Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

[POPULER NUSANTARA] Pesawat Pilatus Tergelincir di Pania Papua | Istri Polisi Digerebek di Kamar Hotel

Kompas.com - 27/02/2022, 06:05 WIB
Candra Setia Budi

Editor

3. Guru agama dianiaya murid hingga tewas

Seorang guru agama di Pondok Pesantren Darus As'sadah Samarinda, Kalimantan Timur, bernama Eko Hadi Prasetyo (43), ditemukan tewas tak jauh dari tempatnya mengajar.

Korban tewas setelah dianiaya oleh dua santrinya berinisial AB (15), dan (15). Mereka tega menganiaya gurunya karena sakit hati ponselnya disita saat jam pelajaran, sehari sebelum kejadian.

Saat melakukan penganiayaan, mereka berdua sempat melakukan penyamaran.

AB menggunakan topeng monyet, sementara rekannya HR menggunakan jaket bertutup kepala.

Setelah itu, mereka memukul korban dengan menggunakankayu secara bertubi-tubi.

"Kebetulan di lokasi tersebut terdapat balok-balok kayu sisa bangunan. Jadi masing-masing dari mereka mengambil satu untuk memukul korban," kata Kapolres Samarinda Kombes Pol Ary Fadli, dalam press realese, Jumat (25/2/2022) dikutip dari TribunKaltim.co

Baca juga: Gunakan Topeng Monyet, Ini Kronologi Dua Santri Aniaya Guru Agama hingga Tewas gara-gara Ponsel Disita

 

4. Gibran dikritik PKS soal kesejahteraan dan gaya komunikasi

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka.KOMPAS.com/LABIB ZAMANI Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka.

Kepimpinan Wali dan Wakil Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakoso akan genap satu tahun, pada 26 Februari 2022.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Solo memberikan pujian dan cacatan kritis terhadap pemerintah selama satu tahun terakhir.

Salah satunya meningkatnya kemiskinan di Kota Solo, Jawa Tengah.

Terkait dengan kritikan itu, Gibran secara terbuka menerima cacatan tersebut dan akan melakukan cacatan atas kinerjanya selama ini

"Masih banyak kekurangan, nanti kita evaluasi ya," kata Gibran.

Baca juga: Dikritik PKS Solo soal Kesejahteraan dan Gaya Komunikasi, Gibran: Terima Kasih PKS, Kita Evaluasi

 

5. Notaris ditangkap tim kejaksaan saat sedang asyik makan di kedai

Tim Kejaksaan Negeri bersama Kejaksaan Tinggi Sulsel dipimipin oleh Kajari Gowa, Yeni Andriani membekuk DPO kasus penipuan di Rumah Makan Pallupallu  Jl Andi Mallombasang, Sungguminasa, Kecamatan Somba Opu Gowa, Jumat (25/2/22) sore.humas kejaksaan via Tribun Gowa Tim Kejaksaan Negeri bersama Kejaksaan Tinggi Sulsel dipimipin oleh Kajari Gowa, Yeni Andriani membekuk DPO kasus penipuan di Rumah Makan Pallupallu Jl Andi Mallombasang, Sungguminasa, Kecamatan Somba Opu Gowa, Jumat (25/2/22) sore.

Seorang notaris di Gowa, Sulawesi Selatan, berinisial SD, ditangkap tim dari Kejaksaan Negeri Gowa pada Jumat (25/2/2022). Ia ditangkap atas kasus penipuan terhadap kliennya.

SD ditangkap saat sedang asyik makan di Rumah Makan Pallupallu Jalan Andi Mallombasang, Sungguminasa, Kecamatan Sombu Opu, Gowa.

Kepala Kejaksaan Negeri Gowa Yeni Andriani mengatakan, penangkapa berawal saat Tim Kejari bersama Kejati menerima informasi keberadaan terpidana SD di salah satu rumah makan.

"Tim langsung memastikan keberadaan yang bersangkutan. Ternyata benar bersangkutan ada di lokasi tersebut. Kita langsung melakukan eksekusi dan membawanya ke Lapas Perempuan Sungguminasa di Bolangi," ujarnya.

Baca juga: Asyik Makan di Kedai, Notaris Pelaku Penipuan di Gowa Ditangkap Tim Kejaksaan

 

Sumber: KOMPAS.com (Penulis: Dhias Suwandi, Fristin Intan Sulistyowati | Editor : Khairina, Candra Setia Budi, Rachmawati, Ardi Priyatno Utomo)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Ketum GP Ansor Gus Addin Sebut Haerul Amri Aktivis Sejati NU

Ketum GP Ansor Gus Addin Sebut Haerul Amri Aktivis Sejati NU

Regional
Polisi Buru Selebgram soal Arisan Bodong di Bengkulu, Kerugian Rp 2 Miliar

Polisi Buru Selebgram soal Arisan Bodong di Bengkulu, Kerugian Rp 2 Miliar

Regional
Hadi Santoso Gantikan Quatly Abdulkadir Alkatiri Jadi Wakil Ketua DPRD Jateng

Hadi Santoso Gantikan Quatly Abdulkadir Alkatiri Jadi Wakil Ketua DPRD Jateng

Regional
Terobos Palang Pintu, Motor Terserempet Kereta di Banyumas, 2 Orang Tewas

Terobos Palang Pintu, Motor Terserempet Kereta di Banyumas, 2 Orang Tewas

Regional
Laporkan Pelecehan Seksual, Mahasiswi PKL Jadi Tersangka UU ITE

Laporkan Pelecehan Seksual, Mahasiswi PKL Jadi Tersangka UU ITE

Regional
4 Selat Strategis Pelayaran Dunia yang Ada di Kawasan Indonesia

4 Selat Strategis Pelayaran Dunia yang Ada di Kawasan Indonesia

Regional
Bocah SD di Brebes Diduga Jadi Korban Pencabulan Tetangga, Modus Pelaku Pinjamkan Ponsel

Bocah SD di Brebes Diduga Jadi Korban Pencabulan Tetangga, Modus Pelaku Pinjamkan Ponsel

Regional
Pengangguran Terbanyak di Banten Lulusan SMK, BPS: Lulusan SD Paling Banyak Bekerja

Pengangguran Terbanyak di Banten Lulusan SMK, BPS: Lulusan SD Paling Banyak Bekerja

Regional
Kasus Ayah Perkosa Anak Terungkap saat Korban Ketakutan di Pojok Ruangan

Kasus Ayah Perkosa Anak Terungkap saat Korban Ketakutan di Pojok Ruangan

Regional
Ratusan Ribu Suara Pemilu di Babel Tidak Sah, KPU Siapkan Pengacara

Ratusan Ribu Suara Pemilu di Babel Tidak Sah, KPU Siapkan Pengacara

Regional
2.540 Ekor Burung Liar Diselundupkan ke Jawa, Diduga Hasil Perburuan Hutan Lampung

2.540 Ekor Burung Liar Diselundupkan ke Jawa, Diduga Hasil Perburuan Hutan Lampung

Regional
HUT Ke-477 Kota Semarang, Pemkot Semarang Beri Kemudahan Izin Nakes lewat Program L1ON

HUT Ke-477 Kota Semarang, Pemkot Semarang Beri Kemudahan Izin Nakes lewat Program L1ON

Kilas Daerah
Polda NTT Bentuk Tim Gabungan Ungkap Kasus Penemuan Mayat Terbakar di Kota Kupang

Polda NTT Bentuk Tim Gabungan Ungkap Kasus Penemuan Mayat Terbakar di Kota Kupang

Regional
Ketua Nasdem Sumbar Daftar Pilkada Padang 2024

Ketua Nasdem Sumbar Daftar Pilkada Padang 2024

Regional
Sopir Innova Tewas Diduga Serangan Jantung dan Tabrak 2 Mobil di Solo

Sopir Innova Tewas Diduga Serangan Jantung dan Tabrak 2 Mobil di Solo

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com