wulanggitang, Jumat (19/1/2024).

Lorensius menerangkan, panjang ruas jalan trans Maumere-Larantuka yang melintasi Desa Dulipali sekitar dua kilometer.

Apabila kemudian kondisi semakin buruk dan ada rekomendasi lanjutan dari PVMBG, maka jalur tersebut akan ditutup.

"Pengendara akan kami arahkan melewati jalan alternatif yaitu jalur pantai utara Nebe-Wairunu," pungkas Lorensius.

Baca juga: Wilayah Terdampak Erupsi Lewotobi Meluas hingga 8 Desa

Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Ile Lewotobi Laki-laki Gunung Lewotobi Laki-laki mencatat, gunung itu kembali erupsi disertai luncuran awan panas guguran sejauh 2.000 meter atau 2 km ke arah utara, Jumat (19/1/2024) pukul 10.08 Wita.

Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 47.3 mm dan durasi kurang lebih 1 menit 6 detik. Namun tinggi kolom abu tidak teramati.

Warga sekitar maupun wisatawan diimbau tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki dan sektoral 6 kilometer ke arah utara dan timur laut.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

KPU Karawang Polisikan Pembuat SK Palsu Caleg Terpilih

KPU Karawang Polisikan Pembuat SK Palsu Caleg Terpilih

Regional
Diduga Lecehkan Santri, Ponpes di Sekotong Lombok Dirusak Warga

Diduga Lecehkan Santri, Ponpes di Sekotong Lombok Dirusak Warga

Regional
Didorong Maju Pilkada, Rumah Petani di Brebes Digeruduk Ribuan Warga

Didorong Maju Pilkada, Rumah Petani di Brebes Digeruduk Ribuan Warga

Regional
Kaget Ada Motor yang Melintas, Truk di Semarang Tabrak Jembatan Penyeberangan Orang

Kaget Ada Motor yang Melintas, Truk di Semarang Tabrak Jembatan Penyeberangan Orang

Regional
Tawuran Pelajar SMK di Jalan Raya Bogor, Satu Tewas akibat Luka Tusukan

Tawuran Pelajar SMK di Jalan Raya Bogor, Satu Tewas akibat Luka Tusukan

Regional
Kunjungi Banyuwangi, Menhub Siap Dukung Pembangunan Sky Bridge

Kunjungi Banyuwangi, Menhub Siap Dukung Pembangunan Sky Bridge

Regional
Berlayar Ilegal ke Australia, 6 Warga China Ditangkap di NTT

Berlayar Ilegal ke Australia, 6 Warga China Ditangkap di NTT

Regional
Video Viral Diduga Preman Acak-acak Salon di Serang Banten, Pelaku Marah Tak Diberi Uang

Video Viral Diduga Preman Acak-acak Salon di Serang Banten, Pelaku Marah Tak Diberi Uang

Regional
Tawuran 2 Kampung di Magelang, Pelaku Kabur, Polisi Amankan 5 Motor

Tawuran 2 Kampung di Magelang, Pelaku Kabur, Polisi Amankan 5 Motor

Regional
Dua Dekade Diterjang Banjir Rob, Demak Rugi Rp 30 Triliun

Dua Dekade Diterjang Banjir Rob, Demak Rugi Rp 30 Triliun

Regional
Rektor Universitas Riau Cabut Laporan Polisi Mahasiwa yang Kritik UKT

Rektor Universitas Riau Cabut Laporan Polisi Mahasiwa yang Kritik UKT

Regional
Pembuang Bayi di Semarang Tinggalkan Surat di Ember Laundry, Diduga Kenali Saksi

Pembuang Bayi di Semarang Tinggalkan Surat di Ember Laundry, Diduga Kenali Saksi

Regional
Pencuri Kain Tenun Adat di NTT Ditembak Polisi Usai 3 Bulan Buron

Pencuri Kain Tenun Adat di NTT Ditembak Polisi Usai 3 Bulan Buron

Regional
Duel Maut 2 Residivis di Temanggung, Korban Tewas Kena Tusuk

Duel Maut 2 Residivis di Temanggung, Korban Tewas Kena Tusuk

Regional
Tungku Peleburan di Pabrik Logam Lampung Meledak, 3 Pekerja Alami Luka Bakar Serius

Tungku Peleburan di Pabrik Logam Lampung Meledak, 3 Pekerja Alami Luka Bakar Serius

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com