UB Kembangkan Teknologi Budidaya Melon, Menyiram Otomatis Sesuai Kebutuhan Nutrisi

Kompas.com - 21/10/2021, 16:03 WIB
Eka Maulana, salah satu dosen di Universitas Brawijaya saat menunjukkan Internet of Things berupa drip irrigation system untuk budidaya tanaman melon di Kebun Melon Agro Techno Park UB di Jatikerto, Kabupaten Malang, Kamis (21/10/2021). KOMPAS.COM/ANDI HARTIKEka Maulana, salah satu dosen di Universitas Brawijaya saat menunjukkan Internet of Things berupa drip irrigation system untuk budidaya tanaman melon di Kebun Melon Agro Techno Park UB di Jatikerto, Kabupaten Malang, Kamis (21/10/2021).

MALANG, KOMPAS.com - Universitas Brawijaya (UB) mengembangkan sistem pertanian berbasis internet of things (IoT) untuk budidaya tanaman melon.

Teknologi ini dinilai dapat menghasilkan buah yang lebih bagus karena proses budidaya disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi tanaman.

Saat ini, teknologi yang diberi nama drip irrigation system atau sistem pengairan tetes ini sedang diterapkan di kebun melon di Agro Techno Park UB di Jatikerto, Kabupaten Malang.

Baca juga: Anak Usia di Bawah 12 Tahun Boleh Wisata, Kunjungan ke Kota Batu dan Malang Naik

Manfaatkan dua sensor

Eka Maulana, dosen di Universitas Brawijaya yang menjadi inovator teknologi pertanian itu mengatakan, drip irrigation system atau sistem pengairan tetes memanfaatkan dua sensor, yakni sensor digital dan sensor analog.

Sensor itu ditempatkan pada media tanam untuk mengukur kelembaban di dalam media tanam tersebut.

"Ada dua sensor yang kita pakai untuk mengukur kadar air di dalam media tanam," kata Eka di Agro Techno Park Jatikerto, Kabupaten Malang, Kamis (21/10/2021).

Baca juga: Kota Malang Masuk PPKM Level 2, Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Mal dan Bioskop

Melalui sepasang sensor tersebut, sistem dirancang mendeteksi kadar air dan nutrisi yang dibutuhkan tanaman, sehingga dengan sendirinya mengalirkan air ke setiap media tanam.

Air serta nutrisi yang dialirkan dengan skema tetes itu menyesuaikan dengan kebutuhan tanaman.

Sebab, kebutuhan nutrisi tanaman akan berbeda sesuai dengan usia dan suhu yang melingkupinya.

"Dalam prosesnya, drip irrigation system ini bekerja sesuai dengan kebutuhan nutrisi masing-masing tanaman yang akan diairi. Jadi bukan sekadar seberapa banyak mengairi tanaman tapi disesuaikan dengan usia tanaman. Pengendalian sistem ini termonitor dari segi waktu dan variabel data yang sudah terekam dengan baik," jelasnya.

Baca juga: Duduk Perkara Wali Kota Malang Gowes Langgar Prokes Berujung Vonis Denda Rp 25 Juta

 

Tak hanya memiliki rasa yang manis dan lezat, manfaat buah melon bagi kesehatan juga berlimpah.PIXABAY/CONGERDESIGN Tak hanya memiliki rasa yang manis dan lezat, manfaat buah melon bagi kesehatan juga berlimpah.
Manajer Pertanian dan Pengembangan Agro Techno Park UB, Suyadi mengatakan, penggunaan teknologi ini lebih akurat dalam memprediksi kebutuhan nutrisi tanaman dari pada budidaya secara manual.

Sebab, budidaya secara manual dilakukan hanya dengan menggunakan insting.

Sedangkan, teknologi itu menggunakan perangkat sistem yang mampu mendeteksi kebutuhan air dan nutrisi tanaman.

Baca juga: Pemkot Malang Akan Datangi Lansia ke Rumahnya untuk Disuntik Vaksin

"Sehingga dengan teknologi itu kita tidak perlu secara manual memberikan nutrisinya. Bisa ditinggal untuk mengerjakan pekerjaan yang lain, karena secara otomatis akan menyalakan mesin drip dan mengaliri nutrisi ke media tanam sesuai dengan kebutuhan tanaman," katanya.

Karena kebutuhan air dan nutrisi sudah bisa dideteksi, air dan nutrisi yang dialirkan tidak akan kurang dan lebih.

"Sehingga tidak sampai terjadi kekurangan nutrisi. Karena jika kita manual, maka kita masih menggunakan insting saja kapan tanaman membutuhkan nutrisi," katanya.

 

Karena nutrisi yang stabil, teknologi itu dapat menghasilkan buah yang lebih berkualitas.

Saat ini, teknologi drip irrigation system atau sistem pengairan tetes itu dikembangkan untuk tanaman melon jenis rock, golden, dan honey.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Tasikmalaya: Mending Beli Minyak di Mal, Murah, di Pasar Minyak Curah Masih Mahal

Warga Tasikmalaya: Mending Beli Minyak di Mal, Murah, di Pasar Minyak Curah Masih Mahal

Regional
Gempa M 6,1 Guncang Melonguane Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa M 6,1 Guncang Melonguane Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Dugaan Kekerasan Seksual Anak 10 Tahun, Polisi Kantongi Satu Tersangka

Dugaan Kekerasan Seksual Anak 10 Tahun, Polisi Kantongi Satu Tersangka

Regional
Cerita di Balik Tragedi Kecelakaan Maut di Rapat Balikpapan, Seorang Bocah Selamat

Cerita di Balik Tragedi Kecelakaan Maut di Rapat Balikpapan, Seorang Bocah Selamat

Regional
Minibus Dibawa Kabur Tetangga, Pelaku Minta Tebusan Rp 30 juta

Minibus Dibawa Kabur Tetangga, Pelaku Minta Tebusan Rp 30 juta

Regional
Warga Purbalingga Sulit Dapat Minyak Goreng, Hasil Sidak: Ada Minimarket yang Sembunyikan Stok Barang

Warga Purbalingga Sulit Dapat Minyak Goreng, Hasil Sidak: Ada Minimarket yang Sembunyikan Stok Barang

Regional
Cerita Ganjar Pranowo Bertemu Keluarganya yang Jadi Transmigran di Lampung

Cerita Ganjar Pranowo Bertemu Keluarganya yang Jadi Transmigran di Lampung

Regional
Hilang Kendali, Truk Tronton Muatan Batubara Hantam Mobil Pikap di Jambi, 11 Penumpang Luka

Hilang Kendali, Truk Tronton Muatan Batubara Hantam Mobil Pikap di Jambi, 11 Penumpang Luka

Regional
Sakit Hati Dipecat, Pria di Kalsel Tembak Karyawan Bekas Tempatnya Bekerja

Sakit Hati Dipecat, Pria di Kalsel Tembak Karyawan Bekas Tempatnya Bekerja

Regional
Stok Minyak Goreng untuk 2 Hari di Sragen Ludes Terjual dalam Hitungan Jam

Stok Minyak Goreng untuk 2 Hari di Sragen Ludes Terjual dalam Hitungan Jam

Regional
Kronologi Pegawai BRI Link Tewas Usai Ditembak Perampok 2 Kali, Berawal Kejar Pelaku yang Rampas Uang Rp 50 Juta

Kronologi Pegawai BRI Link Tewas Usai Ditembak Perampok 2 Kali, Berawal Kejar Pelaku yang Rampas Uang Rp 50 Juta

Regional
15 Siswa SD dan 2 Guru di Bulungan Kaltara Positif Covid-19

15 Siswa SD dan 2 Guru di Bulungan Kaltara Positif Covid-19

Regional
Kejari Palopo Tetapkan 4 Ketua PKBM Jadi Tersangka, Negara Rugi Rp 889 Juta

Kejari Palopo Tetapkan 4 Ketua PKBM Jadi Tersangka, Negara Rugi Rp 889 Juta

Regional
Satu Kasus Omicron Ditemukan di Sukoharjo

Satu Kasus Omicron Ditemukan di Sukoharjo

Regional
Puluhan Warga Lebak Dilarikan ke Puskesmas Usai Santap Nasi Syukuran

Puluhan Warga Lebak Dilarikan ke Puskesmas Usai Santap Nasi Syukuran

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.