Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kasus Covid-19 di Banyumas Diklaim Melandai, Epidemiolog Unsoed Soroti Jumlah Testing

Kompas.com - 12/10/2021, 16:16 WIB
Fadlan Mukhtar Zain,
Teuku Muhammad Valdy Arief

Tim Redaksi

PURWOKERTO, KOMPAS.com - Kasus Covid-19 di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dalam dua pekan terakhir terus menurun dengan rata-rata tujuh kasus baru per hari.

Namun apakah penyebaran Covid-19 sudah bisa dikatakan terkendali?

Menurut Ahli Epidemilogi Lapangan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto dr Yudhi Wibowo, kasus tersebut belum dapat menggambarkan kondisi nyata penyebaran Covid-19 di masyarakat.

"Memang positivity rate sudah di bawah 5 persen, tapi catatannya yaitu jumlah testing belum memenuhi standar," kata Yudhi saat dihubungi, Selasa (12/10/2021).

Baca juga: Kasus Covid-19 di Kulon Progo Terus Melandai, Beberapa Hari Nol Kematian Pasien

Yudhi mengatakan, sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) jumlah testing seharusnya sebanyak 1.220 per hari.

"Jumlah testing belum memenuhi Inmendgari, yaitu seharusnya 1.220 per hari, sementara di Banyumas rata-rata sekitar 112 per hari. Jadi belum menggambarkan kondisi riil," ujar Yudhi.

Untuk itu, Yudhi meminta pemerintah kabupaten (Pemkab) untuk memeperkuat testing agar memberikan gambaran penyebaran Covid-19 yang lebih riil.

Lebih lanjut Yudhi juga meminta kepada masyarakat agar tidak euforia menyusul turunnya kasus Covid-19.

"Tetap waspada dan tetap patuh protokol kesehatan. Jangan euforia dan lupa protokol kesehatan, karena pandemi masih ada," imbau Yudhi.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Banyumas Turun Drastis, Beberapa Hari Nol Kematian Pasien

Diberitakan sebelumnya, penambahan kasus Covid-19 bulanan di Banyumas hingga 10 Oktober tercatat 58 kasus.

Kasus kematian akibat Covid-19 pada Oktober 2021 ini juga menurun drastis.

Kasus kematian bulanan hingga tanggal 10 Oktober 2021 tercatat sebanyak 6 orang.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

4 Selat Strategis Pelayaran Dunia yang Ada di Kawasan Indonesia

4 Selat Strategis Pelayaran Dunia yang Ada di Kawasan Indonesia

Regional
Bocah SD di Brebes Diduga Jadi Korban Pencabulan Tetangga, Modus Pelaku Pinjamkan Ponsel

Bocah SD di Brebes Diduga Jadi Korban Pencabulan Tetangga, Modus Pelaku Pinjamkan Ponsel

Regional
Pengangguran Terbanyak di Banten Lulusan SMK, BPS: Lulusan SD Paling Banyak Bekerja

Pengangguran Terbanyak di Banten Lulusan SMK, BPS: Lulusan SD Paling Banyak Bekerja

Regional
Kasus Ayah Perkosa Anak Terungkap saat Korban Ketakutan di Pojok Ruangan

Kasus Ayah Perkosa Anak Terungkap saat Korban Ketakutan di Pojok Ruangan

Regional
Ratusan Ribu Suara Pemilu di Babel Tidak Sah, KPU Siapkan Pengacara

Ratusan Ribu Suara Pemilu di Babel Tidak Sah, KPU Siapkan Pengacara

Regional
2.540 Ekor Burung Liar Diselundupkan ke Jawa, Diduga Hasil Perburuan Hutan Lampung

2.540 Ekor Burung Liar Diselundupkan ke Jawa, Diduga Hasil Perburuan Hutan Lampung

Regional
HUT Ke-477 Kota Semarang, Pemkot Semarang Beri Kemudahan Izin Nakes lewat Program L1ON

HUT Ke-477 Kota Semarang, Pemkot Semarang Beri Kemudahan Izin Nakes lewat Program L1ON

Kilas Daerah
Polda NTT Bentuk Tim Gabungan Ungkap Kasus Penemuan Mayat Terbakar di Kota Kupang

Polda NTT Bentuk Tim Gabungan Ungkap Kasus Penemuan Mayat Terbakar di Kota Kupang

Regional
Ketua Nasdem Sumbar Daftar Pilkada Padang 2024

Ketua Nasdem Sumbar Daftar Pilkada Padang 2024

Regional
Sopir Innova Tewas Diduga Serangan Jantung dan Tabrak 2 Mobil di Solo

Sopir Innova Tewas Diduga Serangan Jantung dan Tabrak 2 Mobil di Solo

Regional
Tujuan Pria di Semarang Curi dan Timbun Ratusan Celana Dalam Perempuan

Tujuan Pria di Semarang Curi dan Timbun Ratusan Celana Dalam Perempuan

Regional
Banjir Rob Demak, Kerugian Petambak Ikan Capai 14 Miliar Setahun Terakhir

Banjir Rob Demak, Kerugian Petambak Ikan Capai 14 Miliar Setahun Terakhir

Regional
Sebelum Meninggal, Haerul Amri Keluhkan Mata Perih dan Kebas

Sebelum Meninggal, Haerul Amri Keluhkan Mata Perih dan Kebas

Regional
Bukan Fenomena 'Heat Wave', BMKG Sebut Panas di Jateng Disebabkan Hal Ini

Bukan Fenomena "Heat Wave", BMKG Sebut Panas di Jateng Disebabkan Hal Ini

Regional
301 KK Warga Desa Laingpatehi dan Pumpente di Pulau Ruang Akan Direlokasi, Pemprov Sulut: Mereka Siap

301 KK Warga Desa Laingpatehi dan Pumpente di Pulau Ruang Akan Direlokasi, Pemprov Sulut: Mereka Siap

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com