4 Tahun Buron, Koruptor Dana Reboisasi Kabupaten Buru Selatan Senilai Rp 2 Miliar Ditangkap di Karawang

Kompas.com - 05/06/2022, 18:17 WIB

AMBON, KOMPAS.com - Setelah empat tahun lamanya menjadi buronan, Syarif Tuharea (43), terpidana korupsi penyalahgunaan dana pekerjaan pengadaan reboisasi dan pengkayaan tahun 2010 pada Dinas Kehutanan Kabupaten Buru Selatan, Maluku, akhirnya ditangkap.

Mantan bendahara pengeluaran pada Dinas Kehutanan Buru Selatan ini ditangkap di tempat persembunyiannya di Jalan Sarimulya No.23, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Jumat (3/6/2022).

Penangkapan terhadap Syarif dilakukan Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Agung bekerjasama dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku.

“Dia ditangkap oleh Tim Tabur Kejaksaan Agung di Jalan Sarimulya Nomor 23, Kecamatan  Kotabaru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Jumat malam pukul 20.00 WIB,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Maluku, Wahyudi Kareba kepada Kompas.com, Minggu (5/6/2022).

Baca juga: Video Pungli di Pemandian Air Panas Berastagi Viral, 3 Orang Ditangkap Polisi

Penangkapan terhadap Syarif Tuharea dilakukan berdasarkan Putusan Mahkamah Agung (MA_ RI Nomor: 2476K/PID.SUS/2017 tanggal 10 Januari 2018.

Menurut Wahyudi setelah putusan MA tersebut keluar, pihak Kejati Maluku langsung memanggil Syarif untuk menjalani putusan. Namun, yang bersangkutan tidak datang memenuhi panggilan yang sudah disampaikan secara patut dan malah kabur.

Tidak mengindahkan putusan tersebut, Syarif Tuharea langsung dimasukkan ke dalam daftar pencarian orang (DPO). Selanjutnya, tim melakukan pemantauan terhadap terpidana.

Setelah dipastikan keberadaannya, tim langsung menangkap yang bersangkutan di lokasi persembunyiannya.

Setelah ditangkap terpidana langsung dibawa ke Ambon dengan menggunakan pesawat dan tiba di Bandara Pattimura Pukul 07.00 WIT. Kemudian terpidana tiba di kantor Kejati Maluku pukul 07.45 WIT untuk menjalani proses administrasi.

“Setelah dilakukan proses administrasi, terpidana akan dimasukkan ke lapas kelas l Ambon,” katanya.

Terpidana Syarif Tuharea diketahui terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi penyalahgunaan dana pekerjaan pengadaan reboisasi dan pengkayaan tahun 2010 pada Dinas Kehutanan Kabupaten Buru Selatan yang mengakibatkan kerugian Negara sebesar Rp 2.136.162.516.

Akibat perbuatannya tersebut, dia dijatuhi pidana penjara selama tujuh tahun serta diwajibkan membayar denda sebesar Rp 200 juta.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kapolri: 11 Personel Polisi Tembakan Gas Air Mata di Kanjuruhan

Kapolri: 11 Personel Polisi Tembakan Gas Air Mata di Kanjuruhan

Regional
5 Biografi Singkat Pahlawan dari Kalimantan, Ada Pangeran Antasari

5 Biografi Singkat Pahlawan dari Kalimantan, Ada Pangeran Antasari

Regional
Dilaporkan Ketua DPRD, Bupati TTS Diperiksa Polisi

Dilaporkan Ketua DPRD, Bupati TTS Diperiksa Polisi

Regional
Dibuang ke 'Septic Tank', Jasad Satu Keluarga Diotopsi di RS Bhayangkara Polda Lampung

Dibuang ke "Septic Tank", Jasad Satu Keluarga Diotopsi di RS Bhayangkara Polda Lampung

Regional
Puluhan Kasus KDRT Terjadi di Jateng, Paling Banyak Kota Semarang

Puluhan Kasus KDRT Terjadi di Jateng, Paling Banyak Kota Semarang

Regional
Pemkot Solo Menang Sengketa Lahan Sriwedari, DPRD Godok Anggaran Revitalisasi Rp 80 M

Pemkot Solo Menang Sengketa Lahan Sriwedari, DPRD Godok Anggaran Revitalisasi Rp 80 M

Regional
Ayah dan Anak Bunuh Satu Keluarga, Jasad Dibuang ke 'Septic Tank' lalu Dicor gara-gara Warisan

Ayah dan Anak Bunuh Satu Keluarga, Jasad Dibuang ke "Septic Tank" lalu Dicor gara-gara Warisan

Regional
Tak Bisa Bayar Sewa Mobil Usai Nonton Arema Vs Persebaya, Pria Ini Bobol Rumah

Tak Bisa Bayar Sewa Mobil Usai Nonton Arema Vs Persebaya, Pria Ini Bobol Rumah

Regional
Kabinda Papua Disebut Temui Lukas Enembe, Sampaikan Pesan dari KPK

Kabinda Papua Disebut Temui Lukas Enembe, Sampaikan Pesan dari KPK

Regional
Antisipasi Resesi Dunia, Lahan Bekas Tambang di Bangka Belitung Dimaksimalkan untuk Pangan

Antisipasi Resesi Dunia, Lahan Bekas Tambang di Bangka Belitung Dimaksimalkan untuk Pangan

Regional
MA Kabulkan Permohonan Kasasi Pemkot Solo Atas Tanah Sriwedari

MA Kabulkan Permohonan Kasasi Pemkot Solo Atas Tanah Sriwedari

Regional
Dugaan Korupsi Retribusi Sampah Bandar Lampung, Mantan Kadis Lingkungan Hidup Diperiksa 10 Jam

Dugaan Korupsi Retribusi Sampah Bandar Lampung, Mantan Kadis Lingkungan Hidup Diperiksa 10 Jam

Regional
Curhat Penjual Tempe di Semarang, Dimarahi Pembeli karena Ukuran Tempe Semakin Kecil

Curhat Penjual Tempe di Semarang, Dimarahi Pembeli karena Ukuran Tempe Semakin Kecil

Regional
Diusulkan Jadi Bakal Caleg DPR RI, FX Rudy Maju di Dapil Puan Maharani

Diusulkan Jadi Bakal Caleg DPR RI, FX Rudy Maju di Dapil Puan Maharani

Regional
Ibu Rumah Tangga Asal Madiun Tewas Saat Snorkeling di Gili Meno, Begini Kronologinya

Ibu Rumah Tangga Asal Madiun Tewas Saat Snorkeling di Gili Meno, Begini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.