Kisah K'tut Tantri, Perempuan Amerika yang Bantu Sebarkan Perjuangan Indonesia lewat Radio

Kompas.com - 17/08/2021, 13:35 WIB
Bung Tomo berpidato Pada Rapat Umum B.P.R.I di Surabaya, Pada Tgl 20 Mei 1950
Dok. KompasBung Tomo berpidato Pada Rapat Umum B.P.R.I di Surabaya, Pada Tgl 20 Mei 1950
Editor Rachmawati

Tinggal di Radio Pemberontakan

Diceritakan, Tantri pernah tinggal di Surabaya, tepatnya di pemancar radio gelap yang dikelola oleh Bung Tomo, pimpinan pejuang di Surabaya.

Di radio itu, Bung Tomo siaran dua kali setiap malam. Pemancar radio itu bernama Radio Pemberontakan dan lokasinya tersembunyi di dalam sebuah rumah besar yang letaknya tidak jauh dari gedung pemancar yang resmi, Radio Surabaya.

Kala itu Tantri diminta siaran dua kali semalam dalam bahasa Inggris dan menyampaikan laporan perkembangan yang terjadi di Indonesia pada bangsa-bangsa yang berbahasa Inggris di seluruh dunia.

Baca juga: Kisah Asmara Orangtua Sukarno di Bali, Soekemi Jatuh Cinta Pada Ayu Nyoman Rai

Laporan yang disampaikan tentu saja dilihat dari sudut pandangan bangsa Indonesia.

"Bangsa-bangsa di dunia yang berbahasa Inggris perlu mendengar tentang perjuangan kita. Mereka harus disadarkan bahkan ini bukan revolusi sosial dan pemerintahan kami bukan boneka Jepang," tulis Tantri.

"Kau harus bertugas mengisahkan sejarah negara kami, begitu pula perjuangan kami selama 40 tahun yang lalu. Kau harus mengingatkan bangsa Inggris dan Amerika pada pidato-pidato para negarawan mereka yang diucapkan semasa perang, yang menjanjikan kemerdekaan semua bangsa di seluruh dunia," tulis Tantri dalam otobiografinya.

Baca juga: Mengenal Pahlawan Nasional dari Jawa Timur, dari Bung Karno hingga HOS Tjokroaminoto

Presiden Soekarno bersama sejumlah tokoh perempuan Indonesia.Dok. Kowani Presiden Soekarno bersama sejumlah tokoh perempuan Indonesia.
Di Radio Pemberontakan, Tantri juga bertemu dengan Bung Tomo.

"Kemahirannya berpidato hanya bisa dikalahkan oleh Presiden Soekarno. Bagiku jelas, Bung Tomo sangat berbakti pada perjuangannya," ungkap Tantri saat bertemu dengan Bung Tomo.

Saat tak ada siaran, Tantri menghabiskan waktunya dengan melukis dan membuat spanduk untuk para pejuang. Ia mengutip sejarah Amerika dan Perancis untuk spanduk yang kemudian disebar ke semua kota dan desa di Jawa Timur.

Ia bertahan di Surabaya, sedangkan Bung Tomo melanjutkan siaran pidatonya dari Malang.

Baca juga: Berharap Makam Bung Karno Segera Dibuka, Pedagang Suvenir Pasang Bendera Merah Putih

K'tut dianggap berbahaya.

Melalui siaran berita, Belanda menjanjikan 50.000 gulden kepada orang Indonesia yang bisa menyerahkan K'tut Tantri ke markas besar tentara Belanda di Surabaya.

Sayembara tersebut dijawab sendiri oleh Tantri melalui siarannya di radio.

"Kalian tahu, uang gulden Belanda kini tidak laku lagi di Indonesia," kata dia.

"Kami sudah memiliki mata uang sendiri. Tetapi, jika Belanda mau menyumbangkan setengah juta rupiah pada bangsa Indonesia sebagai dana perjuangan kemerdekaan, saya bersedia datang sendiri ke markas besar kalian," tantang Tantri.

Baca juga: Cerita di Balik Pergantian Nama Kusno Jadi Soekarno

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gara-gara Saling Olok, 4 Pemuda di Prabumulih Berkelahi, 1 Orang Tewas

Gara-gara Saling Olok, 4 Pemuda di Prabumulih Berkelahi, 1 Orang Tewas

Regional
Catatan IDI soal Relaksasi Penggunaan Masker: Tetap Waspada

Catatan IDI soal Relaksasi Penggunaan Masker: Tetap Waspada

Regional
Pembatalan Konser 'Tegal Bahari' Tak Jelas, Penonton Harap Uang Kembali, EO Tak Bisa Dihubungi

Pembatalan Konser "Tegal Bahari" Tak Jelas, Penonton Harap Uang Kembali, EO Tak Bisa Dihubungi

Regional
35 Kilogram Mi Formalin di Magelang Diamankan, Penjual Jadi Tersangka

35 Kilogram Mi Formalin di Magelang Diamankan, Penjual Jadi Tersangka

Regional
Warga Serang Edarkan Obat Keras Ilegal, Ribuan Pil Diamankan

Warga Serang Edarkan Obat Keras Ilegal, Ribuan Pil Diamankan

Regional
10 Pahlawan Nasional Asal Sumatera Barat, Salah Satunya Mohammad Hatta

10 Pahlawan Nasional Asal Sumatera Barat, Salah Satunya Mohammad Hatta

Regional
Korupsi Dana Desa Rp 582 Juta, Mantan Kades di Bengkayang Terancam Penjara Seumur Hidup

Korupsi Dana Desa Rp 582 Juta, Mantan Kades di Bengkayang Terancam Penjara Seumur Hidup

Regional
Sidang Bahar bin Smith, Saksi Cabut 7 Poin dalam Keterangan BAP

Sidang Bahar bin Smith, Saksi Cabut 7 Poin dalam Keterangan BAP

Regional
Pengiriman 2 Kg Ganja dari Medan ke Rembang Melalui Jasa Ekspedisi Digagalkan Polisi

Pengiriman 2 Kg Ganja dari Medan ke Rembang Melalui Jasa Ekspedisi Digagalkan Polisi

Regional
Dihamili Pacarnya, Siswi SMP di Kupang Lapor Polisi

Dihamili Pacarnya, Siswi SMP di Kupang Lapor Polisi

Regional
Tak Ada Toleransi, Pemkot Solo Tertibkan Pedagang Oprokan Pasar Legi yang Bandel Masih Berjualan di Pinggi Jalan

Tak Ada Toleransi, Pemkot Solo Tertibkan Pedagang Oprokan Pasar Legi yang Bandel Masih Berjualan di Pinggi Jalan

Regional
Desianus Odie Orno, Adik Kandung Wagub Maluku Dieksekusi ke Lapas Ambon karena Kasus Korupsi Pengadaan Speedboat

Desianus Odie Orno, Adik Kandung Wagub Maluku Dieksekusi ke Lapas Ambon karena Kasus Korupsi Pengadaan Speedboat

Regional
Sultan dan Paku Alam Jadi Kepala Daerah yang Dilantik di 2022

Sultan dan Paku Alam Jadi Kepala Daerah yang Dilantik di 2022

Regional
Marak Penipuan Tebus Barang Fesyen Merek Ternama, Kantor Bea Cukai Ketiban Sial

Marak Penipuan Tebus Barang Fesyen Merek Ternama, Kantor Bea Cukai Ketiban Sial

Regional
Pengawasan Lemah, Petugas Temukan Handphone hingga Kipas Angin di Ruangan Napi Lapas Riau

Pengawasan Lemah, Petugas Temukan Handphone hingga Kipas Angin di Ruangan Napi Lapas Riau

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.