Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

[POPULER NUSANTARA] Kasus Perempuan Diduga Pedofil di Jambi | Perbuatan Asusila Kepsek di Semarang

Kompas.com - 10/02/2023, 06:00 WIB
Riska Farasonalia

Editor

KOMPAS.com - Polisi mengungkap fakta baru terkait kasus pelecehan seksual terhadap 17 anak di Jambi yang dilakukan oleh seorang perempuan berinisial NT (20).

Ternyata pelaku yang telah ditetapkan tersangka itu memaksa dua anak laki-laki untuk berhubungan badan dengannya.

Berita tersebut mendapat sorotan pembaca Kompas.com hingga menjadi populer di urutan pertama.

Selain itu, ada juga berita terkait viralnya unggahan di media sosial Twitter yang menyebut Kepala Sekolah SDN Sambungharjo 01, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, melakukan perbuatan asusila di dalam ruangan kerjanya.

Dalam unggahan Twitter, akun @MissMegha1717 menceritakan bahwa oknum kepala sekolah tersebut melakukan perselingkuhan di area sekolah.

Adapun lima berita populer dirangkum Kompas.com pada Kamis (9/2/2023) sebagai berikut:

1. Kasus Perempuan Diduga Pedofil di Jambi

NT (20), ibu muda tersangka pelecehan seksual 17 anak di bawah umur di Jambi jalani pemeriksaan kejiwaan di RSJ, Selasa (7/2/2023). Polisi menemukan puluhan film dewasa di handphone pelaku yang digunakan untuk merangsang para korban sebelum diminta berbuat asusila. Tribunjambi.com/Aryo Tondang NT (20), ibu muda tersangka pelecehan seksual 17 anak di bawah umur di Jambi jalani pemeriksaan kejiwaan di RSJ, Selasa (7/2/2023). Polisi menemukan puluhan film dewasa di handphone pelaku yang digunakan untuk merangsang para korban sebelum diminta berbuat asusila.

Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa tersangka pelaku pelecahan seksual 17 anak di Jambi, NT (20) memaksa dua anak laki-laki berhubungan badan dengannya.

Fakta baru tersebut disampaikan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jambi, Kombes Pol Andri Ananta.

Andri mengungkapkan bahwa anak laki-laki yang dipaksa berhubungan badan dengan NT ada dua orang, berusia 12 tahun dan 14 tahun Sebelum dipaksa melakukan persetubuhan, dua anak laki-laki itu dipaksa pelaku untuk menonton film dewasa terlebih dahulu.

Persetubuhan itu dilakukan di kamar pribadi NT.

"Jadi, ada dua korban dipaksa berhubungan badan, diawali dengan korban dirangsang dengan menonton film dewasa," kata Andri, dikutip dari Tribunjambi.com, Rabu (8/2/2023).

Ada 17 anak yang jadi korban pelecehan Andri mengatakan ada 17 anak yang menjadi korban pelecahan NT yang terdiri dari 11 anak laki-laki dan 6 anak perempuan.

Baca selengkapnya: Kasus Perempuan Diduga Pedofil di Jambi, 2 Anak Laki-laki Dipaksa Berhubungan dengan Pelaku, Ada yang Usia 12 Tahun

2. Perbuatan Ausila Oknum Kepsek di Semarang

Ilustrasi pelecehan seksual.Shutterstock/Yupa Watchanakit Ilustrasi pelecehan seksual.

Viral unggahan di media sosial Twitter yang menyebut Kepala Sekolah SDN Sambungharjo 01, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, melakukan perbuatan asusila di dalam ruangan kerjanya.

Dalam unggahan Twitter, akun @MissMegha1717 menceritakan bahwa oknum kepala sekolah tersebut melakukan perselingkuhan di area sekolah.

Menanggapi hal itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Semarang Suwarto mengatakan, kasus tersebut saat ini sedang diproses.

"Saat ini sedang ditangani bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kota Semarang," jelasnya saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (9/2/2023).

Sampai saat ini, dia belum mengetahui perkembangan kasus tersebut.

Soal status oknum Kepala Sekolah SDN Sambungharjo masih menunggu hasil keputusan GTK.

Baca selengkapnya: Viral Oknum Kepsek di Semarang Diduga Melakukan Perbuatan Asusila di Sekolah

3. Alasan Gempa di Turkiye Paling Ditakuti Para Ahli Gempa

Ilustrasi gempa.SHUTTERSTOCK/Andrey VP Ilustrasi gempa.

Pakar Gempa Institut Teknologi Bandung (ITB) mengungkapkan, gempa di Turkiye paling ditakuti para ahli gempa.

Termasuk gempa yang terjadi paling anyar. Gempa berkekuatan magnitudo 7,8 mengguncang Turkiye, Senin (6/2/2023) sekitar pukul 04.14 waktu setempat.

Pusat gempa berada di daerah Turkiye Selatan dengan kedalaman 11 km yang memicu tsunami kecil dengan ketinggian tsunami setinggi 30 cm di Erdemli.

Sumber gempa tersebut merupakan pembangkit tenaga (generator) gempa dahsyat di daratan Turkiye.

Dekan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB Irwan Meilano menjelaskan, terdapat 4 alasan gempa Turkiye bersifat merusak.

Gempa Turkiye yang sekarang merupakan gempa terbesar di Turkiye setelah gempa dahsyat sebelumnya pada Desember 1939 yang berkekuatan M 7,8 di timur laut Turkiye, dekat jalur Sesar Anatolia Utara,” ucap pakar gempa dari ITB itu dalam rilisnya, Kamis (9/2/2023).

Baca selengkapnya: Ternyata Gempa di Turkiye Paling Ditakuti Para Ahli Gempa, ITB Ungkap Alasannya

4. GP Mania Bubarkan Diri

Deklarasi Sahabat Ganjar Pranowo di Semarang, Kamis (28/10/2021).KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA Deklarasi Sahabat Ganjar Pranowo di Semarang, Kamis (28/10/2021).

Dibubarkannya kelompok relawan Ganjar Pranowo (GP) Mania disebut tak akan membuat elektabilitas orang nomor satu di Jawa Tengah (Jateng) tersebut tergerus.

Seperti diketahui, kelompok relawan GP Mania dikabarkan bakal dibubarkan secara resmi pada Kamis (9/2/2023) di Jakarta.

Ketua relawan Sahabat Ganjar Jawa Tengah, Parikesit Sosrodihardjo turut berkomentar soal pembubaran salah satu relawan Ganjar Pranowo tersebut.

"Soal relawan yang membubarkan diri, khususnya di Jateng tidak ada pengaruhnya sama sekali untuk dukungan terhadap Pak Ganjar Pranowo," jelasnya kepada Kompas.com, Kamis (9/2/2023).

Menurutnya dengan mundurnya GP Mania, relawan Ganjar Pranowo akan menjadi lebih solid.

Parikesit menilai perwakilan GP Mania banyak mengeluarkan pernyataan yang kontradiktif.

"Saatnya kita waspada adanya penyusup yang akan mengadu domba kita sesama relawan," ujar dia.

Baca selengkapnya: GP Mania Bubarkan Diri, Ketua Sahabat Ganjar Jateng Singgung soal Relawan Bunglon

5. Duka Orangtua WNI yang Tewas akibat Gempa Turkiye

Bangunan yang hancur akibat gempa Turki atau Turkiye di Malatya, Selasa (7/2/2023). Tim SAR terus berupaya menyelamatkan dan mencari para korban gempa di Turki dan Suriah bermagnitudo 7,8 yang mengguncang pada Senin (6/2/2023).AP PHOTO/EMRAH GUREL Bangunan yang hancur akibat gempa Turki atau Turkiye di Malatya, Selasa (7/2/2023). Tim SAR terus berupaya menyelamatkan dan mencari para korban gempa di Turki dan Suriah bermagnitudo 7,8 yang mengguncang pada Senin (6/2/2023).

Muhammad Sukarmin (58), diselimuti duka setelah mendengar kabar putrinya, Nia Marlinda (30), tewas tertimpa runtuhan bangunan saat gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang Turkiye, Senin (6/2/2023) waktu setempat.

Kabar duka itu sampai ke telinga Sukarmin lewat telepon dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Turkiye.

Menurut informasi dari KBRI, putrinya bersama suami dan anak semata wayangnya yang berusia 1 tahun 4 bulan tewas tertimpa reruntuhan bangunan yang mereka tempati.

"Ketika anak saya mau turun, keduluan dia dihempas gedung itu," kata Sukarmin di rumahnya di Jalan Nangka, Denpasar, Bali, Rabu (8/2/2023).

Menurut Sukarmin, anak keduanya itu awalnya bekerja di Bali.

Pada 2020, anaknya ditempatkan di Turkiye oleh perusahaan.

Sejak 2021, Nia memutuskan berhenti bekerja di perusahaan itu setelah menikah dengan pria dari Turkiye yang berprofesi sebagai dosen bahasa Inggris.

Baca selengkapnya: Duka Orangtua WNI yang Tewas akibat Gempa Turkiye, Korban Belum Pernah Pulang Setelah Menikah

Sumber: Kompas.com (Penulis Kontributor Semarang, Muchamad Dafi Yusuf, Kontributor Bali, Yohanes Valdi Seriang Ginta | Rachmawati, Dita Angga Rusiana, Reni Susanti, Dheri Agriesta

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pasangan Sesama Jenis Menikah di Halmahera Selatan Ditangkap, Polisi: Antisipasi Amukan Warga

Pasangan Sesama Jenis Menikah di Halmahera Selatan Ditangkap, Polisi: Antisipasi Amukan Warga

Regional
Bentrokan Warga di Kupang, 3 Rumah Rusak, 2 Sepeda Motor Rusak dan Sejumlah Orang Luka

Bentrokan Warga di Kupang, 3 Rumah Rusak, 2 Sepeda Motor Rusak dan Sejumlah Orang Luka

Regional
Deklarasi Maju Pilkada Lombok Barat, Farin-Khairatun Naik Jeep Era Perang Dunia II

Deklarasi Maju Pilkada Lombok Barat, Farin-Khairatun Naik Jeep Era Perang Dunia II

Regional
Begal Meresahkan di Semarang Dibekuk, Uangnya untuk Persiapan Pernikahan

Begal Meresahkan di Semarang Dibekuk, Uangnya untuk Persiapan Pernikahan

Regional
Resmikan Co-working Space BRIN Semarang, Mbak Ita Sebut Fasilitas Ini Akan Bantu Pemda

Resmikan Co-working Space BRIN Semarang, Mbak Ita Sebut Fasilitas Ini Akan Bantu Pemda

Kilas Daerah
Penertiban PKL di Jambi Ricuh, Kedua Pihak Saling Lapor Polisi

Penertiban PKL di Jambi Ricuh, Kedua Pihak Saling Lapor Polisi

Regional
Pria di Kudus Aniaya Istri dan Anak, Diduga Depresi Tak Punya Pekerjaan

Pria di Kudus Aniaya Istri dan Anak, Diduga Depresi Tak Punya Pekerjaan

Regional
Setelah PDI-P, Ade Bhakti Ambil Formulir Pendaftaran Pilkada di PSI

Setelah PDI-P, Ade Bhakti Ambil Formulir Pendaftaran Pilkada di PSI

Regional
Soal 'Study Tour', Bupati Kebumen: Tetap Dibolehkan, tapi...

Soal "Study Tour", Bupati Kebumen: Tetap Dibolehkan, tapi...

Regional
Ingin Bantuan Alat Bantu Disabilitas Merata, Mas Dhito Ajak Warga Usulkan Penerima Bantuan

Ingin Bantuan Alat Bantu Disabilitas Merata, Mas Dhito Ajak Warga Usulkan Penerima Bantuan

Regional
Anak Wapres Ma'ruf Amin Maju Pilkada Banten 2024

Anak Wapres Ma'ruf Amin Maju Pilkada Banten 2024

Regional
Gagal Jadi Calon Perseorangan di Pangkalpinang, Subari Lapor Bawaslu

Gagal Jadi Calon Perseorangan di Pangkalpinang, Subari Lapor Bawaslu

Regional
Kain Gebeng, Kain Khas Ogan Ilir yang Nyaris Punah

Kain Gebeng, Kain Khas Ogan Ilir yang Nyaris Punah

Regional
Bocah SD di Baubau Terekam CCTV Mencuri Kotak Amal, Uangnya untuk Beli Makan

Bocah SD di Baubau Terekam CCTV Mencuri Kotak Amal, Uangnya untuk Beli Makan

Regional
Pemprov Babel Luncurkan Gerakan Eliminasi Kemiskinan dan 'Stunting'

Pemprov Babel Luncurkan Gerakan Eliminasi Kemiskinan dan "Stunting"

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com