Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pengertian Cuaca: Jenis, Unsur, Perubahan, dan Prakiraan

Kompas.com - 23/03/2022, 11:47 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Cuaca adalah keadaan udara di suatu tempat yang terjadi dalam waktu relatif sempit dan dengan jangka waktu yang relatif singkat.

Cuaca memiliki perbedaan dengan iklim karena cakupan wilayahnya lebih sempit dan dari segi waktu bisa berubah dengan sangat cepat.

Baca juga: Cuaca Buruk di Selat Bali, Penyeberangan Gilimanuk-Ketapang Sempat Ditutup

Lalu bagaimana sebenarnya kita bisa memahami fenomena cuaca di suatu tempat?

Jenis Cuaca

Diketahui terdapat beberapa jenis cuaca di Indonesia, yaitu:

1. Cuaca panas adalah kondisi saat matahari bersinar terang dan udara terasa panas yang biasanya diikuti angin akan bertiup dengan kencang.

2. Cuaca dingin adalah kondisi udara yang sedang dingin dan biasanya diikuti oleh angin.
Pada suatu puncak musim dingin maka suhu akan turun hingga batas tertentu.

3. Cuaca berawan adalah kondisi yang ditandai dengan keberadaan awan yang menutupi sinar matahari. Cuaca berawan banyak ditemui setiap musim hujan.

4. Cuaca hujan adalah kondisi cuaca basah yang ditandai dengan turunnya titik-titik air dari langit.

5. Cuaca cerah adalah kondisi langit yang bersih tanpa ada banyak awan. Pada saat cuaca cerah, suhu udara akan terasa hangat sehingga kerap dimanfaatkan untuk beraktivitas di luar ruangan.

Baca juga: Cuaca Buruk, Pencarian Nelayan Hilang di Perairan Tanah Bumbu Kalsel Dihentikan

Unsur Cuaca

Cuaca di suatu lokasi terjadi karena adanya pengaruh dari unsur-unsur pembentuk cuaca.

Baca juga: Cuaca Buruk, Lion Air Rute Medan-Batam Mendarat Darurat di Pekanbaru

Dilansir dari laman Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak, berikut adalah unsur-unsur cuaca.

1.Sinar Matahari

Keberadaan sinar matahari merupakan unsur utama terjadinya fenomena di atmosfer termasuk perubahan cuaca.

Radiasi sinar matahari akan berpengaruh pada berbagai aspek dan memiliki perbedaan tempat dan waktu.

Besarnya radiasi matahari diukur dengan alat actinograph bimetal, sementara lamanya penyinaran matahari diukur dengan campbel stokes.

2. Suhu Udara

Suhu udara merupakan suatu unsur yang mempengaruhi kondisi cuaca yang terjadi di suatu tempat. Suhu atau juga dikenal dengan temperatur adalah ukuran yang menyajikan gambaran kondisi dingin atau panasnya permukaan bumi.

Beberapa faktor yang mempengaruhi suhu udara, yaitu lama penyinaran matahari, arah datangnya sinar matahari, ketinggian suatu tempat, kondisi geografis, keberadaan awan, letak wilayah pada garis lintang, pergerakan angin dan arus laut.

Tinggi dan rendahnya suhu udara diukur dengan alat bernama termometer.

3. Tekanan Udara

Tekanan udara merupakan perbedaan kerapatan massa udara yang terjadi di permukaan bumi yang dipengaruhi oleh berat lapisan udara.

Adanya tekanan udara akan memunculkan angin yang bergerak dari wilayah dengan tekanan tinggi ke wilayah yang rendah.

Besarnya tekanan udara diukur dengan alat yang disebut dengan barometer.

4. Kelembaban Udara

Kelembaban udara menjadi unsur yang memberikan pengaruh cukup besar pada kondisi cuaca.

Kelembapan udara adalah banyaknya kadar uap air di udara dalam waktu tertentu.

Semakin banyak kadar uap air maka udara akan menjadi semakin lembab.

Kadar kelembaban udara diukur dengan alat bernama higrometer.

5. Kecepatan Angin

Angin adalah pergerakan udara yang terjadi karena adanya adanya perbedaan tekanan udara di permukaan bumi adalah salah satu unsur cuaca.

Perbedaan tekanan udara ini dapat berpengaruh pada cuaca, contohnya memunculkan angin yang akan mempengaruhi gerak awan hujan dalam waktu singkat atau mempengaruhi perubahan kelembaban udara di suatu tempat.

Kecepatan angin diukur dengan alat bernama anemometer.

6. Awan

Awan adalah unsur cuaca yang terbentuk saat uap air mencapai titik embun dan membentuk inti kondensasi.

Keberadaan awan bisa mempengaruhi kondisi cuaca di suatu tempat.

7. Curah Hujan

Curah hujan juga berpengaruh terhadap cuaca di mana inti kondensasi akan berubah menjadi tetes air hujan, es, atau salju.

Curah hujan diukur dengan alat bernama penakar hujan.

Perubahan Cuaca

Berubahnya kondisi cuaca baik dalam hitungan jam, menit, bahkan detik disebut dengan perubahan cuaca.

Sebagai contoh, satu jam yang lalu cuaca tampak cerah berawan namun satu jam berikutnya di lokasi yang sama hujan ringan bisa turun.

Bahkan setelah hujan, beberapa jam berikutnya cuaca bisa kembali cerah sementara di tempat lain hujan masih turun dengan deras.

Perubahan cuaca ini bisa diprediksi secara ilmiah dengan menggunakan parameter unsur-unsur cuaca.

Prakiraan Cuaca

Kearifan lokal di berbagai daerah di dunia telah mengenal cara memprediksi cuaca secara tradisional, terutama untuk kepentingan pertanian dan maritim.

Kini perubahan cuaca bisa diprediksi secara ilmiah dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi pemodelan cuaca.

Dengan mempelajari teknologi pemodelan prediksi cuaca ,salah satunya berbasis komputer yakni model Numerical Weather Prediction (NWP) maka prakirawan bisa memperkirakan perubahan cuaca di suatu tempat.

Adapun prediksi atau prakiraan cuaca di Indonesia dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Sumber:
bobo.grid.id 
bobo.grid.id 
kompas.com 
gramedia.com 
maritim.kalbar.bmkg.go.id 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com