Cara Pemkot Madiun Antisipasi Munculnya Klaster Covid-19 Selama Pembelajaran Tatap Muka

Kompas.com - 23/09/2021, 18:09 WIB
RAPID ANTIGEN-Walikota Madiun, Maidi memantau seorang siswa SMP menjalani rapid antigen sebelum mengikuti pembelajaran tatap muka, Senin (20/9/2021). KOMPAS.COM/Dokumentasi Kominfo Kota MadiunRAPID ANTIGEN-Walikota Madiun, Maidi memantau seorang siswa SMP menjalani rapid antigen sebelum mengikuti pembelajaran tatap muka, Senin (20/9/2021).

MADIUN, KOMPAS.com - Pelaksanaan pembelajaran tatap muka bagi siswa SMA di Kota Madiun sudah berlangsung dua pekan. Aktivitas belajar tatap muka di SMP juga digelar hampir sepekan.

Selama penyelenggaraan PTM di Kota Madiun, belum ditemukan klaster Covid-19 atau siswa dan guru yang terkonfirmasi positif corona.

Wali Kota Madiun Maidi mengatakan, tak adanya klaster Covid-19 itu karena seluruh siswa dipastikan sudah mendapatkan vaksin Covid-19 sebelum PTM dimulai.

Berdasarkan pantauan empat hari terakhir, kata dia, PTM siswa SMP berjalan lancar.

“Aman semua karena mau masuk sekolah setiap siswa rapid test antigen. Senin lalu ada 1.200 anak rapid test antigen dengan hasil negatif semua. Kalau semua negatif dan ketemu di sekolah tidak ada masalah. Kami juga memberikan masker dan wajib dipakai,” ujar Maidi kepada Kompas.com, Kamis (23/9/2021).

Baca juga: Polisi Gadungan Ngaku Bisa Tagih Utang dan Carikan Pekerjaan Tipu PNS di Madiun hingga Rp 68 Juta

Untuk melakukan tes cepat antigen terhadap siswa dan guru, Pemkot Madiun mengontrak 14 laboratorium kesehatan swasta dengan anggaran sebesar Rp 6 miliar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan anggaran itu, jumlah warga Kota Madiun mendapat fasilitas tes cepat antigen gratis mencapai 60.000 orang.

ia juga memastikan seluruh sekolah yang menggelar PTM sudah menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, fasilitas penunjang untuk terselenggaranya prokes dipastikan terpenuhi di sekolah.

Maidi menuturkan, orangtua yang anaknya sakit saat hendak berangkat ke sekolah, harus segera melapor.

Dari laporan itu, petugas akan mendatangi rumah siswa yang sakit untuk dilakukan tes cepat antigen.

UKS diberikan alat tes cepat antigen

Maidi juga mengharuskan sekolah yang menggelar belajar tatap muka mengaktifkan unit kegiatan sekolah (UKS).

 

Keberadaan UKS, kata Maidi, penting untuk mengantisipasi jika ditemukan siswa yang tiba-tiba sakit saat mengikuti PTM.

“UKS saya kasih alat rapid test antigen. Jadi kalau ada anak yang tidak enak langsung ke UKS dulu untuk antigen. Sehingga bisa terdeteksi dini,” kata Maidi.

Jika hasilnya positif, siswa itu dipulangkan dan dibawa ke tempat isolasi terpusat untuk mendapat perawatan lanjutan.

Baca juga: Mulai Besok, Tarif Tes Antigen di Stasiun Daop 7 Madiun Turun Jadi Rp 45.000

Ia menambahkan seluruh sekolah juga diminta mendata orangtua siswa yang belum mendapatkan vaksin. Pasalnya, vaksin bagi orangtua siswa juga mendesak agar dalam satu keluarga terlindungi dari penularan Covid-19.

“Bagi orang tua siswa yang belum vaksin saya suruh daftar ke sekolah. Nanti setelah terdata dikumpulkan untuk divaksin semuanya,” jelas Maidi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bau Menyengat di Kebun Bambu Karawang Ternyata Berasal dari Jasad Pelajar SMK

Bau Menyengat di Kebun Bambu Karawang Ternyata Berasal dari Jasad Pelajar SMK

Regional
Pelaku Penganiayaan Anak Disabilitas Yatim Piatu di Sukabumi Terancam 5 Tahun Penjara

Pelaku Penganiayaan Anak Disabilitas Yatim Piatu di Sukabumi Terancam 5 Tahun Penjara

Regional
Kawasan Manado Town Square Diterjang Banjir Rob, Warga Malah Menonton Ombak

Kawasan Manado Town Square Diterjang Banjir Rob, Warga Malah Menonton Ombak

Regional
Gelombang Pasang Rusak 57 Rumah di Kotabaru Kalsel

Gelombang Pasang Rusak 57 Rumah di Kotabaru Kalsel

Regional
Soal Sekolah Libur atau Tidak Selama Periode Nataru, Disdik Solo Masih Tunggu Keputusan Pemerintah

Soal Sekolah Libur atau Tidak Selama Periode Nataru, Disdik Solo Masih Tunggu Keputusan Pemerintah

Regional
Percakapan Agen Asuransi dan Nasabah Diusulkan Direkam, Jadi Bukti Aduan ke OJK Jika Ada Sengketa

Percakapan Agen Asuransi dan Nasabah Diusulkan Direkam, Jadi Bukti Aduan ke OJK Jika Ada Sengketa

Regional
Bupati Bantul Berharap Ibu dari Pemuda yang Jual Perabotan Cabut Laporan Polisi

Bupati Bantul Berharap Ibu dari Pemuda yang Jual Perabotan Cabut Laporan Polisi

Regional
Rumah, Kapal, dan Bagan Nelayan Hancur Diterjang Rob, Warga Polewali Mengungsi

Rumah, Kapal, dan Bagan Nelayan Hancur Diterjang Rob, Warga Polewali Mengungsi

Regional
Aduan Perilaku 'Debt Collector' Mendominasi Sepanjang 2021, OJK: Karena Banyak yang Pinjam ke Pinjol Ilegal

Aduan Perilaku "Debt Collector" Mendominasi Sepanjang 2021, OJK: Karena Banyak yang Pinjam ke Pinjol Ilegal

Regional
Tak Punya Uang untuk Sewa PSK Online, Pria di Bali Nekat Gadaikan Motor Teman

Tak Punya Uang untuk Sewa PSK Online, Pria di Bali Nekat Gadaikan Motor Teman

Regional
BMKG Ungkap Penyebab Gelombang Pasang yang Munculkan Rob di Sulut

BMKG Ungkap Penyebab Gelombang Pasang yang Munculkan Rob di Sulut

Regional
Ancam Sebar Data Pribadi Nasabahnya, 2 Pegawai Pinjol Ilegal Ditangkap

Ancam Sebar Data Pribadi Nasabahnya, 2 Pegawai Pinjol Ilegal Ditangkap

Regional
Bantu Warga Terdampak Erupsi Semeru, Pramuka Jatim Kirim Pakan Ternak dan Dokter Hewan

Bantu Warga Terdampak Erupsi Semeru, Pramuka Jatim Kirim Pakan Ternak dan Dokter Hewan

Regional
Jembatan Gladak Perak Bakal Dibangun Lagi, Butuh Biaya Sekitar Rp 100 Miliar

Jembatan Gladak Perak Bakal Dibangun Lagi, Butuh Biaya Sekitar Rp 100 Miliar

Regional
Bandara Tebelian Sintang yang Akan Diresmikan Jokowi, Dibangun 2011 dan Telan Biaya Rp 580 Miliar

Bandara Tebelian Sintang yang Akan Diresmikan Jokowi, Dibangun 2011 dan Telan Biaya Rp 580 Miliar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.