Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gunung Sumbing, Gunung Api Aktif Tertinggi Kedua di Jateng: Lokasi dan Jalur Pendakian

Kompas.com - 26/02/2022, 21:59 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Gunung Sumbing merupakan salah satu gunung api aktif yang berada di Provinsi Jawa Tengah.

Melansir laman Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, letusan dalam sejarah Gunung Sumbing hanya tercatat satu kali yaitu tahun 1730.

Baca juga: Pencuri Diam-diam Kembalikan Aki Alat Pemantau Gunung Sumbing

Letusan ini terjadi di kawah puncak, dimana terbentuk kubah lava dengan aliran lava ke arah bibir kawah terendah.

Sering disebut juga sebagai gunung kembar, Gunung Sindoro dan Sumbing memang terletak saling berdekatan.

Baca juga: Aki Alat Pemantau Seismik di Gunung Sumbing Hilang Dicuri

Gunung ini memiliki ketinggian 3.371 mdpl dan menjadi gunung tertinggi kedua di Jawa Tengah setelah Gunung Slamet.

Dilansir dari laman Disporapar Provinsi Jawa Tengah, Gunung Sumbing secara administratif berada di tiga kabupaten, yaitu Magelang, Temanggung, dan Wonosobo.

Baca juga: Struktur Batu Bermotif Padma Ditemukan di Lereng Gunung Sumbing

Gunung Sumbing berjenis Stratovolcano dengan dua puncak bernama Puncak Sejati dan Puncak Selo Konten.

Pesona Gunung Sumbing menjadi daya tarik tersendiri sehingga di musim tertentu, jalur pendakian ini banyak didatangi para pendaki.

Asal Nama Gunung Sumbing

Nepal van Java Dusun Butuh, Kaliangkrik, Magelang di Kaki Gunung Sumbing(KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA) Nepal van Java Dusun Butuh, Kaliangkrik, Magelang di Kaki Gunung Sumbing

Melansir laman tribunnewswiki.com, konon nama Gunung Sumbing berasal dari legenda gunung kembar di wilayah tersebut.

Menurut mitos yang beredar, nama kedua gunung ini terkait dengan cerita legenda setempat tentang sepasang anak kembar.

Kedua anak ini dikenal selalu bertengkar dan tidak pernah akur sehingga ayahnya merasa kewalahan.

Akhirnya sang ayah memukul salah seorang anak kembar tersebut hingga bibirnya sumbing.

Seorang anaknya akhirnya dipanggil Si Sumbing dan salah seorang anak lainnya bernama Si Ndoro.

Hal ini sesuai dengan kenampakan bubur kawah Gunung Sumbing yang sedikit terbelah seperti bibir yang sumbing.

Halaman Berikutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

[POPULER REGIONAL] Alasan Kapolda Ancam Copot Kapolsek Medan Kota | Duel Bos Sawit dengan Perampok di Jambi

[POPULER REGIONAL] Alasan Kapolda Ancam Copot Kapolsek Medan Kota | Duel Bos Sawit dengan Perampok di Jambi

Regional
Sindir Pemerintah, Warga 'Panen' Ikan di Jalan Berlubang di Lampung Timur

Sindir Pemerintah, Warga "Panen" Ikan di Jalan Berlubang di Lampung Timur

Regional
Pria Ini Curi Sekotak Susu karena Anaknya Menangis Kelaparan, Dibebaskan dan Diberi 13 Kotak

Pria Ini Curi Sekotak Susu karena Anaknya Menangis Kelaparan, Dibebaskan dan Diberi 13 Kotak

Regional
Saat Dua Bule Eropa Ikut Halalbihalal di Magelang, Awalnya Dikira Pesta Pernikahan

Saat Dua Bule Eropa Ikut Halalbihalal di Magelang, Awalnya Dikira Pesta Pernikahan

Regional
Pilkada Nunukan, Ini Syarat Dukungan Jalur Partai dan Independen

Pilkada Nunukan, Ini Syarat Dukungan Jalur Partai dan Independen

Regional
Pilkada Kabupaten Semarang, Belum Ada Partai yang Buka Pendaftaran Bakal Calon Bupati

Pilkada Kabupaten Semarang, Belum Ada Partai yang Buka Pendaftaran Bakal Calon Bupati

Regional
Protes, Pria Berjas dan Berdasi di Palembang Mandi di Kubangan Jalan Rusak

Protes, Pria Berjas dan Berdasi di Palembang Mandi di Kubangan Jalan Rusak

Regional
Sebuah Mobil Terlibat Kecelakaan dengan 4 Motor, Awalnya Gara-gara Rem Blong

Sebuah Mobil Terlibat Kecelakaan dengan 4 Motor, Awalnya Gara-gara Rem Blong

Regional
Rektor Unpatti Bantah Aksi Mahasiswa, Jamin Ada Ruang Aman di Kampus

Rektor Unpatti Bantah Aksi Mahasiswa, Jamin Ada Ruang Aman di Kampus

Regional
Terjadi Lagi, Rombongan Pengantar Jenazah Cekcok dengan Warga di Makassar

Terjadi Lagi, Rombongan Pengantar Jenazah Cekcok dengan Warga di Makassar

Regional
Berhenti di Lampu Merah Pantura, Petani di Brebes Tewas Jadi Korban Tabrak Lari

Berhenti di Lampu Merah Pantura, Petani di Brebes Tewas Jadi Korban Tabrak Lari

Regional
Wisuda di Unpatti Diwarna Demo Bisu Mahasiswa Buntut Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Dosen FKIP

Wisuda di Unpatti Diwarna Demo Bisu Mahasiswa Buntut Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Dosen FKIP

Regional
Pemkab Kediri Bangun Pasar Ngadiluwih Awal 2025, Berkonsep Modern dan Wisata Budaya

Pemkab Kediri Bangun Pasar Ngadiluwih Awal 2025, Berkonsep Modern dan Wisata Budaya

Regional
Ambil Formulir di 5 Partai Politik, Sekda Kota Ambon: Saya Serius Maju Pilkada

Ambil Formulir di 5 Partai Politik, Sekda Kota Ambon: Saya Serius Maju Pilkada

Regional
Banjir Kembali Terjang Pesisir Selatan Sumbar, Puluhan Rumah Terendam

Banjir Kembali Terjang Pesisir Selatan Sumbar, Puluhan Rumah Terendam

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com