Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Palsukan Merek Celana Jeans, Warga Pekalongan Terancam 1 Tahun Penjara dan Denda Rp 50 Juta

Kompas.com - 15/05/2024, 06:30 WIB
Ari Himawan Sarono,
Sari Hardiyanto

Tim Redaksi

PEKALONGAN,KOMPAS.com - Asrori (51), warga Desa Langkap, Kedungwuni Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah, terancam hukuman 1 tahun penjara dan denda Rp 50 juta.

Pelaku nekad memalsukan celana jeans merek Cardinal yang melanggar Pasal 100 ayat (1) atau Pasal 100 ayat (2) Undang Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek Dan Indikasi Geografis.

Terdakwa kini sudah menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Pekalongan.

Baca juga: 10 Kasus Korupsi dengan Kerugian Negara Terbesar di Indonesia

Jaksa Fungsional selaku Penuntut Umum Eko Hertanto mengatakan, terdakwa kasus pemalsuan merek jeans sudah menjalani sebanyak 9 kali persidangan.

"Tuntutan penjara 1 tahun, kemudian denda Rp 50 juta, namun jika tidak mampu membayarnya diganti kurungan 6 bulan," kata Eko, Selasa (14/5/2024).

Terungkapnya Asrori sebagai pelaku pemalsuan merek celana jeans berawal dari produsen resmi yang mengalami pengurangan penjualan di wilayah Pekalongan.

Kemudian PT. Multi Garmenjaya melaporkan ke polisi tentang adanya peredaran celana jeans merek Cardinal palsu di wilayah Kabupaten Pekalongan pada Desember 2023 lalu.

"Kami merasa curiga karena omset penjualan celana jeans produk kami grafiknya menurun drastis," ujar Staf Ahli PT Multi Garmenjaya Indonesia, Sufiyanto.

Baca juga: Berapa Lama Celana Jeans Bisa Dipakai Sebelum Dicuci?


Baca juga: 6 Cara Mencuci Jeans yang Benar agar Tetap Awet

Produksi dilakukan di rumah terdakwa

Kasat Reskrim Polres Pekalongan AKP Isnovim menyebutkan, berawal dari laporan tersebut, pihaknya penyelidikan.

Polisi mendapatkan informasi bahwa di sekitar Kecamatan Kedungwuni terdapat produksi celana jeans merek cardinal.

Petugas langsung mendatangi rumah yang diduga untuk membuat celana panjang merek Cardinal tersebut pada saat petugas mendatangi rumah pelaku didapati sedang melakukan finising celana panjang.

Baca juga: Ada Kantong Kecil di Dalam Saku Celana Jeans, Apa Fungsinya?

Kemudian dilakukan interogasi awal dan memang benar pelaku membuat celana panjang merek Cardinal dan di rumahnya ditemukan celana panjang merek Cardinal palsu sebanyak 408 potong.

Selanjutnya pelaku berserta barang bukti dibawa ke Polres Pekalongan guna proses penyidikan lebih lanjut.

"Berkas perkara pemalsuan jeans sudah kami limpahkan ke Kejaksaan," kata Kasat reskrim Polres Pekalongan AKP Isnovim.

Baca juga: Sejarah dan Asal Mula Terciptanya Celana Jeans

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Detik-detik Satu Warga Purworejo Terseret Ombak Genjik hingga Hilang

Detik-detik Satu Warga Purworejo Terseret Ombak Genjik hingga Hilang

Regional
Usai Rakernas, PDI-P Purworejo Buka Pendaftaran Cabup dan Cawabup

Usai Rakernas, PDI-P Purworejo Buka Pendaftaran Cabup dan Cawabup

Regional
Gunung Marapi Meletus Lagi dan Lontarkan Abu Setinggi 1 Kilometer

Gunung Marapi Meletus Lagi dan Lontarkan Abu Setinggi 1 Kilometer

Regional
Prakiraan Cuaca Balikpapan Hari Ini Minggu 26 Mei 2024, dan Besok : Pagi ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Balikpapan Hari Ini Minggu 26 Mei 2024, dan Besok : Pagi ini Hujan Ringan

Regional
Prakiraan Cuaca Batam Hari Ini Minggu 26 Mei 2024, dan Besok : Pagi ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Batam Hari Ini Minggu 26 Mei 2024, dan Besok : Pagi ini Hujan Ringan

Regional
Prakiraan Cuaca Morowali Hari Ini Minggu 26 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Petir

Prakiraan Cuaca Morowali Hari Ini Minggu 26 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Petir

Regional
Identitas Jasad di Sungai Semarang Diketahui, Korban Berusaha Bunuh Diri 3 Kali

Identitas Jasad di Sungai Semarang Diketahui, Korban Berusaha Bunuh Diri 3 Kali

Regional
Prakiraan Cuaca Pekanbaru Hari Ini Minggu 26 Mei 2024, dan Besok : Siang ini Berawan Tebal

Prakiraan Cuaca Pekanbaru Hari Ini Minggu 26 Mei 2024, dan Besok : Siang ini Berawan Tebal

Regional
Cekcok Usai Pesta Miras, Kakak Bacok Adik Kandung Pakai Parang di NTT

Cekcok Usai Pesta Miras, Kakak Bacok Adik Kandung Pakai Parang di NTT

Regional
[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Kilang Pertamina di Balikpapan Terbakar | Nama Program 'Makan Siang Gratis' Diubah

[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Kilang Pertamina di Balikpapan Terbakar | Nama Program "Makan Siang Gratis" Diubah

Regional
Prakiraan Cuaca Manado Hari Ini Minggu 26 Mei 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Sedang

Prakiraan Cuaca Manado Hari Ini Minggu 26 Mei 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Sedang

Regional
Cycling de Jabar 2024 Makin Populer, Upaya Menumbuhkan Pariwisata dan Ekonomi Lokal

Cycling de Jabar 2024 Makin Populer, Upaya Menumbuhkan Pariwisata dan Ekonomi Lokal

Regional
Detik-detik Buronan Tewas Ditembak Polisi di Pekanbaru

Detik-detik Buronan Tewas Ditembak Polisi di Pekanbaru

Regional
Terekam CCTV, Pengendara Motor di Purwakarta Terlindas Truk Saat Ditilang Polisi

Terekam CCTV, Pengendara Motor di Purwakarta Terlindas Truk Saat Ditilang Polisi

Regional
Cerita Tambal Ban di Pamekasan Bisa Naik Haji, Daftar dari 2011

Cerita Tambal Ban di Pamekasan Bisa Naik Haji, Daftar dari 2011

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com