Cerita Warga, Manfaatkan Daun di Sekitar Rumah hingga Raup Jutaan Rupiah dari Kain "Ecoprint"

Kompas.com - 22/11/2021, 07:02 WIB

KEDIRI, KOMPAS.com - Daun tanaman di sekitar rumah ternyata bisa memiliki nilai jual tinggi jika dimanfaatkan lebih jauh.

Salah satunya bila digunakan sebagai pola kain ecoprint.

Baca juga: Dosen USU Inovasi Ecoprint Daur Ulang Tumbuhan

Berbeda dengan batik yang membutuhkan keahlian seni, batik ecoprint ini cenderung lebih mudah dilakukan karena pada dasarnya hanya menempelkan dedaunan pada kain.

Dari tempelan itu, nantinya akan meninggalkan bekas berupa warna dan bentuk sesuai daun yang ditempelkan.

Sehingga, siapa pun bisa membuatnya dengan mudah serta bisa memilih motif maupun pola sesuai selera.

Dibanderol Rp 350.000 hingga jutaan

Salah satu penggiat kain ecoprint ini adalah Agus Praptina (61), warga Perumahan Canda Bhirawa Asri Blok W, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Ibu rumah tangga yang akrab disapa Bu Seno ini sudah hampir empat tahun menekuni usaha kain ecoprint.

Dia menerapkannya pada kain taplak meja, sajadah, hingga kain untuk bahan pakaian semisal kemeja.

Dari kreativitasnya itu, dia bisa meraup jutaan rupiah karena produknya banyak dilirik orang.

Harga yang dibanderolnya beragam, mulai dari Rp 350.000 sampai Rp 1,5 juta sesuai jenis kain.

Kainnya diminati warga lokal hingga luar pulau, seperti Madura hingga Kalimantan.

"Alhamdulillah dari bahan-bahan yang ada di sekitar kita, diolah bisa bernilai ekonomis," ujar Bu Seno ditemui di rumahnya.

Baca juga: Inisiasi Toleransi Antarumat Beragama di Situs Ndalem Pojok Kediri

 

Proses penyusunan dedaunan pada kain ecoprint.KOMPAS.com/M.AGUS FAUZUL HAKIM Proses penyusunan dedaunan pada kain ecoprint.
Bahan ecoprint

Ada dua bahan utama yang harus disiapkan, yaitu kain polos yang akan dipakai untuk medium cap serta dedaunan yang akan dipakai untuk capnya.

Kain yang dipakai bisa berasal dari jenis apa pun, mulai kain biasa, kain tenun, hingga kain sutra.

Sedangkan dedaunan yang jamak dipakai adalah daun jati, daun jarak, daun afrika, daun lanang, daun kalpataru, dan masih banyak yang lainnya.

"Pada dasarnya semua daun bisa dipakai, sepanjang mempunyai pigmen warna yang tinggi," ujar ibu empat anak tersebut.

Untuk pengembangannya, ecoprint juga bisa menggunakan bahan nonkain, misalnya kulit.

Bahan kulit ini biasanya dipakai untuk kebutuhan tas hingga sepatu.

Baca juga: Cara Warga Kediri Peringati Hari Pahlawan, Perbaiki Sumber Mata Air hingga Aksi Cium Tanah

Proses pembuatan

Bu Seno memanfaatkan rumahnya sebagai galeri workshop dalam pembuatan kain ecoprint itu.

Dalam membuatnya, pertama adalah menyiapkan bahan-bahan yang akan dipakai, mulai dari dedaunan hingga kainnya.

"Kalau saya sih biasa ambil dedaunan yang ada di sekitar rumah saja. Simpel," kata perempuan yang awalnya menekuni usaha kain perca itu.

Selanjutnya adalah membasahi kain tersebut atau membuatnya lembap lalu digelar di permukaan yang rata.

Pada bagian bawah kain tersebut diberi alas plastik sesuai lebar kainnya.

Baca juga: Pengisian Perangkat Desa di Kabupaten Kediri Harus Bebas Praktik Jual Beli Jabatan

Kemudian dedaunan yang telah disiapkan tadi diletakkan di atas kain. Peletakan bebas, atau bisa ditata sedemikian rupa sesuai selera.

Setelah penempatan dedaunan itu dianggap cukup, selanjutnya adalah menutupnya dengan plastik lagi.

Kain dan plastik tersebut kemudian digulung dan ditali kuat-kuat. Menggulungnya harus hati-hati agar letak dedaunan tadi tidak berubah tempat.

"Langkah selanjutnya adalah mengukusnya selama kurang lebih 2 jam pada api yang stabil," dia menambahkan.

Baca juga: Densus 88 Geledah Rumah Terduga Teroris di Kediri, Buku hingga Laptop Disita

Setelah dua jam, gulungan tadi dikeluarkan dan dibuka ikatannya.

Diikuti dengan pengambilan dedaunan yang menempel pada kain.

Untuk menimbulkan warna yang maksimal, kain ecoprint itu usai dikukus harus dijemur, tetapi tidak boleh kena sinar mata hari langsung. Cukup diangin-anginkan sekitar empat hari.

Adapun perawatan pada kain ecoprint ini cenderung gampang.

Pencuciannya tidak diperkenankan memakai mesin cuci dan penyimpanannya juga tidak boleh di tempat lembap.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Meriahkan HUT ke-77 RI, Bupati Luwu Utara Ikut Kibarkan Bendera Merah Putih di Laut

Meriahkan HUT ke-77 RI, Bupati Luwu Utara Ikut Kibarkan Bendera Merah Putih di Laut

Regional
[POPULER NUSANTARA] Gibran Copot Paksa Masker Anggota Paspampres yang Pukul Sopir | Kecelakaan Maut di Cianjur

[POPULER NUSANTARA] Gibran Copot Paksa Masker Anggota Paspampres yang Pukul Sopir | Kecelakaan Maut di Cianjur

Regional
Update Korban Kecelakaan Maut Cianjur yang Tewaskan 6 Orang

Update Korban Kecelakaan Maut Cianjur yang Tewaskan 6 Orang

Regional
Perjalanan Maksum, Lulusan Pesantren Berdayakan Puluhan Pemuda melalui Gim 'Online'

Perjalanan Maksum, Lulusan Pesantren Berdayakan Puluhan Pemuda melalui Gim "Online"

Regional
Prakiraan Cuaca di Medan Hari Ini, 15 Agustus 2022: Hujan Ringan Sore hingga Malam

Prakiraan Cuaca di Medan Hari Ini, 15 Agustus 2022: Hujan Ringan Sore hingga Malam

Regional
Prakiraan Cuaca di Palembang Hari Ini, 15 Agustus 2022: Hujan Ringan di Sore Hari

Prakiraan Cuaca di Palembang Hari Ini, 15 Agustus 2022: Hujan Ringan di Sore Hari

Regional
Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 15 Agustus 2022: Pagi Cerah dan Sore Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 15 Agustus 2022: Pagi Cerah dan Sore Hujan Ringan

Regional
Kesaksian Ayah dan Anak Selamat dari Kecelakaan Maut di Cianjur: Orang-orang Histeris

Kesaksian Ayah dan Anak Selamat dari Kecelakaan Maut di Cianjur: Orang-orang Histeris

Regional
Garut Berstatus Merah, Daerah dengan Angka Stunting Tertinggi di Jabar

Garut Berstatus Merah, Daerah dengan Angka Stunting Tertinggi di Jabar

Regional
6 Lokasi Api Abadi di Indonesia, dari Pulau Jawa hingga Kalimantan

6 Lokasi Api Abadi di Indonesia, dari Pulau Jawa hingga Kalimantan

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 14 Agustus 2022

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 14 Agustus 2022

Regional
Detik-detik Angin Kencang Porak-poranda 40 Rumah Warga di Bangkalan dalam Waktu 10 Menit

Detik-detik Angin Kencang Porak-poranda 40 Rumah Warga di Bangkalan dalam Waktu 10 Menit

Regional
Kecelakaan Truk di Tol Semarang-Solo, Dua Korban Dinyatakan Tewas

Kecelakaan Truk di Tol Semarang-Solo, Dua Korban Dinyatakan Tewas

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 14 Agustus 2022

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 14 Agustus 2022

Regional
Dokter di Surabaya Dapat Tagihan Rp 80 Juta dari PLN, Ini Penyebabnya

Dokter di Surabaya Dapat Tagihan Rp 80 Juta dari PLN, Ini Penyebabnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.