Kapan Bisa Belajar Tatap Muka Terbatas di Lampung? Ini Penjelasan Sekda

Kompas.com - 26/08/2021, 17:48 WIB
Ilustrasi sekolah MChe Lee/Unsplash.comIlustrasi sekolah

LAMPUNG, KOMPAS.com - Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto mengatakan, kondisi dan risiko penularan Covid-19 menjadi salah satu indikator penting guna memutuskan pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas di Lampung.

Untuk itu, saat ini Pemprov Lampung belum memutuskan untuk menggelar belajar tatap muka terbatas di sekolah.

"Kita tidak mau gegabah, sebab setiap daerah bahkan hingga kecamatan memiliki risiko penularan Covid-19 yang berbeda," ujar Fahrizal Darminto di Bandarlampung, seperti dikutip dari Antara, Rabu (25/8/2021).

Baca juga: Gubernur Lampung: Sampaikan Salam Saya ke Nadiem, Saya Tantang Dia!

Saat ini, masih ada tiga daerah yang harus menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 di Lampung.

Selain itu, ada sejumlah daerah yang baru bebas dari zona merah.

"Berdasarkan regulasi, ada sejumlah hal yang harus dipenuhi bila akan melakukan pembelajaran tatap muka. Seperti vaksinasi guru harus lengkap, mempertimbangkan faktor risiko, fasilitas kesehatan dan sarana prasarana di sekolah pun harus dilihat. Lalu psikologis sosialnya," kata Fahrizal.

Baca juga: 3 Daerah di Lampung Perpanjang PPKM Level 4

Menurut dia, ada beberapa persyaratan dan kriteria yang belum dipenuhi oleh 15 kabupaten dan kota di Lampung.

Saat ini, baru 51 persen tenaga pendidik yang mendapatkan vaksinasi lengkap.

"Tingkat risiko kita masih tinggi, bisa dilihat dari case fatality rate yang masih tinggi. Lalu fasilitas pelayanan kesehatan apakah sudah mencukupi untuk mengantisipasi lonjakan kasus, serta vaksinasi guru baru 51 persen," ucap dia.

Fahrizal mengatakan, bagi satuan pendidikan, pembelajaran tatap muka bukanlah opsi tunggal.

Sebab, masih ada opsi melaksanakan pembelajaran secara daring atau online.

"Kita sesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing, tidak bisa disamaratakan. Lalu kita harus antisipasi lonjakan kasus Covid-19. Sebab keselamatan jiwa masyarakat menjadi salah satu kewajiban yang harus dilakukan," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Kristin, Pedagang yang Keluhkan Suara Blower Saat Gibran Tinjau Pasar Legi, Sudah Berjualan Sejak 1980

Kisah Kristin, Pedagang yang Keluhkan Suara Blower Saat Gibran Tinjau Pasar Legi, Sudah Berjualan Sejak 1980

Regional
Update Jumlah Kasus Aktif Covid-19 di Bangka Belitung

Update Jumlah Kasus Aktif Covid-19 di Bangka Belitung

Regional
Terjadi 33 Kali Gempa Susulan di Selat Sunda, Ini Penjelasan BMKG

Terjadi 33 Kali Gempa Susulan di Selat Sunda, Ini Penjelasan BMKG

Regional
Prakiraan Cuaca di Kabupaten Malang Hari Ini, 17 Januari 2022

Prakiraan Cuaca di Kabupaten Malang Hari Ini, 17 Januari 2022

Regional
Data Terkini, 274 Rumah di Lebak Rusak akibat Gempa Bumi

Data Terkini, 274 Rumah di Lebak Rusak akibat Gempa Bumi

Regional
20 Rumah Rusak akibat Puting Beliung di Pontianak

20 Rumah Rusak akibat Puting Beliung di Pontianak

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 16 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 16 Januari 2022

Regional
Kapal Tenggelam di Laut Maluku, Penumpang Sempat Terapung 11 Jam

Kapal Tenggelam di Laut Maluku, Penumpang Sempat Terapung 11 Jam

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 16 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 16 Januari 2022

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 16 Januari 2022

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 16 Januari 2022

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 16 Januari 2022

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 16 Januari 2022

Regional
Aniaya 2 Pramuria di Lokalisasi, Kepala Inspektorat di Kabupaten SBB Ditangkap Polisi

Aniaya 2 Pramuria di Lokalisasi, Kepala Inspektorat di Kabupaten SBB Ditangkap Polisi

Regional
Catat, Jadwal Operas Pasar Minyak Goreng Murah di Sumsel

Catat, Jadwal Operas Pasar Minyak Goreng Murah di Sumsel

Regional
Puncak Musim Hujan di Papua Diprediksi hingga Februari 2022

Puncak Musim Hujan di Papua Diprediksi hingga Februari 2022

Regional
Mirip Cappadocia, Ini Tempat Wisata Balon Udara di Indonesia Lengkap dengan Harga Tiket, dan Jam Buka

Mirip Cappadocia, Ini Tempat Wisata Balon Udara di Indonesia Lengkap dengan Harga Tiket, dan Jam Buka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.