Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bakamla Usulkan Pembangunan Karang Singa untuk Kawal Batas Negara

Kompas.com - 14/01/2022, 06:45 WIB
Hadi Maulana,
Abba Gabrillin

Tim Redaksi

BATAM, KOMPAS.com – Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksdya TNI Aan Kurnia bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Wakil Menteri Pertahanan M Herindra dan Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad meninjau kawasan Karang Singa di perairan utara Pulau Bintan, Kamis (13/1/2022).

Peninjauan menggunakan KN Nipah-321.

Bertolak dari Dermaga Batu Ampar Batam, KN Nipah-321 melaksanakan pelayaran menuju Karang Singa dengan waktu tempuh lebih kurang 2 jam.

Baca juga: Sepanjang 2021, Bakamla Amankan Risiko Kerugian Negara Hampir Rp 4 Triliun

Aan mengatakan, sudah seharusnya simbol negara hadir di Karang Singa yang menjadi wilayah perbatasan kedaulatan Indonesia.

Kehadiran itu bisa ditunjukkan dengan keberadaan aparat pemerintah, nelayan, maupun pembangunan.

Perlu diketahui bahwa Karang Singa yang terletak di perairan utara dari Pulau Bintan ini merupakan daerah perbatasan Indonesia dengan Malaysia dan Singapura.

“Di perairan internasional, perbatasan internasional ini, negara Singapura telah menguasai teritorial Batu Putih (Pedra Branca),” kata Aan melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (14/1/2022).

Baca juga: Pengamanan Perairan Natuna Jadi Prioritas Bakamla di 2022

Ia mengatakan, Malaysia sudah menguasai Karang Tengah (Middle Rock).

Penguasaan teritorial dari dua negara tersebut sudah diputuskan oleh Mahkamah Internasional (International Court of Justice).

"Karang Singa yang sempat diklaim Malaysia itu saat ini perlu dibangun fasilitas oleh pemerintah pusat, mulai dari suar dan lainnya. Ini menjadi simbol bahwa negara hadir di perbatasan," kata Aan.

Baca juga: Bakamla Pastikan Temuan Benda Mirip Tank di Natuna Tak Berbahaya

Aan mengatakan, kapal Bakamla akan secara terus-menerus menggelar unjuk kekuatan sebagai bukti bahwa Bakamla hadir melaksanakan patroli dan mengamankan daerah perairan perbatasan tersebut.

“Saya berharap tidak hanya Bakamla RI hadir di sana, namun diharapkan penegak hukum lainnya dan pelaku ekonomi turut hadir. Sebagai bukti negara turut serta memajukan wilayah perbatasan,” ujar Aan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Bawaslu Serang Temukan Dugaan Penggelembungan Suara Caleg di 7 TPS

Bawaslu Serang Temukan Dugaan Penggelembungan Suara Caleg di 7 TPS

Regional
Prakiraan Cuaca Semarang Hari Ini Kamis 29 Februari 2024, dan Besok: Berawan Sepanjang Hari

Prakiraan Cuaca Semarang Hari Ini Kamis 29 Februari 2024, dan Besok: Berawan Sepanjang Hari

Regional
Hidup Tertatih di Tengah Abrasi Pesisir Utara Semarang

Hidup Tertatih di Tengah Abrasi Pesisir Utara Semarang

Regional
Pertemuan Satgas Cartenz dengan Pihak Selandia Baru dan Perkembangan Pembebasan Philip

Pertemuan Satgas Cartenz dengan Pihak Selandia Baru dan Perkembangan Pembebasan Philip

Regional
Pemprov Jateng Bakal Gelar 100 Pasar Murah hingga Lebaran

Pemprov Jateng Bakal Gelar 100 Pasar Murah hingga Lebaran

Regional
Cerita Mbah Tamsilah soal Banjir Demak, Tahun 2024 yang Paling Parah

Cerita Mbah Tamsilah soal Banjir Demak, Tahun 2024 yang Paling Parah

Regional
'Sedih, Rasanya sampai Mau Menangis, Semua Harga Barang Naik'

"Sedih, Rasanya sampai Mau Menangis, Semua Harga Barang Naik"

Regional
Mencicipi Mie Gepeng Pangsit Pak Totok, Kuliner Legendaris Semarang yang Harganya Rp 7.000 Saja

Mencicipi Mie Gepeng Pangsit Pak Totok, Kuliner Legendaris Semarang yang Harganya Rp 7.000 Saja

Regional
Hilang Usai Terjatuh dari KM Sabuk Nusantara, Bocah 3 Tahun di Tual Ditemukan Tewas

Hilang Usai Terjatuh dari KM Sabuk Nusantara, Bocah 3 Tahun di Tual Ditemukan Tewas

Regional
Tradisi 'Dugderan' di Semarang Akan Digelar Meriah, Bakal Banyak Beduk Raksasa

Tradisi "Dugderan" di Semarang Akan Digelar Meriah, Bakal Banyak Beduk Raksasa

Regional
Pesta Berujung Keributan di Muna Sultra, Seorang Remaja Tewas Ditikam, 2 Orang Kritis

Pesta Berujung Keributan di Muna Sultra, Seorang Remaja Tewas Ditikam, 2 Orang Kritis

Regional
Buaya Program Rehabilitasi Saling Bantai, Kendala di Kawasan Pelepasan

Buaya Program Rehabilitasi Saling Bantai, Kendala di Kawasan Pelepasan

Regional
Kronologi Pasutri di Bengkulu Dibacok Saat Tagih Utang Rp 60 Juta, Pelaku Serang Pakai Parang

Kronologi Pasutri di Bengkulu Dibacok Saat Tagih Utang Rp 60 Juta, Pelaku Serang Pakai Parang

Regional
Resmikan Terminal Samarinda Seberang, Jokowi Ingatkan Pentingnya Transportasi Massal

Resmikan Terminal Samarinda Seberang, Jokowi Ingatkan Pentingnya Transportasi Massal

Regional
3 Pembunuh Warga Serang Gara-gara Miras, Divonis 10 Tahun Bui

3 Pembunuh Warga Serang Gara-gara Miras, Divonis 10 Tahun Bui

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com