Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 30/09/2022, 17:22 WIB

Dua pekan kemudian, pada 17 September Asman kembali melakukan pengamatan dan menemukan kasus yang mirip, bedanya ini menimpa seekor kedidi merah atau red knot (Calidris canutus).

Burung ini ditemukan tiba-tiba jatuh dan tidak berdaya terseret ombak pantai, saat ini para pengamat burung ini tengah bersiap pulang.

“Tiba-tiba anak saya berteriak melihat burung kedidi merah. Kami segera menolong dan tidak jadi pulang, kami beri minum dan kami evakuasi ke rumah teman untuk dirawat, namun sayang burung ini akhirnya tidak tertolong,” tutur Asman Adi Purwanto.

Pada 23 September juga ditemukan seekor kedidi leher merah atau Red-necked Stint (Calidris ruficollis) ditemukan pada pagi hari. Awalnya burung ini diketahui masih mampu terbang namun hanya jarak pendek. Kemungkinan ia kelelahan atau menderita sesuatu, burung ini kemudian dipinggirkan di tempat teduh dengan harapan bisa beristirahat sejenak dan mengurangi risiko bertemu predator, namun nasib burung ini tidak jauh berbeda dengan sebelumnya, mati.

“Bangkainya kami temukan keesokan harinya,” ujar Asman.

Baca juga: Menikmati Pesona Burung Mandar Batu Danau Limboto di Gorontalo

Menurut Asman, kasus kematian burung-burung bermigrasi di Sungai Progo ini juga ada namun tidak tercatat karena belum banyak pengamat burung.

Tahun ini para pengamat intensif melakukan pemantauan burung-burung pengembara di lokasi yang sama, temuan-temuan di lapangan termasuk menjumpai burung yang kelelahan dan akhir mati terdata dengan baik, para pengamat mencatat dan mendokumentasikan secara baik.

“Di awal musim (migrasi) ini sudah ada sekitar 4 kasus dan semuanya mati. Sudah coba dievakuasi tapi tidak tertolong,” ujar Asman.

Migrasi burung merupakan fenomana alam tahunan yang selalu menarik untuk disaksikan dan dipelajari.

Berbagai jenis burung akan melakukan perjalanan panjang pada akhir musim gugur atau awal musim dingin di bumi belahan utara.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dugaan Penyiksaan Manusia Silver di Lampung, Ketua DPRD Minta Satpol PP Selidiki Secara Terbuka

Dugaan Penyiksaan Manusia Silver di Lampung, Ketua DPRD Minta Satpol PP Selidiki Secara Terbuka

Regional
Pulang Bertani, Wagiyem Tewas Tersambar Kereta Api di Grobogan

Pulang Bertani, Wagiyem Tewas Tersambar Kereta Api di Grobogan

Regional
Cabuli Anak 13 Tahun, 2 Pria di Pekanbaru Ditangkap

Cabuli Anak 13 Tahun, 2 Pria di Pekanbaru Ditangkap

Regional
Odong-odong Bikin Awak Mikro Bus di Banyumas Gelar Aksi Mogok

Odong-odong Bikin Awak Mikro Bus di Banyumas Gelar Aksi Mogok

Regional
Melihat Tradisi Murok Jerami di Bangka Belitung yang Dukung Ketahanan Pangan Desa

Melihat Tradisi Murok Jerami di Bangka Belitung yang Dukung Ketahanan Pangan Desa

Regional
Diupah Rp 9 Juta, Residivis Asal Garut Selundupkan 30 Kg Ganja dari Medan, Ditangkap di Palembang

Diupah Rp 9 Juta, Residivis Asal Garut Selundupkan 30 Kg Ganja dari Medan, Ditangkap di Palembang

Regional
30 Anggota Keluar dari Jamaah Islamiyah, Nyatakan Ikrar Setia kepada NKRI

30 Anggota Keluar dari Jamaah Islamiyah, Nyatakan Ikrar Setia kepada NKRI

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 30 Januari 2023

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 30 Januari 2023

Regional
Warga Sorong Temukan Plastik Bertuliskan 'Thank You', Ternyata Berisi Mayat Bayi

Warga Sorong Temukan Plastik Bertuliskan "Thank You", Ternyata Berisi Mayat Bayi

Regional
Detik-detik Evakuasi Sartini yang Lahirkan Bayi di Jalur Pendakian Gunung Slamet

Detik-detik Evakuasi Sartini yang Lahirkan Bayi di Jalur Pendakian Gunung Slamet

Regional
Tersangkut Dugaan Korupsi, Kini Dikelola Perusahaan Daerah PT Rumah Sakit Arun Medica

Tersangkut Dugaan Korupsi, Kini Dikelola Perusahaan Daerah PT Rumah Sakit Arun Medica

Regional
Lewat Jalur Cemoro Sewu, Pendaki Asal Madiun Ternyata Tak Punya Izin Naik ke Gunung Lawu hingga Ditemukan Tewas

Lewat Jalur Cemoro Sewu, Pendaki Asal Madiun Ternyata Tak Punya Izin Naik ke Gunung Lawu hingga Ditemukan Tewas

Regional
Dikurung Suami Bersama 4 Anak, Istri di Lampung Pilih Berdamai dan Cerai

Dikurung Suami Bersama 4 Anak, Istri di Lampung Pilih Berdamai dan Cerai

Regional
Tinggal Melebihi Batas Waktu di Indonesia, Perempuan Asal Timor Leste Dideportasi

Tinggal Melebihi Batas Waktu di Indonesia, Perempuan Asal Timor Leste Dideportasi

Regional
Pria dengan Luka Bacok Tergeletak di Pinggir Jalan Kota Pontianak, Diduga Korban Penganiayaan

Pria dengan Luka Bacok Tergeletak di Pinggir Jalan Kota Pontianak, Diduga Korban Penganiayaan

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.