Gibran Tanggapi soal Ditagih Janji untuk Larang Peredaran Daging Anjing di Solo

Kompas.com - 25/04/2022, 14:33 WIB

SOLO, KOMPAS.com - Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengaku belum menerima surat yang dikirim Koalisi Dog Meat Free Indonesia (DMFI) terkait larangan peredaran daging anjing di Solo, Jawa Tengah.

Diketahui, Koalosi DMFI sudah beberapa kali mengirimkan surat kepada Wali Kota Solo Gibran untuk melarang peredaran daging anjing.

"Saya belum menerima (surat) ya. Nanti coba kita tindak lanjuti kalau sudah masuk bagian perekonomian," kata Gibran di Solo, Jawa Tengah, Senin (25/4/2022).

Baca juga: Koalisi Dog Meat Free Indonesia Tagih Janji Gibran soal Larangan Peredaran Daging Anjing di Solo

Putra sulung Presiden Jokowi ini menambahkan akan menjadwalkan audiensi dengan koalisi DMFI, untuk mencari solusi bersama terkait pelarangan perdagangan daging anjing di Solo.

"Solusinya apa kalau ndak boleh jualan?," kata Gibran.

Diberitakan sebelumnya, Koalisi Dog Meat Free Indonesia (DMFI) menagih janji Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka untuk melarang peredaran daging anjing di Solo, Jawa Tengah.

Menurut mereka sampai dengan saat ini belum ada penindakan terhadap perdagangan daging anjing di Solo. Padahal, sudah tiga kali mengirim surat untuk pelarangan perdagangan daging anjing ke Pemkot Solo.

"Seperti yang dikatakan Pak Gibran beberapa bulan lalu menyatakan akan mengkaji tapi sampai hari ini pengkajian tidak ada kelanjutan," kata Koordinator dan Perwakilan Dog Meat Free Indonesia (DMFI) Solo, Mustika dalam aksinya bertajuk "Stop Konsumsi Daging Anjing! Anjing Bukan Makanan!" di depan Balai Kota Solo, Jawa Tengah, Senin (25/4/2022).

Berdasarkan pengamatan mereka perdagangan daging anjing di Solo bukannya semakin menurun, justru semakin berkembang.

Baca juga: Banyak Jagal Anjing di Blitar, Bupati Terbitkan SE Pencegahan Perdagangan Daging Anjing dan Kucing

Pihaknya khawatir semakin banyaknya perdagangan daging anjing tersebut akan mengganggu kesehatan masyarakat Solo.

"Terakhir kami mendata pada 2020 ada 85 warung yang menjual kuliner daging anjing di Solo," ungkap Mustika.

Mustika menambahkan para pedagang kuliner daging anjing tersebut biasa mendapatkan anjing dalam kondisi hidup dari wilayah Jawa Barat.

"Dan itulah yang mengakibatkan risiko yang kita takutkan," terangnya.

Baca juga: Dorong Kampanye Setop Makan Daging Anjing, Ganjar Dapat Penghargaan

Mengenai jumlah konsumsi daging anjing di Solo, kata Mustika relatif sedikit sekitar 3 persen dari jumlah masyarakat Solo.

Meskipun demikian, Mustika khawatir jika masyarakat mengonsumsi daging anjing setiap hari akan berpotensi mengganggu terhadap kesehatannya.

"Kami mengamati mereka yang pengirim (anjing) dari Jawa Barat orang Sragen. Di situ sekali datang seminggu bisa dua sampai tiga kali. Sekali pengiriman bisa sampai 100-200 ekor anjing atau 600 ekor seminggu untuk Soloraya," terang Mustika.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Profil Kota Semarang, Ibu Kota Jawa Tengah

Profil Kota Semarang, Ibu Kota Jawa Tengah

Regional
Sultan HB X Beri Pilihan untuk Siswi yang Dipaksa Pakai Jilbab, Orangtua dan Sekolah Berdamai

Sultan HB X Beri Pilihan untuk Siswi yang Dipaksa Pakai Jilbab, Orangtua dan Sekolah Berdamai

Regional
Diintimidasi Sopir Truk Batu Bara, 4 SPBU di Bengkulu Berhenti Jual Biosolar

Diintimidasi Sopir Truk Batu Bara, 4 SPBU di Bengkulu Berhenti Jual Biosolar

Regional
Kasus PMK Melonjak, Pemkab Bima Bentuk Satgas

Kasus PMK Melonjak, Pemkab Bima Bentuk Satgas

Regional
Konser Dream Theater di Solo, Perjuangan Fans: Izin Istri Dulu

Konser Dream Theater di Solo, Perjuangan Fans: Izin Istri Dulu

Regional
Kabur, Polisi Sebar Foto Pria Diduga Bunuh Istri di Maluku

Kabur, Polisi Sebar Foto Pria Diduga Bunuh Istri di Maluku

Regional
Pemkot Solo Laporan Oknum Jual Beli Lahan Bong Mojo, Polisi: Sudah Naik ke Penyidikan

Pemkot Solo Laporan Oknum Jual Beli Lahan Bong Mojo, Polisi: Sudah Naik ke Penyidikan

Regional
Cabuli dan Jual Remaja Putri 16 Tahun, Pria di Pontianak Ditangkap Polisi

Cabuli dan Jual Remaja Putri 16 Tahun, Pria di Pontianak Ditangkap Polisi

Regional
Pesan Khusus Jokowi ke Wali Kota Pontianak: Jadikan Kota Hijau dan Tertata, Kan Kamu Arsitek

Pesan Khusus Jokowi ke Wali Kota Pontianak: Jadikan Kota Hijau dan Tertata, Kan Kamu Arsitek

Regional
Profil Kota Jayapura, Ibu Kota Provinsi Papua

Profil Kota Jayapura, Ibu Kota Provinsi Papua

Regional
Berniat Tawuran, 2 Geng ini Malah Salah Sasaran Bacok dan Lindas Pengendara

Berniat Tawuran, 2 Geng ini Malah Salah Sasaran Bacok dan Lindas Pengendara

Regional
 PTM di Kota Magelang Tetap 100 Persen meski Ada Kasus Kematian Bocah 7 Tahun akibat Covid-19

PTM di Kota Magelang Tetap 100 Persen meski Ada Kasus Kematian Bocah 7 Tahun akibat Covid-19

Regional
Teringat Dendam Lama, Pemuda di Banjarmasin Aniaya Ayah dan Anak

Teringat Dendam Lama, Pemuda di Banjarmasin Aniaya Ayah dan Anak

Regional
BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pulau Sumba dan Sabu Raijua

BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pulau Sumba dan Sabu Raijua

Regional
Honorer Berpotensi Jadi PPPK, Pemkab Aceh Utara Surati Semua Dinas

Honorer Berpotensi Jadi PPPK, Pemkab Aceh Utara Surati Semua Dinas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.