Kompas.com - 29/10/2021, 07:29 WIB
Ilustrasi. THINKSTOCKIlustrasi.

JAYAPURA, KOMPAS.com - Seorang anak tewas terkena serpihan peluru dalam aksi penembakan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Intan Jaya, pada Selasa (26/10/2021).

Selain itu, serpihan peluru juga mengakibatkan satu anak lainnya terluka.

"Pada saat terjadinya kontak tembak, dua anak sedang dengan orang tuanya beraktivitas di sekitar rumah, sehingga menjadi sasaran Kelompok Kriminal Bersenjata tersebut," ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal, melalui keterangan tertulis, Kamis (28/10/2021).

Baca juga: Kontak Senjata TNI dengan KKB di Intan Jaya Papua, Serka Asep Alami Luka Tembak di Bagian Perut

Tak ada tenaga kesehatan di lokasi

Menurut Kamal, satu anak terkena tembakan di bagian punggung. Sedangkan satu anak lainnya meninggal dunia.

"Diketahui kedua anak tersebut mengalami luka serpihan tembak, satu meninggal dunia dan satu terkena tembakan di punggung belakang," sambung Kamal.

Kamal menyebutkan, korban tewas karena tidak adanya tenaga kesehatan di lokasi tersebut. Sehingga korban terlambat mendapatkan penanganan medis.

"Melihat kejadian tersebut, keluarga korban hendak membawa kedua putranya ke Puskesmas namun tidak adanya tenaga medis sehingga korban dibawa kembali ke rumah dan pada malam harinya keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sugapa," kata dia.

Baca juga: Kasus Kecelakaan Rimbun Air di Intan Jaya, Polisi Dalami Dugaan Pelanggaran Maskapai

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anak 10 Tahun Korban Dugaan Pemerkosaan di Manado Meninggal karena Kanker Darah

Anak 10 Tahun Korban Dugaan Pemerkosaan di Manado Meninggal karena Kanker Darah

Regional
Ngayau, Tradisi Perburuan Kepala yang Membuat Suku Dayak Ditakuti Musuh

Ngayau, Tradisi Perburuan Kepala yang Membuat Suku Dayak Ditakuti Musuh

Regional
Usir Wartawan, Satpam di Kantor BPN Bandar Lampung Berupaya Merebut Kamera

Usir Wartawan, Satpam di Kantor BPN Bandar Lampung Berupaya Merebut Kamera

Regional
Kisah 'Layangan Putus' di Salatiga Berakhir di Pisau Tukang Nasi Goreng

Kisah "Layangan Putus" di Salatiga Berakhir di Pisau Tukang Nasi Goreng

Regional
3 Pelajar di Madiun Terlibat Kecelakaan Saat Berangkat Sekolah, 1 Orang Tewas

3 Pelajar di Madiun Terlibat Kecelakaan Saat Berangkat Sekolah, 1 Orang Tewas

Regional
Longsor di Mandeh, Akses Jalan ke Puncak Jokowi Tertutup Total

Longsor di Mandeh, Akses Jalan ke Puncak Jokowi Tertutup Total

Regional
Kepala Baitul Mal Aceh Tenggara Perkosa Santri, KKPAA Minta Polisi Terapkan UU Perlindungan Anak

Kepala Baitul Mal Aceh Tenggara Perkosa Santri, KKPAA Minta Polisi Terapkan UU Perlindungan Anak

Regional
5 Orang Terpapar Varian Omicron di Semarang Dinyatakan Sembuh, 1 Masih di RS

5 Orang Terpapar Varian Omicron di Semarang Dinyatakan Sembuh, 1 Masih di RS

Regional
Cara Menggunakan Google Maps agar Tak Tersesat

Cara Menggunakan Google Maps agar Tak Tersesat

Regional
Sopir Avanza Penyebab Kecelakaan Maut di Maluku Diserahkan ke Kejari Ambon

Sopir Avanza Penyebab Kecelakaan Maut di Maluku Diserahkan ke Kejari Ambon

Regional
Terungkap, Petani yang Ditemukan Tewas di Kamar Ternyata Dibunuh Istri dan Kekasih Gelapnya

Terungkap, Petani yang Ditemukan Tewas di Kamar Ternyata Dibunuh Istri dan Kekasih Gelapnya

Regional
Pedagang Minyak Goreng Eceran di Polewali Mandar Minta Distributor Turunkan Harga

Pedagang Minyak Goreng Eceran di Polewali Mandar Minta Distributor Turunkan Harga

Regional
Sejumlah Tokoh di Kalsel Kecam Pernyataan Edy Mulyadi

Sejumlah Tokoh di Kalsel Kecam Pernyataan Edy Mulyadi

Regional
Kasus Dugaan Pemerkosaan Perempuan di Boyolali Ditangani Polda Jateng, Kapolres: Kita Hanya Memfasilitasi

Kasus Dugaan Pemerkosaan Perempuan di Boyolali Ditangani Polda Jateng, Kapolres: Kita Hanya Memfasilitasi

Regional
Pelapor dan Terlapor Saling Memaafkan, Polisi Hentikan Penyidikan Kasus Lingkaran Setan

Pelapor dan Terlapor Saling Memaafkan, Polisi Hentikan Penyidikan Kasus Lingkaran Setan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.