Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Banten Akan Terapkan Sekolah Metaverse, Pj Gubernur: Ini Solusi Keterbatasan Daya Tampung SMA dan SMK Negeri

Kompas.com - 06/07/2022, 13:32 WIB
Rasyid Ridho,
Gloria Setyvani Putri

Tim Redaksi

SERANG, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Banten akan menerapkan sistem pembelajaran menggunakan konsep metaverse di sekolah.

Metaverse merupakan suatu teknologi augmented reality (AR) yang memungkinkan individu untuk berinteraksi dengan individu lainnya secara virtual.

Metaverse kerap diartikan sebagai simulasi dunia nyata manusia yang diimplementasikan di dunia maya atau internet.

Konsep metaverse di sekolah tersebut, dinilai Pj Gubernur Banten Al Muktabar, sebagai solusi mengatasi keterbatasan daya tampung SMA dan SMK negeri di tanah jawara.

Baca juga: Pengantin Ini Gelar Pernikahan di Metaverse, Tamu Hadir dari Jauh dan Bisa Menyapa

"Solusinya kita akan melakukan (pembelajaran) SMA secara online, digitalisasi yang endingnya kita sebut metaverse ke depan. Sehingga, saudara-saudata kita bisa punya kesempatan mengikut pendidikan di SMA," kata Al Muktabar kepada wartawan di ruang paripurna DPRD Banten. Selasa (5/7/2022).

Dijelasakan Al Muktabar, nantinya sekolah metaverse akan seluruhnya dilakukan berbasis teknologi seperti sistem pembelajaran secara daring yang telah dilakukan selama 2,5 tahun terakhir.

Mantan Sekda Banten itu mengklaim pembelajaran jarak jauh atau daring selama pandemi Covid-19 dinilai berjalan baik dan lancar.

"Terbukti dengan beberapa parameter lulusan SMA masuk ke perguruan tinggi berjalan seperti biasa (tidak ada kendala). Paling tidak bahwa hal-hal seperti itu bagian menjadi model sudah teruji," ujar dia.

Dikatakan Muktabar, sekolah menggunakan konsep metaverse akan segera diluncurkan dalam waktu dekat di 14 SMAN unggulan di Provinsi Banten.

"Ini (sekolah metaverse) konsep yang bisa menampung sebanyak mungkin siswa lepas dari SMP untuk menuju ke SMA, satu sekolah yang di-insert ke dalam sekolah di 14 SMAN unggulan yang akan mengusung upaya pemebalajaran dengan teknologi itu," jelas Muktabar.

Baca juga: Rambah Dunia Metaverse, RSUD Kardinah Kota Tegal Rilis Kardinah Tegal Verse

Dia menegaskan, Banten harus sudah berhadapan dengan sistem digitalisasi saat ini. Kedepan sekolah swasta akan menerapkan sistem pembelajaran secara digital seperti metaverse.

"Nanti yang online sangat murah, pulsa bisa kita subsidi. Sehingga siswa punya pilihan untuk menjawab hak konstitusional warga mendapatkan pendidikan yang baik," tandasnya.

Diketahui, daya tampung kursi untuk jenjang SMAN dan SMKN se Provinsi Banten hanya 86.000 orang.

Namun, jumlah itu tidak mampu menampung sebanyak 229.000 orang lulusan SMP sederajat se Provinsi Banten pada tahun ini.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Diduga Korsleting, Tempat Penggilangan Padi di Cilacap Terbakar

Diduga Korsleting, Tempat Penggilangan Padi di Cilacap Terbakar

Regional
Kisah Unik Haji Indonesia, Gus Addin Tiba-tiba Dibekali 14 Kitab oleh Ulama Besar Arab Saudi

Kisah Unik Haji Indonesia, Gus Addin Tiba-tiba Dibekali 14 Kitab oleh Ulama Besar Arab Saudi

Regional
Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus Pagi Ini, Abu Mengarah ke 5 Desa

Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus Pagi Ini, Abu Mengarah ke 5 Desa

Regional
Ayah Bunuh Anak di Banten Berubah Tertutup Sejak 6 Bulan Terakhir, Pelaku Sempat Minta Digorok

Ayah Bunuh Anak di Banten Berubah Tertutup Sejak 6 Bulan Terakhir, Pelaku Sempat Minta Digorok

Regional
[POPULER NUSANTARA] Wali Nikah Tonjok Pengantin Pria | Desertir TNI yang Gabung KKB Ditembak Mati

[POPULER NUSANTARA] Wali Nikah Tonjok Pengantin Pria | Desertir TNI yang Gabung KKB Ditembak Mati

Regional
Tanggul Rob Tambaklorok Semarang, 'Si Penyelamat' Ekonomi Warga yang Masih Perlu Diperkuat

Tanggul Rob Tambaklorok Semarang, "Si Penyelamat" Ekonomi Warga yang Masih Perlu Diperkuat

Regional
Banyak Warga Tak Mampu di Pedukuhan Demangan Tegal Berkurban, Ada yang Sengaja Pelihara Kambing untuk Idul Adha

Banyak Warga Tak Mampu di Pedukuhan Demangan Tegal Berkurban, Ada yang Sengaja Pelihara Kambing untuk Idul Adha

Regional
Kapolda Kalbar Akan Pecat Anggota yang Terlibat Judi Online

Kapolda Kalbar Akan Pecat Anggota yang Terlibat Judi Online

Regional
5 Sate Daging Sapi Khas Indonesia dan Kisah Menarik di Baliknya

5 Sate Daging Sapi Khas Indonesia dan Kisah Menarik di Baliknya

Regional
Seorang Wanita Tewas Terjatuh dari Lantai 3 Bangunan Gym, Diduga Terpental dari 'Treadmill'

Seorang Wanita Tewas Terjatuh dari Lantai 3 Bangunan Gym, Diduga Terpental dari "Treadmill"

Regional
Polres Sukabumi Ungkap Kronologi Kecelakaan yang Tewaskan Pelajar

Polres Sukabumi Ungkap Kronologi Kecelakaan yang Tewaskan Pelajar

Regional
Kronologi Penemuan Mayat Bayi di Sragen, Berawal dari Pemilik Rumah yang Alami Pendarahan

Kronologi Penemuan Mayat Bayi di Sragen, Berawal dari Pemilik Rumah yang Alami Pendarahan

Regional
Sumbar Siapkan Lahan 3,8 Hektar untuk Relokasi Warga Terdampak Bencana

Sumbar Siapkan Lahan 3,8 Hektar untuk Relokasi Warga Terdampak Bencana

Regional
Pemkot Jambi Jamin Penyelesaian Sengketa Lahan SD Negeri 212

Pemkot Jambi Jamin Penyelesaian Sengketa Lahan SD Negeri 212

Regional
Penemuan Mayat Bayi di Sragen, Terbungkus Mantel dengan Kondisi Leher Terjerat Kain di Dapur Rumah

Penemuan Mayat Bayi di Sragen, Terbungkus Mantel dengan Kondisi Leher Terjerat Kain di Dapur Rumah

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com