Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

"Warga Mengamuk Tidak Kebagian Minyak karena Operator SPBU Melayani Mobil Tangki Siluman"

Kompas.com - 18/06/2022, 12:48 WIB
Candra Setia Budi

Editor

KOMPAS.com - Warga di Distrik Masni, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, terlibat percekcokan dengan petugas stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), Jumat (17/6/2022) sekitar pukul 19.00 WIT.

Warga protes karena antrean BBM jenis Pertalite didominasi kendaraan yang tangkinya dimodifikasi atau biasa disebut kendaraan TAP.

"Warga mengamuk karena tidak kebagian minyak karena mereka (operator SPBU) melayani mobil tangki siluman. Coba kalau 10 mobil saja kita sebagai masyarakat bakal tidak kebagian minyak," kata seorang warga yang ikut mengantre BBM bernama Xaverius, di Manokwari, Jumat.

Baca juga: Cerita Nurohman, Pria yang Kelola Puluhan Server di Berbagai Negara, Berawal Kenal dengan Orang Singapura

"Sebuah mobil minibus hanya bisa mengisi BBM dengan kapasitas 30 hingga 40 liter, kalau sampai 61,15 liter itu sudah tidak wajar," sambungnya.

Kata Xaverius, pemilik SPBU di Masni merupakan mantan anggota DPRD Papua Parat.

"SPBU ini pemilik ya mantan anggota DPRD Papua Barat," ungkapnya.

Baca juga: Tak Terima Antrean Pertalite Didominasi Mobil yang Tangkinya Dimodifikasi, Warga Protes

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com