Ribuan Sapi di Jawa Timur Terinfeksi Penyakit Mulut dan Kuku, Pemkab Wonogiri Awasi Ketat Sapi Kiriman dari Jatim

Kompas.com - 10/05/2022, 20:17 WIB

WONOGIRI, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah mengawasi ketat masuknya sapi kiriman dari Jawa Timur, antisipasi menularnya penyakit mulut dan kuku (PMK) di Bumi Gaplek.

Terlebih, saat ini sudah ada laporan ribuan sapi di Jawa Timur sudah terinfeksi penyakit mulut dan kuku dalam sepekan terakhir.

“Gubernur Jawa Timur menyebut ada sekitar 1.247 ternak yang terserang PMK. Dan secara geografis Wonogiri berbatasan langsung dengan Jawa Timur. Untuk itu kami melakukan antisipasi dengan membentuk tim monitoring,” kata Bupati Wonogiri, Joko Sutopo kepada Kompas.com, Selasa (10/5/2022).

Baca juga: Mentan: Sapi yang Terjangkit PMK Tidak Akan Dimusnahkan

Pria yang akrab disapa Jekek ini menuturkan, tim khusus yang dibentuk pemerintah daerah turun ke lapangan mengecek kondisi sapi pasar hewan dan mengawasi ketat keluar masuknya ternak di Kabupaten Wonogiri.

“Kami awasi ketat lalu lintas keluar masuknya sapi di Kabupaten Wonogiri,” tutur Jekek.

Tak hanya itu, tim juga melakukan uji sampling terhadap hewan ternak yang keluar masuk di Kabupaten Wonogiri.

Pengujian itu menjadi penting agar Pemkab Wonogiri dapat mendeteksi dini bila terjadi temuan kasus sapi terinfeksi PMK.

Bagi Jekek, pengawasan itu menjadi penting mengingat populasi sapi di Wonogiri saat ini mencapai 158.000 ekor. Jumlah itu merupakan angka terbesar kedua populasi sapi di Jawa Tengah.

Ia khawatir bila tidak dilakukan pengecekan dini, infeksi PMK dapat menulari sapi-sapi milik petani di Kabupaten Wonogiri.

Dengan demikian bila sapi-sapi di Wonogiri terinfeksi PMK, maka terjadi kerugian ekonomi yang luar biasa bagi petani.

“Sapi yang terjangkit akan kurus permanen maka akan terjadi kerugian ekonomi yang kuar biasa bagi peternak lokal,” tutur Jekek.

Untuk itu, Jekek meminta seluruh peternak waspada dan meningkatkan kebersihan kandang agar sapi di wilayah Kabupaten Wonogiri tak terinfeksi PMK.

Jekek menambahkan, vaksinasi massal dapat dilakukan bagi hewan ternak bila Penyakit Mulut dan Kuku dinyatakan pandemi oleh pemerintah pusat.

Baca juga: Ratusan Sapi Terjangkit PMK, Mentan Tetapkan Status KLB di 4 Daerah Jatim

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Petir Sambar 5 orang di Gubuk Sawah di Pemalang, 3 Orang Tewas, 1 Kritis

Petir Sambar 5 orang di Gubuk Sawah di Pemalang, 3 Orang Tewas, 1 Kritis

Regional
Seorang PNS di NTB Ditangkap atas Kasus Penipuan

Seorang PNS di NTB Ditangkap atas Kasus Penipuan

Regional
ACT Bogor Tak Berizin, Dinsos Monitoring Aktivitas Pengumpulan Donasi Cegah Timbulnya Korban

ACT Bogor Tak Berizin, Dinsos Monitoring Aktivitas Pengumpulan Donasi Cegah Timbulnya Korban

Regional
HPI NTT: Rencana Kenaikan Harga Tiket TN Komodo Mengacaukan Strategi Pemulihan Pariwisata

HPI NTT: Rencana Kenaikan Harga Tiket TN Komodo Mengacaukan Strategi Pemulihan Pariwisata

Regional
Ditabrak Mobil Pikap, Atlet Menembak di Palembang Tewas

Ditabrak Mobil Pikap, Atlet Menembak di Palembang Tewas

Regional
10 Air Terjun di Yogyakarta: Daya Tarik, Jam Buka, dan Harga Tiket

10 Air Terjun di Yogyakarta: Daya Tarik, Jam Buka, dan Harga Tiket

Regional
Gereja di Maluku Sumbang Hewan Kurban untuk Warga Muslim Ambon

Gereja di Maluku Sumbang Hewan Kurban untuk Warga Muslim Ambon

Regional
Curhat Doni Salmanan saat Berkasnya Dilimpahkan ke Pengadilan, Berharap Divonis Ringan

Curhat Doni Salmanan saat Berkasnya Dilimpahkan ke Pengadilan, Berharap Divonis Ringan

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 6 Juli 2022

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 6 Juli 2022

Regional
Menengok Jejak Peternakan Kambing Milik ACT di Blora

Menengok Jejak Peternakan Kambing Milik ACT di Blora

Regional
UPDATE Covid-19 di Kaltim, Kalteng, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 6 Juli 2022

UPDATE Covid-19 di Kaltim, Kalteng, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 6 Juli 2022

Regional
Dalam 6 Bulan, BP2MI NTB Catat 637 Kasus PMI Bermasalah

Dalam 6 Bulan, BP2MI NTB Catat 637 Kasus PMI Bermasalah

Regional
Tak Ingin Hubungan Gelapnya Terungkap, Perempuan di Polewali Mandar Bunuh dan Buang Bayinya ke Kebun

Tak Ingin Hubungan Gelapnya Terungkap, Perempuan di Polewali Mandar Bunuh dan Buang Bayinya ke Kebun

Regional
Karena Wasiat Istri, Rusmidi Gratiskan dan Beri Makanan ke Penumpang Angkot Setiap Jumat

Karena Wasiat Istri, Rusmidi Gratiskan dan Beri Makanan ke Penumpang Angkot Setiap Jumat

Regional
Detik-detik Kerbau Mengamuk di Luwu, Warga Pakai Baju Merah Terpental

Detik-detik Kerbau Mengamuk di Luwu, Warga Pakai Baju Merah Terpental

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.