Pengakuan Penipu "Cashback" Dapat Untung Rp 400 Juta: Ciptakan Pembeli dan Penjual Fiktif

Kompas.com - 15/09/2021, 16:58 WIB
Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Banten membekuk empat penipu yang memanfaatkan program cashback di aplikasi e-commerce atau jual beli online. KOMPAS.com/RASYID RIDHODirektorat Reserse Kriminal Khusus Polda Banten membekuk empat penipu yang memanfaatkan program cashback di aplikasi e-commerce atau jual beli online.

SERANG, KOMPAS.com - HM (47), salah satu pelaku penipuan pemburu program cashback di aplikasi e-commerce atau jual beli online memperoleh keuntungan sebesar Rp 120 juta dalam waktu satu tahun.

HM mengaku memiliki dua toko online di Tokopedia dan memiliki delapan akun sebagai pembeli dengan nama berbeda.

Baca juga: Terungkap, Penipuan Pemburu Cashback hingga Rp 400 Juta

"Saya punya enam handphone saya sendiri, per handphone ada delapan akun (pembeli)," kata HM di Mapolda Banten, Rabu (15/9/2021).

Baca juga: DAMRI Sambut Hari Pelanggan Nasional dengan Beri Cashback 30 Persen

Untuk keuntungan cashbacknya, setiap akun berbeda tergantung harga produk yang dijual dan dibeli.

HM mengaku hasil kejahatannya digunkan untuk membeli kebutuhan anaknya seperti susu dan pampers.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sisa uangnya dibelanjakan barang-barang untuk dijual kembali.

Ciptakan penjual dan pembeli fiktif

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Banten Kombes Pol Dedi Supriadi mengatakan, petugas menangkap HM dan empat pelaku lainnya.

Keempatnya saling kenal tapi bekerja sendiri-sendiri.

Modus yang dilakukan keempat pelaku sama, yaitu mendapatkan keuntungan hingga ratusan juta dengan bertransaksi fiktif.

Para pelaku menciptakan penjual dan pembeli fiktif.

"Empat pelaku ini seolah-olah jual produk tertentu dan menciptakan pembeli fiktif dengan promo cashback di Tokopedia. Pembeli dan penjual adalah sindikasi (pelaku sendiri)," kata Dedi.

 

Agar transaksi terlihat nyata, pelaku selalu mengirimkan barang yang dipesan ke alamat tak jauh dari lokasi pelaku di sekitar Pasar Kamis, Kabupaten Tangerang.

Hal itu dilakukan agar pelaku dapat menerima barang langsung dari kurir dan cepat memperoleh cashback.

Dalam satu kali transaksi, pelaku memperoleh cashback sebesar Rp 300.000 hingga Rp 500.000 tergantung jumlah minimal belanja.

"Aksinya sudah dijalankan selama satu tahun terakhir. Namun, dalam empat bulan terakhir pelaku intensif mencari cashback," ujar Dedi.

Tindakan ini membuat perusahaan e-commerce mengalami kerugian lebih dari Rp 400 juta.

Keempat pelaku berinisal BDK (34), BBK (35), HM (47), dan AT (35) diamankan di wilayah Pasar Kamis, Kabupaten Tangerang.

Para pelaku dikenakan pasal 115 UU nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan dan pasal 51 UU nomor 11 tahun 2008 tentang ITE, dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara dan denda Rp 12 miliar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Blora Lakukan Penyelamatan Fosil di Tepi Sungai Kapuan, Ini Temuannya

Warga Blora Lakukan Penyelamatan Fosil di Tepi Sungai Kapuan, Ini Temuannya

Regional
Satpol PP Aceh Singkil Bantah Tuduhan Menyiksa Anjing Canon hingga Mati

Satpol PP Aceh Singkil Bantah Tuduhan Menyiksa Anjing Canon hingga Mati

Regional
Terseret Arus Banjir dan Hilang Selama 3 Hari, Bocah 8 Tahun Ditemukan Tewas

Terseret Arus Banjir dan Hilang Selama 3 Hari, Bocah 8 Tahun Ditemukan Tewas

Regional
Budiono Sukses, YouTuber Surabaya yang Meraup Dollar dari Konten Kuliner

Budiono Sukses, YouTuber Surabaya yang Meraup Dollar dari Konten Kuliner

Regional
Diduga Depresi, Seorang Ibu Ditemukan Tewas di Sungai Cileungsi

Diduga Depresi, Seorang Ibu Ditemukan Tewas di Sungai Cileungsi

Regional
Viral Kisah Canon, Anjing di Aceh Singkil yang Mati Usai Ditangkap Satpol PP

Viral Kisah Canon, Anjing di Aceh Singkil yang Mati Usai Ditangkap Satpol PP

Regional
Kesadaran Remaja di Sumedang untuk Vaksinasi Sangat Rendah, Ini Penjelasan Satgas Covid-19

Kesadaran Remaja di Sumedang untuk Vaksinasi Sangat Rendah, Ini Penjelasan Satgas Covid-19

Regional
Awalnya Pinjam Rp 4 Juta lalu Bengkak Jadi Rp 38 Juta, Korban Pinjol Terpaksa Jual Motor demi Bayar Utang

Awalnya Pinjam Rp 4 Juta lalu Bengkak Jadi Rp 38 Juta, Korban Pinjol Terpaksa Jual Motor demi Bayar Utang

Regional
Anjing Bernama Canon Mati Usai Ditangkap Petugas Satpol PP di Aceh, Ini Duduk Perkaranya

Anjing Bernama Canon Mati Usai Ditangkap Petugas Satpol PP di Aceh, Ini Duduk Perkaranya

Regional
Berada di Mobil, Pekerja Tambang Batu Bara Terseret Longsor ke Kolam Galian

Berada di Mobil, Pekerja Tambang Batu Bara Terseret Longsor ke Kolam Galian

Regional
Saat Para Orangtua DPO MIT Poso Buat Video Minta Anaknya Pulang: Bantu Bapakmu Berkebun...

Saat Para Orangtua DPO MIT Poso Buat Video Minta Anaknya Pulang: Bantu Bapakmu Berkebun...

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 24 Oktober 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 24 Oktober 2021

Regional
Update Jumlah Kasus Aktif Covid-19 dan Capaian Vaksinasi di Kepri

Update Jumlah Kasus Aktif Covid-19 dan Capaian Vaksinasi di Kepri

Regional
Tanggapan Ganjar soal Deklarasi Dukungan Capres dan Istilah 'Kader Celeng'

Tanggapan Ganjar soal Deklarasi Dukungan Capres dan Istilah "Kader Celeng"

Regional
Peternak Ayam Histeris Tak Bisa Temui Risma, Pejabat Kota Blitar: Tolong Hormati Makam Bung Karno!

Peternak Ayam Histeris Tak Bisa Temui Risma, Pejabat Kota Blitar: Tolong Hormati Makam Bung Karno!

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.