Kompas.com - 03/10/2022, 20:16 WIB

KUPANG, KOMPAS.com - Brigadir RS, anggota Buru Sergap Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor (Polres) Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditetapkan sebagai tersangka kasus tewasnya NDL, buronan kasus penganiayaan. RS diduga menembak NDL hingga tewas. 

"Sudah ditetapkan sebagai tersangka kemarin, setelah kasus ini naik status dari penyelidikan ke penyidikan," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah NTT Komisaris Besar Ariasandy, kepada Kompas.com, Senin (3/9/2022) malam.

Penetapan tersangka terhadap Brigadir RS, menurut Ariansady, setelah tim penyidik mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan yang diperoleh serta hasil olah tempat kejadian perkara.

Baca juga: Kronologi Sekda NTT Meninggal dalam Kecelakaan, Mobil Tersangkut di Pohon

Tim penyidik kata dia, berasal dari Propam Kepolisian Daerah (Polda) NTT dan juga Polres Belu.

Menurut Ariasandy, usai ditetapkan sebagai tersangka, RS pun ditahan di Markas Polres Belu, guna proses hukum lebih lanjut.

"Tentu kasus ini akan diproses seadil-adilnya tanpa memihak kepada pihak mana pun," tegas dia.

Ariasandy menyebut, dalam kasus ini pihaknya ikut berbelasungkawa. Anggota Polres Belu pun dilibatkan dan mengawal sejak korban meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah Atambua, hingga dimakamkan.

Sebelumnya diberitakan, NDL, pemuda asal Kampung Lalosuk, Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), tewas diduga ditembak aparat kepolisian.

Dia ditembak di Desa Leuntolu, Kecamatan Raimanuk, Belu, Selasa (27/9/2022) pagi. NDL meninggal dunia setelah dilarikan ke RSUD Atambua.

Dia tewas tertembak di punggung sebelah kanan hingga tembus ke dada.

Baca juga: Buronan di Belu NTT Tewas Diduga Ditembak Aparat Saat Penangkapan

Informasi itu dibenarkan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) NTT Irjen Pol Setyo Budianto, saat dihubungi Kompas.com.

"Sesuai laporan singkat dari Kapolres, warga yang tewas tertembak itu DPO (Daftar Pencarian Orang) perkara pengeroyokan," ungkap Setyo, Selasa petang.

Setyo berharap, keluarga dan masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan kejadian itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masa Tahanan 5 Tersangka Dugaan Korupsi Monumen Pasai Aceh Diperpanjang

Masa Tahanan 5 Tersangka Dugaan Korupsi Monumen Pasai Aceh Diperpanjang

Regional
Hujan Deras Guyur Pemakaman TKW Grobogan dan Balitanya Korban Tenggelam di Batam

Hujan Deras Guyur Pemakaman TKW Grobogan dan Balitanya Korban Tenggelam di Batam

Regional
Konser Amal “Gitaris untuk Negeri: Donasi Gempa Cianjur”

Konser Amal “Gitaris untuk Negeri: Donasi Gempa Cianjur”

Regional
Soal Tambang Ilegal, Bupati Klaten: Intinya Saya Terima Kasih dengan Mas Gibran

Soal Tambang Ilegal, Bupati Klaten: Intinya Saya Terima Kasih dengan Mas Gibran

Regional
Mendag Zulkifli Hasan Bantah Titip Keponakan Masuk Kedokteran Unila

Mendag Zulkifli Hasan Bantah Titip Keponakan Masuk Kedokteran Unila

Regional
Pasien HIV/AIDS Jateng Capai 42.000 Orang, Wagub Jateng Minta Layanan Dibuka Lebih Luas

Pasien HIV/AIDS Jateng Capai 42.000 Orang, Wagub Jateng Minta Layanan Dibuka Lebih Luas

Regional
Dapat Ganti Rugi Rp 1 Miliar, Warga Wadas Ini Pilih Gunakan Uangnya untuk Beli  Rumah di Sleman

Dapat Ganti Rugi Rp 1 Miliar, Warga Wadas Ini Pilih Gunakan Uangnya untuk Beli Rumah di Sleman

Regional
Sempat Bohong, Anak Kandung yang Bunuh Satu Keluarga di Magelang Ternyata Penganggur

Sempat Bohong, Anak Kandung yang Bunuh Satu Keluarga di Magelang Ternyata Penganggur

Regional
Jadwal dan Harga Tiket KA Kedung Sepur Semarang-Grobogan PP

Jadwal dan Harga Tiket KA Kedung Sepur Semarang-Grobogan PP

Regional
DPW Perindo NTB: Gelar Karpet Merah jika Wagub NTB Masuk Partai Kami

DPW Perindo NTB: Gelar Karpet Merah jika Wagub NTB Masuk Partai Kami

Regional
Polisi Buru Pria Misterius yang Videonya Viral karena Teror Pengendara di Semarang

Polisi Buru Pria Misterius yang Videonya Viral karena Teror Pengendara di Semarang

Regional
Jerit Tangis Keluarga Sambut Kedatangan Jenazah TKW Grobogan dan Balitanya yang Tenggelam di Perairan Batam

Jerit Tangis Keluarga Sambut Kedatangan Jenazah TKW Grobogan dan Balitanya yang Tenggelam di Perairan Batam

Regional
Tak Hanya Arsenik, Polisi Juga Temukan Sianida di Lokasi Pembunuhan Satu Keluarga di Magelang

Tak Hanya Arsenik, Polisi Juga Temukan Sianida di Lokasi Pembunuhan Satu Keluarga di Magelang

Regional
Tinggal di Indonesia Secara Ilegal, WN Malaysia di Bima Dideportasi

Tinggal di Indonesia Secara Ilegal, WN Malaysia di Bima Dideportasi

Regional
Avanza Ringsek Usai Tabrak Tiang Lampu di Solo, Sopir Diminta Ganti Rugi Rp 10 Juta

Avanza Ringsek Usai Tabrak Tiang Lampu di Solo, Sopir Diminta Ganti Rugi Rp 10 Juta

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.