Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Motif Pelecehan Payudara di Purworejo, Pelaku Ingin Menikah tapi Belum Kesampaian

Kompas.com - 05/04/2023, 19:14 WIB
Bayu Apriliano,
Dita Angga Rusiana

Tim Redaksi

PURWOREJO, KOMPAS.com - Pelaku pelecehan payudara yang belakangan meresahkan warga di Purworejo tertangkap polisi. Setelah diselidiki, motif pelaku ternyata untuk kepuasan batin. Hal itu dilakukan karena pelaku ingin segera menikah namun tak kunjung terlaksana.

Setelah dilakukan interogasi, pelaku yang diketahui bernama MI (28) mengaku melakukan tindakan tersebut karena ingin menarik perhatian wanita.

"Untuk motifnya, yang bersangkutan mengakui terdesak kebutuhan biologis karena ingin menikah belum kesampaian," ujar Kasi Humas Kepolisian Resor Purworejo AKP Yuli Monasoni, di Mapolres Purworejo pada Rabu (5/4/2023).

Baca juga: Pelecehan Payudara di Purworejo Makan 5 Korban, Pelaku Ditangkap

Yuli menambahkan, dari hasil pemeriksaan, pelaku melakukan aksinya berulang kali. Bahkan pelaku juga menyasar anak-anak sekolah.

"Kami masih mendalami kasus ini dan meminta masyarakat yang menjadi korban atau mengetahui kejadian serupa agar segera melapor ke pihak kepolisian," Kata Yuli

Dia mengatakan pihaknya akan terus melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus ini.

"Pelaku akan dijerat dengan pasal 281 KUHP tentang pelecehan seksual," ujar Yuli.

Dalam kasus ini, pihak kepolisian telah menerima laporan dari tiga korban. Polisi mengimbau masyarakat untuk melapor jika menjadi korban pelaku.

"Kami akan terus berupaya untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, serta menindak tegas pelaku kejahatan seksual seperti ini," pungkas Yuli

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Sumbangkan Gaji, Bripka Nasrul Buka Lahan Tidur untuk Bantu Warga di Perbatasan RI-Timor Leste

Sumbangkan Gaji, Bripka Nasrul Buka Lahan Tidur untuk Bantu Warga di Perbatasan RI-Timor Leste

Regional
Konflik BLN Vs Warga Papua Terkait Hutan Adat, Kapolres Salatiga: Dua Kali Mediasi Belum Sepakat

Konflik BLN Vs Warga Papua Terkait Hutan Adat, Kapolres Salatiga: Dua Kali Mediasi Belum Sepakat

Regional
Diduga Terima Gratifikasi, Direktur di Bank Blora Artha Dipecat

Diduga Terima Gratifikasi, Direktur di Bank Blora Artha Dipecat

Regional
 Golkar Yakin Usung Jendral Luthfi 'Nyagub' di Pilkada Jateng

Golkar Yakin Usung Jendral Luthfi "Nyagub" di Pilkada Jateng

Regional
Siswi SD di Baubau Dicabuli 26 Pria, Pelaku Belum Ditangkap

Siswi SD di Baubau Dicabuli 26 Pria, Pelaku Belum Ditangkap

Regional
Nonton Laga Perdana Piala AFF U-16, Gibran Datang di Babak Kedua

Nonton Laga Perdana Piala AFF U-16, Gibran Datang di Babak Kedua

Regional
Anggota Satpol PP Pekanbaru Peras Nenek-nenek Rp 3 Juta

Anggota Satpol PP Pekanbaru Peras Nenek-nenek Rp 3 Juta

Regional
2 Inovasi Kemenag 2024: Aplikasi Kawal Haji dan Skema Murur

2 Inovasi Kemenag 2024: Aplikasi Kawal Haji dan Skema Murur

Regional
Penjinak Bom Polda Babel Hancurkan Mortir Aktif Amunisi Kapal Perang

Penjinak Bom Polda Babel Hancurkan Mortir Aktif Amunisi Kapal Perang

Regional
Karantina Lampung Gagalkan Pengiriman 198 Burung Dilindungi

Karantina Lampung Gagalkan Pengiriman 198 Burung Dilindungi

Regional
Pengurus Penyeberangan Protes Sterilisasi Pelabuhan, ASDP Bersuara

Pengurus Penyeberangan Protes Sterilisasi Pelabuhan, ASDP Bersuara

Regional
Terungkap, Kasus Prostitusi Anak di Bawah Umur di Tanjungpinang

Terungkap, Kasus Prostitusi Anak di Bawah Umur di Tanjungpinang

Regional
Lagi, Anak Penyanyi Dangdut Lilis Karlina Ditangkap karena Edarkan Narkoba, Baru 5 Bulan Bebas

Lagi, Anak Penyanyi Dangdut Lilis Karlina Ditangkap karena Edarkan Narkoba, Baru 5 Bulan Bebas

Regional
Ternyata Siswa SMK yang Tewas di OKU Timur Dibunuh Pacarnya, Motif Cemburu

Ternyata Siswa SMK yang Tewas di OKU Timur Dibunuh Pacarnya, Motif Cemburu

Regional
Oknum Polisi di Sumbawa Diduga Cabuli Anak Kandung Sejak Kelas 6 SD

Oknum Polisi di Sumbawa Diduga Cabuli Anak Kandung Sejak Kelas 6 SD

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com