Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bola Panas di Polrestabes Medan, Berawal dari Uang Rp 1,5 Miliar di Loteng Rumah Bandar Narkoba

Kompas.com - 23/01/2022, 06:07 WIB
Rachmawati

Editor

KOMPAS.com - Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak mencopot Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko dari jabatannya.

Riko dicopot lantaran namanya disebut saat persidangan karena memerintahkan anggotanya menggunakan uang tangkap lepas dari istri terduga bandar narkoba sebesar Rp 75 juta.

Uang tersebut digunakan untuk membeli sepeda motor hadiah anggota TNI yang berhasil menggagalkan peredaran narkoba.

Baca juga: Kasus Suap Istri Bandar Narkoba, Eks Kapolrestabes Medan Sumbang Uang Rp 7 Juta untuk Beli Motor Hadiah Babinsa

Belakangan Riko tak terbukti melakukan hal tersebut. Namun Riko tetap dicopot untuk pemeriksaan lanjutan.

Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak mengatakan ada tiga pelanggaran yang dilakukan Satrenarkoba Polrestabes Medan.

Pertama, soal penggelapan uang hasil penggeledahan yang dilakukan sebanyak Rp 600 juta.

Kedua, soal kepemilikan narkoba oleh personel Satresnarkoba Polrestabes Medan.

Baca juga: Uang Rp 1,15 Miliar Dikembalikan, Istri Bandar Narkoba Cabut Laporan Terhadap Anggota Polrestabes Medan

Kemudian yang ketiga, soal anggota tersebut menerima uang hasil tangkap lepas istri terduga bandar narkoba sebanyak Rp 300 juta.

Buntut penggelapan uang tersebut, lima personel Polrestabes Medan dipecat. Mereka adalah Bripka Rikardo Siahaan, Aiptu Matredy Naibaho, Aiptu Dudi Efni, Briptu Marjuki Ritonga dan Iptu Toto Hartono

Di pengadilan, mereka "bernyanyi" dan menyebut nama beberapa perwira.

Dua pejabat Polrestabes Medan turun dimutasi yakni Kompol Oloan Siahaan (Kasat Narkoba Polrestabes Medan) dan AKP Paul Simamora (Kanit Narkoba Polrestabes Medan).

Bola panas itu pun berujung dengan pencopotoan Kapolrestabes Medan, Kombes Riko Sunarko pada Jumat (21/1/2022).

Baca juga: Fakta Baru Kasus Dugaan Suap dari Istri Bandar Narkoba, Kapolrestabes Medan Dicopot, 5 Anak Buah Dipecat

Berawal dari uang Rp 1,5 miliar di loteng

Kompol Oloan Siahaan dengan wajah murung saat dihadirkan di Mapolda Sumut dalam konferensi pers, Jumat (12/1/2022).TRIBUN MEDAN/ALVI Kompol Oloan Siahaan dengan wajah murung saat dihadirkan di Mapolda Sumut dalam konferensi pers, Jumat (12/1/2022).
Bola panas yang bergulir di Polrestabes Medan berawal saat para anggota polisi menemukan uang Rp 1,5 miliar di loteng rumah bandar narkoba, Jusuf.

Saat itu AKP Paul Simamora bersama unitnya melakukan penggeledahan terhadap sebuah rumah yang diduga bahwa pemilik rumah adalah bandar narkoba, Jusuf.

Dari hasil penggeledahan tersebut, AKP Paul bersama timnya menemukan narkotika dan uang sebesar Rp 1,5 miliar di atas loteng rumah Jusuf.

Baca juga: Babak Baru Kasus Kapolrestabes Medan Diduga Terima Suap dari Istri Bandar Narkoba, Diperiksa Propam Polda Sumut

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Embarkasi Padang Berangkatkan 6.592 Jemaah Haji Mulai 12 Mei 2024

Embarkasi Padang Berangkatkan 6.592 Jemaah Haji Mulai 12 Mei 2024

Regional
Gibran Beberkan Pertemuannya dengan Tony Blair di Jakarta, Apa Saja yang Dibicarakan?

Gibran Beberkan Pertemuannya dengan Tony Blair di Jakarta, Apa Saja yang Dibicarakan?

Regional
Mayat Wanita Tanpa Busana dan Leher Terlilit Kabel Ditemukan di Pinggir Jalan Kampar

Mayat Wanita Tanpa Busana dan Leher Terlilit Kabel Ditemukan di Pinggir Jalan Kampar

Regional
Respons Gibran soal Tak Ada Bukti Jokowi Intervensi Perubahan Syarat Pencalonan Capres-cawapres 2024

Respons Gibran soal Tak Ada Bukti Jokowi Intervensi Perubahan Syarat Pencalonan Capres-cawapres 2024

Regional
Bandara Sam Ratulangi Dibuka Normal Setelah Gunung Ruang Berstatus Siaga

Bandara Sam Ratulangi Dibuka Normal Setelah Gunung Ruang Berstatus Siaga

Regional
Motif Duel Maut 2 Pemuda di Banyumas, Bermula Saling Tantang

Motif Duel Maut 2 Pemuda di Banyumas, Bermula Saling Tantang

Regional
377 Warga Lembata Digigit Anjing Selama 4 Bulan

377 Warga Lembata Digigit Anjing Selama 4 Bulan

Regional
Istri Melahirkan di RS, Oknum Polisi di Surabaya Cabuli Anak Tiri Selama 4 Tahun

Istri Melahirkan di RS, Oknum Polisi di Surabaya Cabuli Anak Tiri Selama 4 Tahun

Regional
Presiden Jokowi Dorong Produktivitas dan Harga Jagung Ditingkatkan

Presiden Jokowi Dorong Produktivitas dan Harga Jagung Ditingkatkan

Regional
Diduga Hendak Dirampok, Pengendara di Pekanbaru Dipepet 3 Mobil dan 1 Motor

Diduga Hendak Dirampok, Pengendara di Pekanbaru Dipepet 3 Mobil dan 1 Motor

Regional
Viral, Video Mobil Pelat Merah Isi BBM Bersubsidi di Pertamina Semarang

Viral, Video Mobil Pelat Merah Isi BBM Bersubsidi di Pertamina Semarang

Regional
Menteri LHK Sebut Persoalan Gambut di Kalteng Sudah Dapat Diperbaiki Kecuali di Utara

Menteri LHK Sebut Persoalan Gambut di Kalteng Sudah Dapat Diperbaiki Kecuali di Utara

Regional
Pilkada Magelang, Calon Independen Harus Kantongi 65.494 Dukungan

Pilkada Magelang, Calon Independen Harus Kantongi 65.494 Dukungan

Regional
Kereta Hantam Bus Putra Sulung di OKU Timur, Polisi Pastikan 1 Korban Tewas, 25 Terluka

Kereta Hantam Bus Putra Sulung di OKU Timur, Polisi Pastikan 1 Korban Tewas, 25 Terluka

Regional
Pemerintah Malaysia Deportasi 82 WNI Bermasalah via PLBN Entikong

Pemerintah Malaysia Deportasi 82 WNI Bermasalah via PLBN Entikong

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com