Kompas.com - 25/08/2021, 08:16 WIB
Ilustrasi kera ekor panjang (Macaca fascicularis). WIKIMEDIA COMMONS/kallernaIlustrasi kera ekor panjang (Macaca fascicularis).

KOMPAS.com-Kawanan kera ekor panjang (Macaca fascicularis) terlihat berlarian dari puncak Gunung Merapi menuju Desa Ngori, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Selasa (24/8/2021) siang.

Pergerakan satwa itu terpantau oleh petugas Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM). Namun, belum diketahui sebab dari kawanan kera itu turun gunung.

"Karena kami juga perlu menganalisis terkait kegempaan Gunung Merapi ini. Dan yang kami jadikan patokan ya dari BPPTKG," kata Kepala Subbagian Tata Usaha TNGM Akhmadi saat dikonfirmasi.

Baca juga: Selama Sepekan, Gunung Merapi 20 Kali Keluarkan Awan Panas

Menurut Akhmadi, tingginya aktivitas Gunung Merapi belakangan ini tidak bisa dikaitkan secara langsung dengan perilaku kera tersebut.

Terlebih, dalam tiga bulan terakhir tidak ada perubahan aktivitas gunung secara signifikan.

"Artinya masih dianggap level siaga meskipun kemarin ada beberapa durasi letusan awan panas," terang Akhmadi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika turunnya kera itu karena aktivitas vulkanik Gunung Merapi, Akhmadi mengatakan, hewan lain juga akan turun gunung.

Baca juga: 417 Hektar Lahan Pertanian di Lereng Merapi Terdampak Abu Vulkanik

Sebab, ada satwa jenis lain yang lebih sensitif dengan kegempaan, seperti lutung dan kijang.

Untuk sementara, turunnya kawanan kera itu diduga karena ketersediaan makanannya di gunung yang sudah berkurang.

Selain itu, berkurangnya aktivitas manusia di Gunung Merapi diduga membuat kera merasa aman untuk bergerak ke daerah lain.

Dua prediksi itu sangat dimungkinkan, sebab beberapa waktu lalu, Akhmadi mendapat kabar jika kera yang sejenis juga turun gunung hingga ke kawasan wisata di Kaliurang.

"Kemarin kan sama, obyek wisata ditutup kera-kera itu jadi turun. Karena memang sifat Makaka ini sangat adaptif," jelas Akhmadi.

Baca juga: Foto Pendaki di Puncak Gunung Merapi Viral, Ini Kata Pengelola TNGM

Dibandingkan wilayah lain, kondisi vegetasi bagi para satwa di kawasan Srumbung relatif lebih sedikit dibandingkan dengan lereng Merapi bagian timur.

Jenis vegetasi di kawasan Srumbung termasuk kedalam golongan sekunder, sehingga ketersediaan pangan bagi para satwa lebih sedikit.

"Srumbung itu sekunder, jadi dimungkinkan ketersediaan pangan di sana lebih sedikit dibanding wilayah Timur. Jadi semua ini analisa awal kami, dan kami juga belum bisa observasi karena adanya radius merapi itu," terang dia.

Hingga kini, belum ada informasi kera-kera tersebut masuk ke pemukiman warga.

 

Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul Kera Jenis Makaka di Merapi Turun Gunung, Begini Penjelasan TNGM.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Danny Pomanto Tanggung Biaya Pengobatan Korban Penyerangan Asrama Mahasiswa di Makassar

Danny Pomanto Tanggung Biaya Pengobatan Korban Penyerangan Asrama Mahasiswa di Makassar

Regional
'Chat' Berisi Ancaman Pembunuhan Dibaca Ibu, Terungkap Anaknya Dicabuli Pelakunya Berulangkali

"Chat" Berisi Ancaman Pembunuhan Dibaca Ibu, Terungkap Anaknya Dicabuli Pelakunya Berulangkali

Regional
Seorang Pengedar Sabu dan Ekstasi Ditangkap di Serdang Bedagai, Terancam 20 Tahun Penjara

Seorang Pengedar Sabu dan Ekstasi Ditangkap di Serdang Bedagai, Terancam 20 Tahun Penjara

Regional
Kasus Suap Nurdin Abdullah, Mantan Sekretaris Dinas PUTR Sulsel Divonis 4 Tahun Penjara

Kasus Suap Nurdin Abdullah, Mantan Sekretaris Dinas PUTR Sulsel Divonis 4 Tahun Penjara

Regional
Keponakan yang Bunuh Pamannya Pakai Air Panas dan Martil Terancam 15 Tahun Penjara

Keponakan yang Bunuh Pamannya Pakai Air Panas dan Martil Terancam 15 Tahun Penjara

Regional
Kronologi Keponakan Bunuh Pamannya Pakai Air Panas dan Martil, Berawal Sakit Hati

Kronologi Keponakan Bunuh Pamannya Pakai Air Panas dan Martil, Berawal Sakit Hati

Regional
Banyak Residivis Kembali Curi Motor di Sumut, Tertangkap Saat Operasi Kancil Toba 2021

Banyak Residivis Kembali Curi Motor di Sumut, Tertangkap Saat Operasi Kancil Toba 2021

Regional
Beredar Foto Selebgram Ambon yang Terlibat Video Porno Menikah dengan Kekasih, Ini Kata Polisi

Beredar Foto Selebgram Ambon yang Terlibat Video Porno Menikah dengan Kekasih, Ini Kata Polisi

Regional
Limbah Sawit di Riau Diolah Jadi Biogas, Upaya Menekan Gas Rumah Kaca

Limbah Sawit di Riau Diolah Jadi Biogas, Upaya Menekan Gas Rumah Kaca

Regional
Jelang UMK 2022 Diputuskan, Ini Masukan Serikat Buruh untuk Ganjar

Jelang UMK 2022 Diputuskan, Ini Masukan Serikat Buruh untuk Ganjar

Regional
Diduga Cemburu, Pengungsi Afghanistan di Kupang Tikam Temannya Pakai Kunci Motor

Diduga Cemburu, Pengungsi Afghanistan di Kupang Tikam Temannya Pakai Kunci Motor

Regional
Jadi Calo CPNS, Pria Ini Tipu Warga Madiun hingga Rp 1 Miliar, Uangnya Dipakai untuk Nikah Lagi

Jadi Calo CPNS, Pria Ini Tipu Warga Madiun hingga Rp 1 Miliar, Uangnya Dipakai untuk Nikah Lagi

Regional
Sidang Kasus Investasi Bodong Rp 84,9 Miliar di Pekanbaru, 5 Terdakwa Minta Bebas, Ditolak Hakim

Sidang Kasus Investasi Bodong Rp 84,9 Miliar di Pekanbaru, 5 Terdakwa Minta Bebas, Ditolak Hakim

Regional
Celurit hingga Korek Pistol Disita Polisi dari Pelaku Klitih di Bantul

Celurit hingga Korek Pistol Disita Polisi dari Pelaku Klitih di Bantul

Regional
Ratusan Pemuda Pagar Nusa Geruduk Mapolres Grobogan Minta Rekannya Dibebaskan

Ratusan Pemuda Pagar Nusa Geruduk Mapolres Grobogan Minta Rekannya Dibebaskan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.