Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Surabaya Masuk PPKM Level 3, Ini Upaya Pemkot untuk Turun ke Level 2

Kompas.com - 25/08/2021, 13:36 WIB
Ghinan Salman,
Dheri Agriesta

Tim Redaksi

SURABAYA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo telah mengumumkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2-4 yang diperpanjang hingga 30 Agustus 2021.

Saat ini, wilayah aglomerasi Surabaya Raya yang semula berada di level 4, turun menjadi level 3.

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara menjelaskan, Pemkot Surabaya akan menerapkan aturan PPKM level 3 sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri).

"Tentunya kami berpedoman dengan Inmendagri. Sesuai aturan, semuanya berdasarkan Inmendagri, nantinya pun turunannya terhadap aturan itu kami masih sesuaikan juga dengan Surat Keputusan (SK) Gubernur Jatim, setelah itu ada Surat Edaran (SE) Wali Kota Surbaya," kata Febri di Balai Kota Surabaya, Selasa (24/8/2021).

Febri juga berterima kasih kepada warga yang telah berjuang agar wilayah Surabaya Raya tak lagi menerapkan PPKM level 4.

Namun, ia mengingatkan agar masyarakat tidak terbawa euforia. Warga diminta tetap menerapkan protokol kesehatan ketat.

"Memang beberapa pusat perbelanjaan itu sudah diperkenankan buka, tempat makan atau restoran juga sudah diperbolehkan untuk dine-in (makan di tempat). Namun harus tetap mengikuti aturan. Misal tempat itu dibatasi hanya untuk 20 orang, ya kami harap bisa menerapkan 20 orang," ujar Febri.

Baca juga: Pasar Kembang yang Terbakar, Dulu Jualan Bunga, Kini Jadi Pusat Penjualan Jajanan di Surabaya

Strategi khusus Pemkot Surabaya

Pemkot Surabaya telah memiliki strategi khusus agar PPKM level 3 bisa segera turun menjadi level 2. Pemkot akan menerapkan sistem pelevelan pada skala kelurahan.

Kemudian, setelah skala kelurahan berhasil, maka akan diperbesar dengan menerapkan di skala kecamatan.

Sebelumnya, pemkot sudah melakukan pemetaan dari wilayah RT/RW.

"Jadi, level skala kota kita buat untuk skala kelurahan. Dari pemetaan detail ini nantinya satgas kelurahan maupun kecamatan akan memasifkan lagi pola-pola pencegahannya. Sehingga di hulunya nanti bisa dicegah supaya tidak menyebar dan dapat diputus mata rantainya (Covid-19)," kata dia.

Ia menerangkan, proses asesmen dilakukan berdasarkan tingkat transmisi dan kapasitas respons.

 

Salah satu poin pada tingkat transmisi yaitu jumlah kasus konfirmasi aktif per 100.000 penduduk per minggu.

"Jadi, kalau angka kasus konfirmasi aktif per 100.000 penduduk itu di atas 150, maka masuk dalam level 4. Kemudian, jika angka kasusnya di 50-150 itu masuk ke level 3. Lalu, jika angka kasusnya di 20-50 masuk di level 2. Selanjutnya, jika angka kasusnya di bawah 20 maka masuk di level 1," kata dia.

Berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan hingga Senin (23/8/2021), terdapat 21 kelurahan yang berada dalam kategori level 4. Oleh sebab itu, ia berharap satgas di 21 kelurahan itu bergotong royong bisa menurunkan sebaran kasus di wilayah mereka.

Baca juga: Rumah Ambruk di Surabaya Timpa 3 Penghuni, 1 Orang Meninggal Dunia

"Nah, di posisi sekarang pun ada beberapa, cukup banyak juga yang berada di level 1 dan 2 maupun level 3. Kami berusaha untuk mempertahankan ini," ungkap dia.

Febri mengatakan, dalam upaya menurunkan PPKM level 3 menjadi level 2, Pemkot Surabaya memerlukan dukungan dari berbagai elemen masyarakat.

Menurutnya, kebersamaan warga Surabaya, pengusaha, TNI-Polri, dan pemkot, dapat membuat Surabaya masuk ke PPKM level 2.

"Di sisi hilir kita sudah siapkan Rumah Sakit (RS) Lapangan, Rumah Sehat, dan vaksinasi. Di sisi hulu harus melaksanakan prokes, disiplin prokes, itulah kunci utama memutus mata rantai penyebaran Covid-19," tutur dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Tak Diberi Sebatang Rokok, Pria di Tanah Bumbu Bunuh Anak 13 Tahun

Tak Diberi Sebatang Rokok, Pria di Tanah Bumbu Bunuh Anak 13 Tahun

Regional
Rapat dengan Kemenag, Timwas Haji DPR Soroti Masalah Haji 'Ilegal'

Rapat dengan Kemenag, Timwas Haji DPR Soroti Masalah Haji "Ilegal"

Regional
Pajero Tabrak Truk di Tol Semarang-Batang, 4 Korban Tewas

Pajero Tabrak Truk di Tol Semarang-Batang, 4 Korban Tewas

Regional
3 Oknum Satpol PP Peras Nenek Rp 3 Juta, Kasatpol PP Pekanbaru Kembalikan Uang Rp 900.000

3 Oknum Satpol PP Peras Nenek Rp 3 Juta, Kasatpol PP Pekanbaru Kembalikan Uang Rp 900.000

Regional
Investigasi LBH Padang, Pelajar Tewas di Sungai Diduga Korban Penganiayaan Polisi

Investigasi LBH Padang, Pelajar Tewas di Sungai Diduga Korban Penganiayaan Polisi

Regional
Anwar Usman dan Idayati Naik Kereta Kuda Antar Putranya Menuju Gedung Resepsi Pernikahan di Solo

Anwar Usman dan Idayati Naik Kereta Kuda Antar Putranya Menuju Gedung Resepsi Pernikahan di Solo

Regional
Anak Pedangdut Lilis Karlina Ditangkap Lagi Usai Edarkan 10 Gram Sabu, Dapat Imbalan Rp 1 Juta

Anak Pedangdut Lilis Karlina Ditangkap Lagi Usai Edarkan 10 Gram Sabu, Dapat Imbalan Rp 1 Juta

Regional
Dampingi Ibu Hadiri Pernikahan Keponakan Presiden Jokowi, Sekar Tandjung: Semoga Sakinah Mawadah Warohmah

Dampingi Ibu Hadiri Pernikahan Keponakan Presiden Jokowi, Sekar Tandjung: Semoga Sakinah Mawadah Warohmah

Regional
70.000 Calon Siswa Miskin di Jateng Kesulitan Daftar PPDB Jalur Afirmasi, Mengapa?

70.000 Calon Siswa Miskin di Jateng Kesulitan Daftar PPDB Jalur Afirmasi, Mengapa?

Regional
Buntut Tewasnya Pelajar di Padang, 30 Polisi Diperiksa Propam Polda Sumbar

Buntut Tewasnya Pelajar di Padang, 30 Polisi Diperiksa Propam Polda Sumbar

Regional
Dipastikan Maju pada Pilkada Blora, Arief Rohman Bocorkan Calon Wakilnya, Disebutkan Pengusaha dan Perempuan

Dipastikan Maju pada Pilkada Blora, Arief Rohman Bocorkan Calon Wakilnya, Disebutkan Pengusaha dan Perempuan

Regional
Wisatawan Beri Makan Plastik ke Kuda Nil di Taman Safari Bogor, Pengelola Cari Pelaku

Wisatawan Beri Makan Plastik ke Kuda Nil di Taman Safari Bogor, Pengelola Cari Pelaku

Regional
Perangkat Desa di Nunukan Bakar Rumah PMD, 10 Orang Jadi Korban

Perangkat Desa di Nunukan Bakar Rumah PMD, 10 Orang Jadi Korban

Regional
Merindu Kurban di Ujung Selatan Indonesia dan Moderasi Beragama yang Baik

Merindu Kurban di Ujung Selatan Indonesia dan Moderasi Beragama yang Baik

Regional
Kisah Pilu Siswi SD di Baubau Dicabuli 26 Pria, Hanya Tinggal dengan Nenek Kini Putus Sekolah

Kisah Pilu Siswi SD di Baubau Dicabuli 26 Pria, Hanya Tinggal dengan Nenek Kini Putus Sekolah

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com