Kisah K'tut Tantri, Perempuan Amerika yang Bantu Sebarkan Perjuangan Indonesia lewat Radio

Kompas.com - 17/08/2021, 13:35 WIB
Ktut Tantri memiliki selusin lebih nama julukan, sebagian digunakannya ketika siaran lewat radio perjuangan untuk mengabarkan situasi Indonesia sekitar 1945-1946. Foto kala Tantri berada di sebuah hotel pada 1978. Nani/KompasKtut Tantri memiliki selusin lebih nama julukan, sebagian digunakannya ketika siaran lewat radio perjuangan untuk mengabarkan situasi Indonesia sekitar 1945-1946. Foto kala Tantri berada di sebuah hotel pada 1978.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Muriel Stuart Walker atau lebih dikenal dengan nama K'tut Tantri adalah perempuan berkebangsaan Amerika Serikat yang membantu menyebarkan berita perjuangan Indonesia melalui radio.

Ia lahir di Skotlandia pada 1898 dan memutuskan pindah ke Bali dari Amerika di usia 34 tahun setelah terpesona film Bali, The Last Paradise yang ia tonton.

Tantri menuliskan kisah perjalanannya dalam otobiografi yang berjudul Revolt In Paradise. atau Revolusi di Nusa Damai.

Baca juga: Kisah Cinta Hartini dan Bung Karno, Menemani hingga Ajal Menjemput Sang Proklamator

Di Bali, ia diangkat keluarga oleh Kerajaan Klungkung.

"Kau kami namakan K'tut, yang dalam bahaa Bali berarti anak keempat. Segera akan kupanggil pedanda. Menurut adat leluhur kami, kau akan kami beri nama lain, yang akan merupakan nama yang ditakdirkan untukmu," cerita K'tut di otobografinya, menirukan kata sang Raja Klungkung, ayah angkatnya.

Kehidupan Tantri di lingkungan Kerajaan Klungkung membuat dia mencintai Indonesia. Dia banyak membantu perjuangan rakyat Indonesia merebut kemerdekaannya.

Ia sempat berpindah-pindah daerah, termasuk ke Surabaya dan Yogyakarta.

Baca juga: Mengenal Pahlawan Nasional dari Jawa Timur, dari Bung Karno hingga HOS Tjokroaminoto

Pada 10 November 1945, di tengah perang, ia dengan lantang membacakan pidato berbahasa Inggris.

"Aku akan tetap dengan rakyat Indonesia, kalah atau menang. Sebagai perempuan Inggris, barangkali aku dapat mengimbangi perbuatan sewenang-wenang yang dilakukan kaum sebangsaku dengan berbagai jalan yang bisa kukerjakan, ungkapnya.

"Perwakilan Denmark, Swiss, Uni Soviet, dan Swedia. Kuminta mereka menyertai aku dalam siaran malam itu untuk memprotes tindakan pengeboman serta menyatakan sikap mereka mengenai tindakan Inggris (di Surabaya),’’ tulisnya lagi.

Perisiwa tersebut membuat K'tut Tantri dijuluki "Surabaya Sue" atau penggugat dari Surabaya.

Baca juga: Im Yang Tjoe, Sosok Penulis Pertama Riwayat Bung Karno yang Nyaris Pupus dari Ingatan Sejarah

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Melihat Perayaan Waisak di Desa Terpencil Mareje, Lombok Barat

Melihat Perayaan Waisak di Desa Terpencil Mareje, Lombok Barat

Regional
Melihat Pohon Bodhi, Tempat Buddha Bersemedi di Pagoda Nusantara Bangka

Melihat Pohon Bodhi, Tempat Buddha Bersemedi di Pagoda Nusantara Bangka

Regional
Cerita Riyanto, Masuk Perangkap Komplotan Begal Berkedok Travel, Tubuh Diikat di Pohon

Cerita Riyanto, Masuk Perangkap Komplotan Begal Berkedok Travel, Tubuh Diikat di Pohon

Regional
Sederet Kecelakaan Maut di Jabar dan Jatim dalam 2 Hari, Total 22 Orang Tewas, Libatkan 2 Mobil Elf dan Bus

Sederet Kecelakaan Maut di Jabar dan Jatim dalam 2 Hari, Total 22 Orang Tewas, Libatkan 2 Mobil Elf dan Bus

Regional
Antisipasi PMK, Pemprov Banten Perketat Masuknya Hewan Ternak di Perbatasan

Antisipasi PMK, Pemprov Banten Perketat Masuknya Hewan Ternak di Perbatasan

Regional
Kisah 1 Keluarga Jadi Korban Kecelakaan Maut Elf Karawang, Ibu dan Ayah Meninggal, Anak Luka Berat

Kisah 1 Keluarga Jadi Korban Kecelakaan Maut Elf Karawang, Ibu dan Ayah Meninggal, Anak Luka Berat

Regional
Tradisi Waisak di Ngroto Sumogawe: Dari Sungkeman, Kenduren, sampai Lebaran Waisak

Tradisi Waisak di Ngroto Sumogawe: Dari Sungkeman, Kenduren, sampai Lebaran Waisak

Regional
Mantan Suami Tikam Korban Hingga Tewas di Jayapura

Mantan Suami Tikam Korban Hingga Tewas di Jayapura

Regional
Kemarin 7 Orang Tewas Kecelakaan Maut di Karawang, Hari Ini 13 Penumpang Bus Meninggal di Tol Sumo

Kemarin 7 Orang Tewas Kecelakaan Maut di Karawang, Hari Ini 13 Penumpang Bus Meninggal di Tol Sumo

Regional
Luka Berat, Sopir Elf yang Terlibat Kecelakaan Maut di Karawang Belum Bisa Dimintai Keterangan

Luka Berat, Sopir Elf yang Terlibat Kecelakaan Maut di Karawang Belum Bisa Dimintai Keterangan

Regional
Kondisi Terkini Korban Kebakaran Kilang Minyak Pertamina di Balikpapan, Pekerja Meninggal Diterbangkan ke Sumut

Kondisi Terkini Korban Kebakaran Kilang Minyak Pertamina di Balikpapan, Pekerja Meninggal Diterbangkan ke Sumut

Regional
Sempat Hanyut 2 Hari Saat Mencari Ikan, 5 Nelayan Asal Sikka Ditemukan Selamat

Sempat Hanyut 2 Hari Saat Mencari Ikan, 5 Nelayan Asal Sikka Ditemukan Selamat

Regional
Kisah Pilu Pengantin Perempuan di Bone, Meninggal Sehari Setelah Pernikahan

Kisah Pilu Pengantin Perempuan di Bone, Meninggal Sehari Setelah Pernikahan

Regional
Terjerat Utang Rp 39 Juta di 11 Pinjol, Perempuan di Lampung Depresi, Pakai Baju Serba Putih dan Minta Uang pada Warga

Terjerat Utang Rp 39 Juta di 11 Pinjol, Perempuan di Lampung Depresi, Pakai Baju Serba Putih dan Minta Uang pada Warga

Regional
Duduk Perkara Puluhan Jemaat Diusir Prajurit TNI AU karena Gunakan Sandal Jepit Saat ke Gereja

Duduk Perkara Puluhan Jemaat Diusir Prajurit TNI AU karena Gunakan Sandal Jepit Saat ke Gereja

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.