Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BMKG: 4 Wilayah di Sumsel Terancam Alami Kekeringan, Ini Daftarnya

Kompas.com - 14/09/2023, 16:39 WIB
Aji YK Putra,
Gloria Setyvani Putri

Tim Redaksi

PALEMBANG, KOMPAS.com - Empat wilayah di Sumatera Selatan terancam akan mengalami kekeringan karena diperkirakan tidak akan diguyur hujan selama 60 hari ke depan.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG ) Sumatera Selatan mencatat, lokasi empat wilayah yang terancam mengalami kekeringan itu berada di Kecamatan Merapi Barat, Merapi Selatan dan Merapi Timur, Kabupaten Lahat. Daerah ini diprediksi tidak akan turun hujan selama 21 hari.

Kemudian, Kecamatan Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) diprediksi 40 hari tanpa hujan, lalu Kecamatan Celikah, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) diperkirakan 60 hari tanpa hujan, serta Kecamatan Buay Madang, Kecamatan OKU Timur diprediksi 47 hari tanpa hujan.

Baca juga: Kekeringan, Peternak di Semarang Kesulitan Mendapatkan Rumput untuk Pakan Sapi

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan Wandayantolis menerangkan, empat wilayah itu terancam mengalami kekeringan meteorologis akibat berkurangnya pasokan air.

Selain itu, potensi kebakaran pun menjadi meningkat karena semak dan lahan mengalami kekeringan sehingga mudah terbakar.

Sehingga, ia pun meminta masyarakat untuk tetap waspada dampak dari kekeringan meteorologis tersebut.

“Musim kemarau tahun ini hampir sama dengan kondisi 2015 dan 2019 artinya perlu kita antisipasi El Nino melemah. Kondisi udaranya cukup kering,” kata Wandayantolis, Kamis (14/9/2023).

Hasil prakiraan cuaca, Sumatera Selatan baru akan diguyur hujan pada awal Oktober mendatang dan terus terjadi hingga November. Curah hujan tahun ini memang lebih lambat dibandingkan tahun lalu karena dampak dari El Nino.

Baca juga: 8.002 Jiwa di 3 Kecamatan di Sukoharjo Terdampak Kekeringan Akibat Kemarau Panjang

“Untuk Oktober diprediksi sudah turun hujan walaupun intensitasnya belum normal,”ujarnya.

Puncak musim hujan biasanya berlangsung di Januari dan Februari. Dalam periode itu, hujan baru akan berlangsung normal.

“Ada beberapa daerah yang diprediksi mengalami curah hujan yang lebih tinggi atau lebih rendah dibandingkan biasanya,”jelas Wandayantolis.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com