Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jokowi Sebut Persemaian Bibit di Mentawir Selain Tanam di IKN, Juga di Bekas Lubang Tambang

Kompas.com - 22/09/2023, 16:46 WIB
Zakarias Demon Daton,
Khairina

Tim Redaksi

SEPAKU, KOMPAS.com - Presiden Jokowi menyebutkan persemaian bibit pohon yang ada di Mentawir, Sepaku, Kaltim digunakan untuk menghijaukan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan sekitarnya, termasuk pemulihan lahan atau reklamasi pasca tambang.

"Ini menunjukkan komitmen kuat kita bahwa kita memang ingin memperbaiki lingkungan, memang ingin merehabilitasi," ungkap Jokowi usai meninjau lokasi persemian bibit di Mentawir, Kamis (21/9/2023).

Baca juga: Jokowi Sebut Persemaian Mentawir di IKN Produksi 20 Juta Bibit Per Tahun

Jokowi mengatakan saat ini sudah ada Peraturan Menteri (Permen) ESDM yang mengatur setiap perusahaan tambang di Tanah Air harus memiliki pusat persemaian.

Hal itu guna mendorong agar pemulihan terhadap lingkungan yang rusak wajib dilakukan.

"Intinya kita ingin memperbaiki lingkungan, merehabilitasi hutan, baik hutan alam, hutan yang rusak, tropical rain forest yang rusak, hutan mangrove yang perlu direhabilitasi, semua kita kerjakan," terang Jokowi.

Baca juga: Tinjau Kantor Presiden di IKN, Jokowi Secara Simbolis Pasang Modul Garuda dari Kuningan

Di lokasi persemaian Mentawir akan ada 15 juta bibit tanaman yang diproduksi tiap tahunnya.

Jutaan bibit tanaman itu akan ditanam selain di IKN, juga di lubang bekas tambang yang tak direklamasi di sekitar IKN. Salah satunya di Desa Mentawir.

Saat meninjau persemaian Mentawir, Jokowi menyebut jutaan bibit tanaman yang disemai mulai tumbuh membesar dan siap ditanam.

Untuk teknis penanaman di lokasi IKN, akan diatur oleh Kementerian Kehutanan, KLHK dan Otorita IKN.

Penanaman bibit pohon itu akan dilakukan dalam waktu dekat, sambil menunggu curah hujan yang akan turun di IKN.

"Kalau nanti awal hujan sudah dateng nanti dibawa ke sana. Ini sudah jutaan yang sudah siap," tutur Jokowi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com