3 Perampok Taksi "Online" di Cilegon Dibekuk, Anaknya Ditangkap Ayah DPO

Kompas.com - 03/10/2022, 19:58 WIB

SERANG, KOMPAS.com - Tiga pelaku perampokan terhadap sopir taksi online di Cilegon, Banten ditangkap. Masih ada dua pelaku yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Ketiga pelaku yang diamankan yakni MI (25) yang menjadi otak perampokan, AA (25), dan DA (17). Ketiganya diamankan di wilayah Lampung.

Kapolres Cilegon AKBP Eko Tjahyo Untoro mengatakan, peristiwa perampokan terjadi pada 11 September 2022. Korban merupakan sopir taksi online insial SM (52) warga Kota Cilegon, Banten.

Baca juga: Ibu dan Anak di Riau Ditemukan Tewas Berpelukan Bersimbah Darah di Rumah, Diduga Korban Perampokan

Saat beraksi, kata Eko, kawanan perampok yang berjumlah lima orang itu berpura-pura sebagai penumpang, lalu mengikat korbannya di pohon sebelum membawa kabur barang-barang berharganya.

"Korban dipukul hingga tidak sadarkan diri lalu dikeluarkan dan diikat di  pohon lalu pelaku melarikan diri ke wilayah Lampung. Lalu dilakukan pengejaran dan penangkapan oleh Sat Reskrim Polres Cilegon," kata Eko melalui keterangan tertulisnya. Senin (3/10/2022).

Dijelaskan Eko, ketiga tersangka yang diamankan memiliki perannya masing-masing. Tersangka MI berperan mengikat dan menganiaya korban.

Kemudian tersangka AA memiliki peran menjerat leher korban dengan tali yang sudah disiapkan dan tersangka DA mengikuti ayahnya.

"Yang mana bersangkutan (DA) mengikuti ayahnya yang sampai dengan saat ini DPO yang menjalankan aksi kejahatannya," ujar Eko.

Baca juga: Kronologi Perampokan di Musi Rawas, 7 Pelaku Gondol Rp 300 Juta, Pelaku Adang Korban dengan Kayu

Agar kejadian tak terulang, Eko mengajak warga Kota Cilegon yang bekerja sebagai sopir taksi online agar selalu berhati-hati dan selalu waspada agar selalu benar-benar melakukan pengecekan kepada calon penumpang.

Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP M Nandar menambahkan, pihaknya masih mengejar dua tersangka. Ia pun meminta keduanya segera menyerahkan diri.

"Saya mengimbau kepada dua orang DPO agar segera menyerahkan sebelum kami melakukan tindakan tegas," kata Nandar.

Akibat perbuatannya, ketiga pelaku dijerat Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai Laporkan Bupati Alor ke Polisi, Rumah Warga NTT Dilempari Batu oleh Sekelompok OTK

Usai Laporkan Bupati Alor ke Polisi, Rumah Warga NTT Dilempari Batu oleh Sekelompok OTK

Regional
Tak Ada Perkosaan oleh Paspampres, Prajurit Kostrad Juga Jadi Tersangka

Tak Ada Perkosaan oleh Paspampres, Prajurit Kostrad Juga Jadi Tersangka

Regional
Perwakilan Keluarga Erina Berangkat ke Solo Meminta Rambut Kaesang Pangarep

Perwakilan Keluarga Erina Berangkat ke Solo Meminta Rambut Kaesang Pangarep

Regional
Aipda Sofyan Sempat Ditolong Ibu-ibu Pedagang Gorengan, Berlumuran Darah Usai Halangi Pelaku Bom Bunuh Diri di Astanaanyar

Aipda Sofyan Sempat Ditolong Ibu-ibu Pedagang Gorengan, Berlumuran Darah Usai Halangi Pelaku Bom Bunuh Diri di Astanaanyar

Regional
Panglima TNI Sebut Tak Ada Perkosaan dalam Kasus Paspamres dan Prajurit Kostrad: Suka Sama Suka

Panglima TNI Sebut Tak Ada Perkosaan dalam Kasus Paspamres dan Prajurit Kostrad: Suka Sama Suka

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 8 Desember 2022

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 8 Desember 2022

Regional
Jadi Tukang Parkir di Solo, Pelaku Bom Bunuh Diri di Bandung Dikenal Pendiam

Jadi Tukang Parkir di Solo, Pelaku Bom Bunuh Diri di Bandung Dikenal Pendiam

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 8 Desember 2022

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 8 Desember 2022

Regional
Cerita Pj Gubernur Gorontalo Saat Mencicipi Penjara Koruptor: Asam Lambung Langsung Naik

Cerita Pj Gubernur Gorontalo Saat Mencicipi Penjara Koruptor: Asam Lambung Langsung Naik

Regional
Pemprov Jateng Jembatani 27 Perusahaan Buka Loker Bagi Kaum Difabel

Pemprov Jateng Jembatani 27 Perusahaan Buka Loker Bagi Kaum Difabel

Regional
Upacara Panggih, dalam Pernikahan Adat Jawa: Pengertian, Tujuan, dan Langkah-langkah

Upacara Panggih, dalam Pernikahan Adat Jawa: Pengertian, Tujuan, dan Langkah-langkah

Regional
Reka Ulang Pembacokan Satu Keluarga di Lampung, Pengacara Sebut Pelaku Terganggu Jiwanya

Reka Ulang Pembacokan Satu Keluarga di Lampung, Pengacara Sebut Pelaku Terganggu Jiwanya

Regional
Presiden Jokowi Baru Tiba di Solo Setelah Pengajian Selesai Digelar

Presiden Jokowi Baru Tiba di Solo Setelah Pengajian Selesai Digelar

Regional
10 Kios di Dekat Pasar Ngaliyan Semarang Ludes Terbakar, Ini Sebabnya

10 Kios di Dekat Pasar Ngaliyan Semarang Ludes Terbakar, Ini Sebabnya

Regional
Warga Demo UNHCR, Minta Pengungsi Rohingnya Dipindah dari Lhokseumawe

Warga Demo UNHCR, Minta Pengungsi Rohingnya Dipindah dari Lhokseumawe

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.