Pekerjaan Molor, Kontraktor "Malioboro" Tegal Didenda Rp 8,8 Juta Per Hari

Kompas.com - 11/01/2022, 10:58 WIB


TEGAL, KOMPAS.com - Rekanan atau kontraktor pelaksana proyek City Walk "Malioboro" Jalan Ahmad Yani, Kota Tegal, Jawa Tengah, dikenakan denda Rp 8,8 juta per hari mulai 9 Januari 2022.

Sebabnya, pengerjaan proyek yang sempat menuai polemik warga sekitar itu molor dari jangka waktu kontrak yang seharusnya rampung pada 8 Januari 2022.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tegal, Sugiyanto mengatakan, sesuai kontrak, pekerjaan senilai Rp 9,7 miliar dilaksanakan 6 September hingga 24 Desember 2021.

Namun, karena mengalami sejumlah kendala, pihaknya memberikan waktu 15 hari perpanjangan atau paling lambat 8 Januari rampung.

Baca juga: Kata Gibran soal Dirinya dan Kaesang Dilaporkan ke KPK: Silakan Saja, Salahnya Apa, Ya Dibuktikan

 

Kendati diberi perpanjangan, kenyataannya pekerjaan proyek baru rampung 60 persen.

"Karena sejumlah kendala, kami awalnya sudah beri waktu perpanjangan sejak 25 Desember 2021 hingga 8 Januari 2022, sesuai permintaan mereka. Namun, pada kenyataannya kontraktor baru bisa merampungkan 60 persen," kata Sugiyanto, Selasa (11/1/2022).

Sugiyanto mengatakan, pihaknya kembali memberikan kesempatan merampungkan pekerjaan mulai 9 Januari hingga 29 Januari mendatang.

Namun, setiap harinya dikenakan denda keterlambatan sebesar 1/1000 (satu per seribu/permil) dari harga kontrak atau bagian kontrak jika dihitung sekitar Rp 8,8 juta per hari.

 

"Ada perpanjangan kedua tapi konsekuensinya kena pinalti sekitar Rp 8,8 juta per hari, waktunya berarti sampai 29 Januari 2022," kata Sugiyanto.

Sugiyanto berharap, di sisa waktu yang diberikan, pihak kontraktor bisa bekerja maksimal untuk merampungkan pekerjaan.

Baca juga: Tagih Janji Ganjar, Nelayan Tegal Sebut Sedimentasi Kali Bacin Kian Parah Sampai Makan Korban Jiwa

 

Salah satunya dengan menambah jumlah pekerja dan jam kerja hingga malam hari.

Proyek yang digadang-gadang akan seperti kawasan Jalan Malioboro, Yogyakarta, itu masih menyisakan pekerjaan di antaranya pemasangan granit dan atau paving dekoratif.

"Harapannya pihak kontraktor segera menyelesaikan. Dikerjakan 24 jam, bisa sampai malam. Ketika tidak selesai ya putus kontrak, sudah tidak ada kesempatan lagi," kata Sugiyanto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Pembunuhan Purnawirawan TNI di Lembang dan Kecaman GM FKPPI Tasikmalaya

Kronologi Pembunuhan Purnawirawan TNI di Lembang dan Kecaman GM FKPPI Tasikmalaya

Regional
Bocah 5 Tahun di Riau Tewas Dilempar Parang oleh Abangnya Sendiri

Bocah 5 Tahun di Riau Tewas Dilempar Parang oleh Abangnya Sendiri

Regional
10 Hari Terombang-ambing di Tengah Laut, Pria asal Parepare Ditemukan Lemas

10 Hari Terombang-ambing di Tengah Laut, Pria asal Parepare Ditemukan Lemas

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 18 Agustus 2022

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 18 Agustus 2022

Regional
Jojo, Anjing di Bali yang Mati Ditembak Orang Tak Dikenal dengan Senapan Angin

Jojo, Anjing di Bali yang Mati Ditembak Orang Tak Dikenal dengan Senapan Angin

Regional
Dua Kakak Beradik ODGJ Dikurung Puluhan Tahun hingga Lumpuh, Hanya Dirawat Lansia

Dua Kakak Beradik ODGJ Dikurung Puluhan Tahun hingga Lumpuh, Hanya Dirawat Lansia

Regional
Kala 'Ojo Dibandingke' Menggoyang Istana, Jadi Potret Musisi Daerah 'Kuasai' Jakarta...

Kala "Ojo Dibandingke" Menggoyang Istana, Jadi Potret Musisi Daerah "Kuasai" Jakarta...

Regional
Kisah 3 Delegasi Paskibra dari SMAN 15 Semarang, Lelah yang Terbayar Tuntas

Kisah 3 Delegasi Paskibra dari SMAN 15 Semarang, Lelah yang Terbayar Tuntas

Regional
Mengaku Dukun dan Bisa Obati Penyakit, Petani di Riau Perkosa Remaja Putri

Mengaku Dukun dan Bisa Obati Penyakit, Petani di Riau Perkosa Remaja Putri

Regional
Diduga Banyak Oknum Bermain dalam Kasus Lahan Bong Mojo Solo, Polisi Dalami Tersangka Baru

Diduga Banyak Oknum Bermain dalam Kasus Lahan Bong Mojo Solo, Polisi Dalami Tersangka Baru

Regional
Respons Jenderal Dudung soal Brigjen TNI Tembak Kucing dengan Senapan

Respons Jenderal Dudung soal Brigjen TNI Tembak Kucing dengan Senapan

Regional
Purnawirawan TNI Tewas Ditikam di Lembang, Dikenal Tak Punya Tempat Tinggal

Purnawirawan TNI Tewas Ditikam di Lembang, Dikenal Tak Punya Tempat Tinggal

Regional
Pekerja di Banyumas Tewas Usai Tersengat Listrik dan Jatuh dari Atap Studio Radio

Pekerja di Banyumas Tewas Usai Tersengat Listrik dan Jatuh dari Atap Studio Radio

Regional
Saat Martinus Sajikan Tuak Manis Pakai Daun Lontar untuk Menteri PDTT dan Gubernur NTT

Saat Martinus Sajikan Tuak Manis Pakai Daun Lontar untuk Menteri PDTT dan Gubernur NTT

Regional
Satpol PP dan Pedagang di Pantai Padang Bentrok, DPRD Minta Pemkot Padang Buat Perwako

Satpol PP dan Pedagang di Pantai Padang Bentrok, DPRD Minta Pemkot Padang Buat Perwako

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.